Hasil Pencarian

147 hasil ditemukan

  • Freelance 101 - Panduan Untuk Jadi Digital Nomad

    Penasaran bagaimana caranya memulai karir sebagai digital nomad biar bisa liburan kapan saja? Baca panduannya di sini, langsung dari digital nomad Indonesia. Bicara soal "pekerjaan", apa yang ada di benakmu? Kemungkinan besar duduk di belakang meja di suatu perusahaan dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore. Sedari kecil, inilah skenario yang ditanamkan di benak kita dalam hal karir. Ibarat "template" yang harus kita ikuti dari generasi ke generasi. Buat kamu yang bosan atau tidak tertarik mengikuti template ini, saya ingin berbagi pengalaman dan informasi melalui Nomaden Series Kali ini, di Freelance 101, saya akan fokus membahas cara kerja di luar template. Eits, jangan salah, ini bukan ajakan MLM atau bisnis. Saya sekedar berbagi pengalaman sambil meramaikan website BuLiBi. Kalau ini kali pertamamu di BuLiBi, saya sarankan baca dulu prakata Nomaden Series dan beberapa artikel yang berhubungan dengan kerja freelance, seperti Tips Liburan #3: Kerja Freelance Biar Bisa Liburan Kapan Saja. Freelancer atau pekerja lepas pada umumnya tidak punya kantor dan tidak terikat kontrak. Artinya, freelancer bebas bekerja di mana saja dan kapan saja asalkan target proyek terpenuhi. Tapi, ada juga freelancer yang harus mengikuti aturan deadline tertentu. Yuk, kita bahas dulu jenis-jenis freelancer. Jenis-Jenis Freelancer Freelancer Tipe A: Tony Stark. Tony punya bisnis pribadi. Dia tidak terikat waktu dan tempat karena dia punya karyawan yang mengurus semua secara langsung. Tony hanya perlu mengurus hal-hal penting dan ia bisa melakukannya dari jarak jauh. Freelancer Tipe B: Steve Roger. Steve punya proyek sendiri dengan beberapa klien tetap. Proyek Steve bisa ia kerjakan dimana saja dan kapan saja. Di awal proyek, ia dan kliennya membuat perjanjian kapan dan bagaimana proyek tersebut akan ia garap. Deadline, fee, pembayaran, dan ketentuan-ketentuan lain juga mereka tentukan di awal. Freelancer Tipe C: Natasha Romanoff. Natasha punya keahlian tertentu. Berbekal keahlian ini, ia mengajukan diri ke suatu perusahaan untuk menggarap suatu proyek. Setelah diterima, Natasha menandatangani kontrak perjanjian yang berisi rincian proyek, gaji, dan ketentuan-ketentuan lainnya. Perjanjian ini juga bisa saja dilangsungkan secara verbal. Natasha tidak harus datang ke kantor, tetapi seminggu sekali ia harus menghadiri Zoom meeting dengan timnya dan atasannya di perusahaan tersebut. Freelancer Tipe D: Peter Quill. Peter bekerja untuk suatu perusahaan. Tetapi pekerjaannya ini tidak mengharuskan ia datang ke kantor. Semua bisa ia kerjakan di rumah, atau dimanapun dia mau. Peter hanya perlu hadir di meeting online setiap pagi di hari kerja dan melaporkan hasil kerjanya di akhir hari. Jika ada perbedaan waktu di tempat Peter berada dengan waktu di kantornya, ia harus menyesuaikan jam kerjanya dengan jam kantor. Keempat jenis freelancer di atas paling sering ditemukan di dunia freelancer saat ini. Karena saya termasuk freelancer tipe B dan C, Freelancer 101 ini berisi tips dan trik untuk bisa mendapatkan proyek, klien, atau pekerjaan sesuai keahlianmu yang bisa kamu kerjakan dari mana saja, bahkan sambil liburan! Cara Cari Kerja Freelance Ada banyak cara untuk mendapatkan pekerjaan atau proyek freelance sesuai dengan masing-masing tipe freelancer: Cara 1: Tony Stark tidak perlu "cari" kerja, tetapi mencari peluang bisnis dan terus berusaha mengembangkannya. Cara 2: Steve Roger dan Natasha Romanoff bisa mengiklankan proyek dan keahliannya, atau mengajukan lamaran langsung ke perusahaan-perusahaan tertentu sesuai dengan lowongan yang tersedia. Cara 3: Peter Quill mendapatkan pekerjaan layaknya karyawan tetap pada umumnya. Hanya saja ia mencari posisi dengan persyaratan yang tidak mengharuskannya bekerja di kantor. Saya mencari proyek dan pekerjaan freelance melalui Cara 2. Saat ini, ada banyak platform online di mana kita bisa mencari proyek dan menghasilkan uang, seperti Freelancer, UpWork, dan Fiverr. Saya sendiri hanya fokus di satu platform: Freelancer. Kita bahas jawabannya di tips memilih platform freelance. Dua Tips Utama Dalam Memilih Platform Freelance Selain platform-platform internasional yang saya sebutkan di atas, ada juga platform nasional khusus Indonesia. Semua ada plus dan minusnya. Berikut ini tips memilih platform tempat mencari kerja freelance: Pilih platform yang terpercaya Sebelum kamu daftar di satu platform, sebaiknya cari informasi mengenai platform tersebut. Kamu bisa baca review online atau tanya langsung ke sesama freelancer. Saya sendiri menggunakan platform Freelancer sejak tahun 2015. Platform berbasis Australia ini sudah menyediakan lebih dari 19 juta proyek untuk sekitar 50 juta penggunanya. Lebih jauh mengenai platform Freelancer ini akan saya bahas dalam artikel khusus di minggu-minggu selanjutnya, lengkap dengan video panduannya. Supaya tidak ketinggalan, silakan subscribe website BuLiBi dengan mengisi data di bagian bawah halaman ini atau hubungi kami via email di bulibi.indonesia@gmail.com. Cukup fokus di satu platform Seperti Freelancer, kebanyakan platform kerja freelance menggunakan sistem rating. Setiap kamu menyelesaikan satu proyek, pemilik proyek tersebut akan memberikan rating atas pekerjaan atau jasa yang kamu berikan, seperti bagaimana kamu memberi rating pada pengemudi ojek online. Semakin banyak rating yang kamu dapatkan, semakin "populer" kamu di platform tersebut. Dengan fokus di satu platform saja, popularitas kamu akan lebih cepat naik dan pemegang proyek-proyek besar jadi lebih tertarik untuk memilih kamu di antara ratusan (atau bahkan jutaan) freelancer lainnya. Bagaimana Cara Mendapatkan Gaji Tetap Lewat Kerja Freelance? Bedanya kerja freelance dan kerja kantoran adalah gaji yang tidak tetap. Hal ini ada plus minusnya. Risikonya, pendapatan perbulanmu bisa naik turun. Saat proyek sepi, bisa-bisa harus gali tabungan untuk menutupi biaya hidup sehari-hari. Tapi positifnya, pendapatanmu tidak terbatas. Dan kamu tidak perlu tunggu appraisal tahunan untuk bisa naik gaji. Seru, kan? Nah, untuk meminimalisasi risiko kerja freelance, kamu bisa ikuti langkah-langkah berikut: Utamakan profesionalitas Meskipun ini proyek freelance hanya merupakan proyek lepasan tanpa kontrak, bukan berarti kita bisa seenaknya dalam menyelesaikan pekerjaan. Utamakan sikap dan kinerja yang profesional selama proyek berlangsung. Jangan lupa, rating dari pemilik proyek berpengaruh besar terhadap naik turunnya popularitasmu di platform freelance. Kepuasan klien harus kamu utamakan, karena kemungkinan besar mereka akan menawarkan proyek jangka panjang. Selalu jadikan ini tujuan utama dalam mengerjakan setiap proyek. Selalu ambil tawaran proyek jangka panjang Di platform-platform seperti Freelancer, umumnya pemilik proyek menawarkan proyek jangka pendek di awal. Dari pengalaman pribadi saya, jika hasil kerja saya memuaskan, pemilik proyek tersebut akan menawarkan proyek jangka panjang atau repeat order. Jika kesempatan ini datang, jangan ragu untuk terima. Jangan fokus ke satu klien saja Meskipun satu klien menawarkan proyek jangka panjang yang menggiurkan, kamu harus bisa tentukan batasan-batasan agar kamu bisa mengalokasikan waktu untuk proyek lainnya. Kenapa? Namanya bisnis, pasti ada risiko rugi atau bankrut. Inilah risiko yang dihadapi pemilik proyek. Bisa saja tiba-tiba pemilik proyek A membatalkan perjanjian secara mendadak. Dengan memiliki lebih dari satu klien, setidaknya pendapatanmu hanya akan turun sedikit dan kamu tidak kehilangan sumber pendapatan secara mendadak. Saya sendiri sekarang handle proyek dari tiga klien tetap dan beberapa klien lepasan. Jadi jika satu klien membatalkan proyeknya, saya masih punya proyek lain untuk membiayai hidup sambil mencari proyek pengganti proyek yang batal tersebut. Alokasi waktu sesuai besaran proyek Setiap proyek punya budget masing-masing. Kadang ada proyek yang mengharuskan kamu untuk bekerja full time. Usahakan untuk menegosiasikan kuantitas output proyek yang lebih rendah agar kamu tidak perlu kerja full time. Dengan begitu, kamu bisa alokasikan waktu untuk proyek-proyek lainnya. Proyek mana yang harus kamu utamakan? Yang bayarannya paling besar, tentunya. Usahakan untuk membuat perjanjian pemutusan kontrak Di dunia freelance, kebanyakan pemilik proyek tidak menawarkan perjanjian atau kontrak. Tapi kalau kamu ditawari proyek jangka panjang, tidak ada salahnya kamu mengajukan perjanjian tertulis agar kamu terhindar dari pemutusan kontrak yang mendadak. Saya sarankan untuk mengajukan klausul pemberitahuan minimal satu bulan sebelum pemutusan kontrak. Tanya Jawab Soal Kerja Freelance Berapa gaji kerja freelance? Tergantung jenis pekerjaannya dan proyeknya. Saat pertama mulai menggarap proyek menulis, bayaran saya hanya 1 USD per satu artikel (1500 kata)! Tapi seiring berjalannya waktu dan naiknya popularitas saya di platform Freelancer, bayaran saya pun terus naik. Sekarang pendapatan saya sudah cukup untuk membiayai saya ngebolang ke negara-negara seperti Vietnam, Thailand, Chili, dan Kolombia. Pernah jadi korban penipuan waktu kerja freelance? Sayangnya, iya. Karena saya kurang hati-hati dalam memilih proyek dan memastikan proyek tersebut terpercaya. Untuk kamu yang tertarik memulai di platform Freelancer, tips menghindari penipuan ini akan saya bahas lengkap dengan video panduannya. Apa saya harus bisa bahasa Inggris untuk bisa jadi digital nomad? Tidak. Tapi kalau kamu bisa berbahasa Inggris, kamu akan mendapatkan lebih banyak peluang dan lebih banyak pilihan proyek yang bisa kamu garap. Sama halnya kalau kamu bisa bahasa asing lainnya, seperti Mandarin atau Jepang. Bisa minta nomor WA untuk tanya-tanya lebih lanjut? Untuk cari tahu soal pengalaman saya jadi digital nomad, silakan follow saya di Instagram: @rimba.bulibi. Kirim pesan melalui DM ya supaya bisa saya follow back! Punya pertanyaan lain yang belum terjawab? Silakan tinggalkan komentar di bawah ini. Atau gabung di Forum BuLiBi dan buat thread khusus dengan pertanyaanmu. Kamu juga bisa ikutan di grup Facebook Teman BuLiBi dan ajukan pertanyaanmu di sana! Ikuti bahasan Nomaden Series selanjutnya dengan jadi subscriber website BuLiBi. Kami akan mengirimkan email notifkasi langsung ke inbox-mu saat bahasan baru sudah terbit! (c) BuLiBi

  • Terbaik 13 Hotel Murah di Istanbul Turki

    Berbicara soal liburan ke Turki rasanya kurang apabila tidak memasukkan Istanbul ke dalam list. Selain indah, setiap sudut kota juga memberikan daya tarik dan kenyamanan tersendiri bagi traveler. Liburan ke Istanbul pun sekarang juga lebih terjangkau. Berbagai hotel murah di Istanbul Turki sudah dapat dengan mudahnya ditemukan di setiap sudut kota. Kawasan di Istanbul yang Terbaik Untuk Traveler Istanbul merupakan kota terbesar di Turki. Apabila Teman BuLiBi baru pertama kali ke Istanbul, kawasan Fatih dapat menjadi tempat menginap paling strategis. Fatih terbagi menjadi beberapa bagian, diantaranya Sultanahmet, Sirkeci, dan Beyazit. Wilayah Sultanahmet merupakan wilayah paling populer di Fatih bagi kalangan turis. Hal ini dikarenakan banyak tempat wisata dan situs sejarah yang terletak di Sultanahmet. Hagia Sophia, Masjid Sultan Ahmed, dan Menara Topkapi adalah beberapa contoh wisata di wilayah tersebut. Apabila kamu mencari hotel murah di Turki, Fatih punya banyak pilihan penginapan! Hotel murah yang tersedia pun cukup tersebar di berbagai wilayah. Kamu tinggal menyesuaikan itinerary dan suasana sekitar hotel yang kamu lebih suka. Selain Fatih, Beyoglu dapat menjadi kawasan terbaik lainnya untuk traveler. Kawasan-kawasan yang populer di Beyoglu adalah Galata, Taksim, dan Karakoy. Berbagai penginapan murah di Turki dapat ditemukan di wilayah-wilayah ini. Wilayah Galata cocok untuk kamu yang mencari nightlife di Istanbul. Sedangkan Taksim merupakan wilayah pusat yang strategis kalau kamu berencana bepergian ke berbagai tempat sekitar. Wilayah Karakoy dekat dengan beberapa rumah makan populer di Istanbul, salah satunya Karakoy Gulluoglu. Beberapa tempat wisata juga dapat ditemukan di Beyoglu, seperti Menara Galata dan Jalan Istikal. Berencana liburan dan mencari penginapan terjangkau di Istanbul Turki? Yuk, simak 13 rekomendasi hotel murah di Istanbul Turki bersama BuLiBi berikut ini! 13. Nika Otel & Cafe Salah satu hotel murah di Turki yang sangat colorful! Ruangan yang didominasi dengan berbagai warna pastel membuat penginapan ini menjadi lebih cantik. Nika Otel & Café berlokasi di kawasan Sultanahmet yang ramai dan strategis. Tak sulit mencari restoran di sekitar dan juga untuk mengunjungi beberapa tempat wisata di Sultanahmet. Memiliki suasana dan fasilitas menarik, biaya menginap di hotel ini cukup terjangkau. Tarif penginapan ini berada di kisaran 300.000 IDR untuk dua orang dan sudah termasuk sarapan. Variasi sarapan yang disediakan pun cukup lengkap dan lezat. Meskipun tidak terlalu besar, kamar hotel sangat nyaman dan bersih. Beberapa kamar pun menyediakan pemandangan Kota Istanbul yang sangat indah. Yang menarik dari hotel murah di Turki ini: Hotel ini berlokasi di belakang Masjid Sultan Ahmed, masjid besar yang menjadi ikon Kota Istanbul. Hotel hanya berjarak 1 kilometer menuju Grand Bazaar Istanbul. Tempat ini terkenal sebagai pusat perbelanjaan tertua di dunia. Hanya diperlukan 5 menit berjalan kaki untuk mencapai pemberhentian Trem Sultanahmet. Skor: 9,3 dari 256 ulasan. Cek tarif dan booking sekarang 12. Marmara Guesthouse Penginapan murah di Turki kali ini masih berlokasi di Sultanahmet. Marmara Guesthouse merupakan penginapan nyaman dan dilengkapi berbagai dekorasi yang membuatnya terlihat cantik. Penginapan ini sendiri dikelola oleh sebuah keluarga yang juga mengelola penginapan lain yaitu Saruhan Hotel. Biaya menginap di hotel ini sangat terjangkau! Tarif menginap dimulai dari 260.000 IDR untuk dua orang dan sudah termasuk sarapan. Variasi sarapan yang disediakan pun cukup banyak dan dibuat secara homemade. Marmara Guesthouse memiliki beberapa tipe kamar berkapasitas mulai dari dua hingga empat tamu. Penginapan ini juga menyediakan fasilitas seperti kopi dan teh secara gratis untuk tamu. Selain itu, fasilitas lain seperti room service dan minibar juga tersedia di Marmara Guesthouse. Yang menarik dari penginapan murah di Turki ini: Kamu hanya perlu berjalan kaki selama 7 menit untuk mencapai Hagia Sophia dan Masjid Sultan Ahmed! Marmara Guesthouse memiliki teras di rooftop di mana tamu dapat melihat view laut yang indah. Penginapan ini menyediakan jasa laundry dengan harga 3 EUR per kilogram. Skor: 9,2 dari 449 ulasan. Cek tarif dan booking sekarang 11. Basileus Hotel Basileus Hotel adalah tempat yang cukup populer apabila berbicara soal hotel murah di Istanbul Turki. Lokasi hotel juga cukup strategis dan berada di tengah kota. Teman BuLiBi dapat mengunjungi beberapa tempat wisata terkenal di Istanbul hanya dengan berjalan kaki. Hagia Sophia dan Masjid Sultan Ahmed, misalnya, dapat dicapai kurang dari 1 kilometer saja. Interior penginapan ini bernuansa klasik yang membuatnya terlihat sangat berkelas. Hotel bintang 3 ini memiliki tarif mulai dari 275.000 IDR per malam untuk dua orang. Pihak hotel juga menyediakan fasilitas sarapan yang cukup variatif. Fasilitas di hotel ini cukup beragam, beberapa diantaranya seperti laundry dan minibar. Semua staf di penginapan ini juga sangat ramah dan informatif. Yang menarik dari hotel murah di Turki ini: Hanya diperlukan 3 menit berjalan kaki menuju airport transfer terdekat yaitu Yume. Basileus Hotel menyediakan fasilitas ruang baca untuk sarana rekreasi tamu. Beberapa restoran populer di Istanbul dapat ditempuh dengan berjalan kaki dari penginapan ini. Salah satunya adalah Istanbul Anatolian Cuisine. Skor: 9,2 dari 908 ulasan. Cek tarif dan booking sekarang 10. Best Town Hotel Hotel murah di Istanbul Turki kali ini berlokasi di Wilayah Sirkeci. Lokasinya pun tidak terlalu jauh dari Taman Gulhane. Dari luar, Best Town Hotel terlihat seperti hotel sederhana pada umumnya. Namun, suasana tempo dulu sangat terasa ketika Teman BuLiBi memasuki hotel ini. Best Town Hotel dapat menjadi pilihan menginap kamu yang mencari penginapan terjangkau namun berkualitas. Per malam, tarif menginap di hotel ini dimulai dari 292.000 IDR saja untuk dua orang. Tarif tersebut juga sudah termasuk sarapan, loh! Variasi sarapan cukup beragam mulai dari sereal, buah-buahan, hingga beberapa hidangan khas Turki. Beberapa minuman seperti air mineral, kopi, dan teh, juga tersedia di hotel secara gratis. Best Town Hotel pun menempatkan restoran di rooftop dan memberikan view laut yang sangat indah. Yang menarik dari hotel murah di Turki ini: Lokasi Best Town Hotel dengan Istana Topkapi hanya berjarak sekitar 1 kilometer. Lokasi hotel sangat dekat dengan Stasiun Marmaray Sirkeci! Teman BuLiBi hanya perlu berjalan sejauh 75 meter. Salah satu restoran populer Istanbul, Cigkofteci Ali Usta, hanya berjarak sekitar 250 meter dari hotel. Skor: 8,7 dari 517 ulasan. Cek tarif dan booking sekarang 9. Madame Roza Melipir sedikit ke Wilayah Beyoglu, terdapat sebuah penginapan murah di Turki yang cukup menarik. Apabila berbicara soal penginapan dengan lokasi paling strategis, BuLiBi akan merekomendasikan Madame Roza. Terlebih jika kamu berniat untuk berburu kuliner di Istanbul. Sekitar 70 meter dari hotel, terdapat sebuah restoran populer yaitu Suat Usta Mersin Tantuni. Hafiz Mustafa, restoran terkenal yang menyajikan Baklava, juga hanya berjarak 600 meter dari hotel. Bahkan, pada lantai dasar hotel pun terdapat kedai kopi bernama Roza Café yang nyaman. Biaya menginap di hotel ini pun sangat terjangkau. Tarif per malam dimulai dari kisaran 260.000 IDR untuk dua orang. Kondisi kamar pun cukup luas, nyaman, dan juga bersih. Meskipun berada di lokasi pusat, suasana sekitar hotel cukup nyaman dan tidak berisik. Yang menarik dari penginapan murah di Turki ini: Teman BuLiBi hanya perlu berjalan kaki selama 7 menit untuk mencapai Taksim Metro Station. Jarak hotel menuju Madame Tussauds Istanbul hanya sekitar 250 meter. Kamu cukup berjalan kaki 3 menit saja dari hotel Hanya dibutuhkan waktu sekitar 10 menit dengan berkendara untuk mencapai Havabus Taksim. Terminal ini sendiri melayani transportasi menuju bandara. Skor: 9,4 dari 229 ulasan. Cek tarif dan booking sekarang 8. Sultanahmet Nu Hotel Sultanahmet Nu Hotel merupakan salah satu penginapan murah di Turki yang berlokasi di pusat Istanbul! Tak hanya dekat ke berbagai tempat wisata, beberapa restoran pun dapat ditemukan di sekitar hotel. Tarif penginapan ini sangat affordable mengingat lokasinya yang berada di pusat kota. Per malam, tamu hanya dikenakan tarif mulai dari 175.000 IDR untuk dua orang. Fasilitas yang diberikan hotel pun cukup lengkap. Tersedia TV di kamar hotel, kamar mandi dalam, dan juga peralatan mandi. Suasana hotel sangat nyaman dengan interior modern yang dipenuhi dengan furnitur bernuansa kayu. Selain itu, pada rooftop hotel tersedia restoran kecil. Lewat rooftop ini juga, Teman BuLiBi dapat melihat keindahan Kota Istanbul. View laut pun dapat terlihat dari rooftop hotel, loh! Yang menarik dari hotel murah di Turki ini: Jarak hotel hanya 5 menit berjalan kaki menuju Masjid Sultan Ahmed dan Hagia Sophia. Hanya diperlukan 2 menit berjalan kaki ke Theodosius Cistern. Teman BuLiBi hanya perlu berjalan kaki selama 10 menit menuju Grand Bazaar Istanbul. Skor: 8,9 dari 382 ulasan. Cek tarif dan booking sekarang 7. By Murat Royal Hotel Galata Salah satu hotel murah di Istanbul Turki yang menjadi rekomendasi BuLiBi. By Murat Royal Hotel Galata adalah hotel budget friendly yang berlokasi di Wilayah Galata, Beyoglu. Seperti namanya, interior hotel ini memberi kesan mewah layaknya berada di wilayah kerajaan. Meskipun begitu, tarif menginap di hotel ini tetap ramah di kantong! Per malam, tarif By Murat Royal Hotel Galata dimulai dari 230.000 IDR untuk dua orang. Tarif yang diberikan sangat sebanding dengan kenyamanan dan kualitas hotel. Selain tarifnya yang terjangkau, pihak hotel menyediakan fasilitas transportasi menuju bandara untuk tamu. By Murat Royal Hotel Galata menyediakan restoran di rooftop. Lewat rooftop ini, kamu dapat melihat pemandangan Kota Istanbul yang memukau! Yang menarik dari hotel murah di Turki ini: Hanya diperlukan berjalan kaki selama 2 menit untuk mencapai Menara Galata dari hotel ini, loh! Dengan berjalan kaki sejauh 500 meter, teman BuLiBi sudah sampai di Stasiun Metro Sishane. Jarak hotel hanya 10 menit berjalan kaki menuju Karakoy Gulluoglu, restoran baklava yang populer. Skor: 8,6 dari 338 ulasan. Cek tarif dan booking sekarang 6. April Hotel Hotel murah di Istanbul Turki ini memiliki interior yang sangat cantik! Dari luar, hotel terlihat hanya seperti bangunan sederhana berwarna coklat gelap. Namun, interior yang didominasi warna cerah ini membuat April Hotel terlihat sangat stylish! Penginapan ini sendiri berlokasi di wilayah yang tidak jauh dari Taman Kadirga. Beberapa tempat wisata seperti Masjid Sultan Ahmed dan Hagia Sophia dapat dicapai dengan mudah. Meskipun memiliki kesan stylish, tarif menginap di hotel ini tetap budget friendly. Per malam, tamu dikenakan tarif mulai dari 225.000 IDR untuk dua orang. Dengan tarif tersebut, Teman BuLiBi juga sudah bisa menikmati fasilitas sarapan yang cukup beragam, loh! Hotel juga menyediakan fasilitas dapur yang dapat digunakan oleh tamu. Yang menarik dari hotel murah di Turki ini: April Hotel memiliki perapian di ruang tengah yang sangat berguna ketika musim dingin. Hanya diperlukan 6 menit dengan berkendara menuju Grand Bazaar Istanbul dari hotel. Jarak hotel menuju Stasiun Marmaray Yenikapi juga sangat dekat. Teman BuLiBi hanya memerlukan 5 menit dengan berkendara untuk mencapai stasiun ini. Skor: 9,4 dari 171 ulasan. Cek tarif dan booking sekarang 5. Basilissis Hotel Hotel murah di Istanbul Turki kali ini berada tidak jauh dari Taman Gulhane. Basilissis Hotel merupakan penginapan sederhana dengan sentuhan interior modern yang nyaman. Meskipun berada di lokasi yang cukup ramai, kondisi sekitar hotel tetap kondusif dan tidak berisik. Kamar tidur dan kamar mandi hotel pun sangat bersih dan nyaman digunakan. Tarif menginap di hotel cukup terjangkau, yaitu sekitar 280.000 IDR untuk dua orang. Pihak hotel juga menyediakan sarapan yang cukup variatif. Salah satu nilai plus seputar Basilissis Hotel ada pada staf hotel. Mereka sangat profesional dan ramah. Para staf hotel bahkan merekomendasikan hal-hal apa saja yang menarik di Kota Istanbul pada traveler. Yang menarik dari hotel murah di Turki ini: Hanya dibutuhkan 5 menit berjalan kaki menuju tempat wisata populer di Istanbul yaitu Hagia Sophia! Teman BuLiBi berencana naik marmaray? Hanya diperlukan 10 menit berjalan kaki menuju Stasiun Marmaray Sirkeci dari hotel! Jarak hotel hanya 200 meter untuk mencapai Stasiun Trem Gulhane. Skor: 9,4 dari 405 ulasan. Cek tarif dan booking sekarang 4. Ottopera Hotel Salah satu penginapan rekomendasi BuLiBi yang berada di Wilayah Taksim, Beyoglu. Hotel kecil ini dipadu dengan beberapa warna cerah yang membuatnya terlihat colorful. Ottopera Hotel dapat menjadi pilihan hotel murah di Istanbul Turki dengan lokasi terjangkau. Pengunjung dikenakan tarif sekitar 212.000 IDR untuk dua orang. Kalau kamu memilih tarif lengkap dengan sarapan, biaya yang harus kamu keluarkan dimulai dari 252.000 IDR untuk dua orang. Beberapa kamar berlokasi di lantai paling bawah atau basement. Jadi, Teman BuLiBi jangan salah memilih tipe kamar apabila berencana menginap di sini, ya! Meskipun begitu, kamar hotel tetap memiliki suasana modern dan sangat dijaga kebersihannya. Ottopera Hotel juga memiliki beberapa fasilitas, salah satunya adalah jasa laundry. Yang menarik dari hotel murah di Turki ini: Hanya dibutuhkan waktu sekitar 6 menit berjalan kaki untuk mencapai Stasiun Metro Taksim dari hotel. Teman BuLiBi dapat mencapai Havabus Taksim kurang dari 5 menit apabila berkendara. Havabus sendiri adalah sarana transportasi menuju bandara. Hanya dibutuhkan waktu sekitar 10 menit berkendara untuk mencapai berbagai tempat wisata di Beyoglu. Beberapa tempat wisata tersebut diantaranya Menara Galata dan Jalan Istikal. Skor: 8,9 dari 367 ulasan. Cek tarif dan booking sekarang 3. Kadirga Studios Teman BuLiBi berencana liburan ke Istanbul dalam jumlah banyak? Penginapan murah di Turki ini dapat menjadi pilihan terbaik. Kadirga Studios adalah hotel dengan harga terjangkau yang berlokasi di Beyazit, tidak jauh dari Sultanahmet. Sesuai namanya, hotel ini berlokasi di seberang Taman Kadirga. Memiliki kamar yang luas, Kadirga Studios dapat menampung mulai dari tiga hingga lima kapasitas tamu. Tarif yang dikenakan hotel ini pun sangat terjangkau. Per malam, Teman BuLiBi hanya perlu membayar mulai dari 224.000 IDR untuk tiga orang. Selain terjangkau, suasana hotel ini juga sangat nyaman. Ruangan hotel didominasi oleh warna monokrom yang terlihat modern. Selain itu, staf hotel juga sangat ramah kepada tamu. Yang menarik dari penginapan murah di Turki ini: Teman BuLiBi hanya membutuhkan waktu sekitar 5 menit berkendara menuju Stasiun Marmaray Yenikapi. Jarak hotel hanya sekitar 650 meter dari Grand Bazaar Istanbul. Hanya dibutuhkan 5 menit berkendara atau 10 menit jalan kaki menuju Masjid Sultan Ahmed. Teman BuLiBi mencari airport transfer? Hanya diperlukan 5 menit berkendara menuju Yume Airport Transfer. Skor: 9,2 dari 116 ulasan. Cek tarif dan booking sekarang 2. The Pera Hotel Hotel murah di Turki kali ini adalah The Pera Hotel yang berlokasi di Galata, Beyoglu. Dari luar, bangunan hotel ini terlihat lebih tinggi daripada bangunan-bangunan di sekitarnya. Lokasi hotel pun tidak jauh dari Menara Galata, kamu hanya perlu berjalan kaki sekitar 5 menit untuk sampai ke situs tersebut. Selain itu, mudah sekali untuk mencari rumah makan di sekitar hotel ini. The Pera Hotel memberikan kesan luxurious dan stylish lewat interiornya yang didominasi variasi warna kayu. Meskipun begitu, teman BuLiBi tidak perlu merogoh kocek lebih untuk menginap di sini. Tarif per malam untuk The Pera Hotel dimulai dari 211.000 IDR untuk dua orang. Beberapa kamar di hotel ini memiliki view laut yang indah. Kamar hotel sendiri cukup luas dan juga sangat bersih. Yang menarik dari hotel murah di Istanbul Turki ini: Teman BuLiBi hanya membutuhkan 4 menit dengan berjalan kaki menuju Stasiun Metro Sishane. Lokasi hotel sangat dekat dengan Istanbul Modern Museum, hanya dibutuhkan 2 menit dengan berjalan kaki. Jarak hotel hanya sekitar 10 menit apabila berjalan kaki menuju Jalan Istikal yang populer. Skor: 8,5 dari 566 ulasan. Cek tarif dan booking sekarang 1. Tulip Guesthouse Teman BuLiBi mencari penginapan di sekitar Sultanahmet dengan view yang indah? Tulip Guesthouse dapat menjadi pilihan terbaik! Penginapan murah di Turki ini berlokasi di tempat strategis dan nyaman. Bangunan penginapan terlihat cerah dengan sentuhan warna kuning pastel. Dari beberapa kamar, Teman BuLiBi dapat melihat view Laut Marmara yang indah. View ini juga dapat dilihat dari rooftop, loh! Kamu hanya perlu merogoh kocek sekitar 214.000 IDR per malam untuk dua orang. Tarif ini juga sudah termasuk sarapan. Kamar penginapan di Tulip Guesthouse tidak terlalu luas namun bersih dan sangat nyaman. Pelayanan yang diberikan oleh staf penginapan ini juga sangat memuaskan. Staf Tulip Guesthouse sangat welcoming, ramah, dan memberi arahan seputar liburan di Istanbul. Yang menarik dari hotel murah di Istanbul Turki ini: Teman BuLiBi hanya perlu 10 menit dengan berjalan kaki menuju pemberhentian Trem Sultanahmet. Jarak hotel ke Masjid Sultan Ahmed sangat dekat, hanya sekitar 5 menit dengan berjalan kaki. Pihak hotel menyediakan jasa jemput dari bandara. Skor: 9,1 dari 450 ulasan. Cek tarif dan booking sekarang Kegiatan Liburan Wajib di Istanbul Istanbul terkenal dengan bangunan bersejarah dan juga budayanya. Kedua tempat wisata terkenal seperti Hagia Sophia dan Masjid Sultan Ahmed adalah ikon kota ini. Masjid Sultan Ahmed sendiri juga dikenal dengan sebutan Blue Mosque. Kedua tempat ini tidak boleh dilewatkan, apalagi buat kamu yang baru pertama kali ke Istanbul. Lokasinya yang berdekatan semakin memudahkan kamu untuk mengunjungi kedua tempat ini sekaligus. Bangunan-bangunan bersejarah lain yang tidak kalah menarik diantaranya Istana Topkapi, Basilica Cistern, dan Menara Galata. Selain itu, liburan ke Istanbul juga belum lengkap tanpa berkunjung ke Grand Bazaar Istanbul. Tempat perbelanjaan ini merupakan salah satu pasar terbesar dan tertua di dunia, loh! Lebih dari dari 3.000 toko tersedia di tempat ini. Selain menikmati banyak tempat wisata indah, kulineran juga merupakan kegiatan liburan wajib di Istanbul! Salah satu hidangan yang tidak boleh dilewatkan selagi liburan di Istanbul adalah Turkish Baklava, apalagi kalau kamu suka hidangan manis. Makanan khas Turki ini memang sudah dapat dengan mudah kita temukan di mana-mana. Tapi, Turkish Baklava yang langsung kamu nikmati di Istanbul pasti tidak tertandingi rasanya. Beberapa restoran di Istanbul dengan Turkish Baklava terbaik diantaranya Karakoy-Gulluoglu, Koskeroglu, dan Hafiz Mustafa. Berikut adalah beberapa kegiatan seru yang wajib dilakukan selama liburan ke Istanbul. Jangan lupa juga untuk membaca tips liburan ke Turki terlebih dahulu agar liburanmu semakin menarik! (c) BuLiBi [Kontibutor: Amanda Trinita] Baca cerita BuLiBi soal: Nomaden Series - Semua Tentang Slow Traveling Makam Kaisar Tu Duc Di Hue, Vietnam 6 Negara Asia Yang Aman Untuk Solo Traveling Setelah Pandemi Cari hotel di Istanbul lainnya:

  • Daftar Museum di Jakarta untuk Kamu yang Suka Museum-Hopping!

    Menghabiskan waktu beberapa hari di Ibukota? Banyak museum di Jakarta yang menarik dan dapat Teman BuLiBi kunjungi! Kota yang dahulu bernama Batavia ini merupakan saksi bisu banyak kejadian bersejarah di Indonesia. Tak heran, banyak peninggalan sejarah dapat dengan mudahnya ditemukan di kota ini. Peninggalan-peninggalan tersebut kemudian sebagian dikumpulkan dalam atau dibentuk menjadi sebuah museum. Tak hanya peninggalan sejarah, museum di Jakarta sangat variatif. Mulai dari museum koleksi perusahaan, koleksi pribadi, sampai museum seputar variasi jenis sebuah barang. Beberapa museum seperti Museum Nasional dan Museum Fatahillah di Kota Tua mungkin cukup terkenal. Namun, masih banyak museum di Jakarta lainnya yang tidak kalah menarik. Beberapa nama museum mungkin tidak asing didengar. Ada pula beberapa museum yang dapat dikatakan sebagai hidden gem, loh! Mengunjungi beberapa museum di Jakarta merupakan pilihan liburan yang menyenangkan. Museum apa saja ya, yang menarik untuk dikunjungi? Yuk, simak lima museum di Jakarta berikut ini! Museum Kebangkitan Nasional: Salah Satu Museum di Jakarta Seputar Sejarah Indonesia yang Lengkap Ketika belajar sejarah di bangku sekolah dulu, Teman BuLiBi pasti pernah mendengar seputar sekolah STOVIA. Salah satu museum di Jakarta yang membicarakan perjalanan sekolah kedokteran ini adalah Museum Kebangkitan Nasional. Museum Kebangkitan Nasional sendiri pun dahulunya adalah gedung sekolah STOVIA. Museum ini terletak di Jalan Abdul Rahman Saleh No. 26, Senen, Jakarta Pusat. Sekolah ini dahulu juga disebut sebagai Sekolah Dokter Bumiputera. Museum yang identik dengan tanggal 20 Mei tersebut cukup luas dan terdiri dari tujuh ruangan. Lewat Museum Kebangkitan Nasional, Teman BuLiBi dapat mempelajari banyak hal. Hal ini karena museum di Jakarta ini sering disebut sebagai museum dalam museum. Museum Awal Pergerakan Nasional, Pergerakan Awal Budi Fonds, sampai Ruang Pers, semua ada di sini. Selain itu, museum ini juga menyediakan perpustakaan kecil dekat pintu masuk. Sama seperti museum pada umumnya, Museum Kebangkitan Nasional beroperasi mulai hari Selasa hingga Minggu. Biaya masuknya pun terjangkau. Wisatawan lokal anak-anak dikenakan biaya Rp1.000 dan Rp2.000 untuk wisatawan lokal dewasa. Sedangkan wisatawan asing dikenakan biaya Rp10.000 saja. Museum di Tengah Kebun: Hidden Gem di Selatan Jakarta Kali ini, museum di Jakarta yang akan dibahas adalah museum dengan konsep unik. Museum ini adalah Museum di Tengah Kebun. Sesuai namanya, museum ini seperti oase di padang pasir. Di tengah hiruk pikuk ibukota, Teman BuLiBi dapat menemukan museum dengan suasana yang asri. Museum ini sendiri berlokasi di Jalan Kemang Timur No. 66, Jakarta Selatan. Tampak dari luar, bangunan ini tak terlihat seperti museum. Masuk ke salah satu museum di Jakarta ini tidak dikenakan biaya. Satu hal yang sulit untuk masuk ke museum ini adalah Teman BuLiBi harus dating bersama rombongan. Rombongannya pun paling sedikit 7 orang dan maksimal 12 orang. Waktu berkunjung juga menggunakan sistem booking dan harus didiskusikan terlebih dahulu dengan pihak museum. Biasanya, museum hanya menerima pengunjung di hari Sabtu dan Minggu. Hal ini dikarenakan museum adalah rumah milik Sjahrial Djalil dan semua barang adalah koleksi pribadinya. Perlu berkeliling dunia sebanyak 26 kali selama 42 tahun untuk mengumpulkan semua koleksi museum ini. Hal inilah yang membuat mengapa peraturan di Museum di Tengah Kebun cukup ketat. Museum Antara: Museum untuk Photography Enthusiasts Siapa yang tidak tahu media Antara? Media ini merupakan salah satu kantor berita milik Pemerintah Indonesia. Kantor Berita Antara ternyata memiliki museum bernama Museum dan Galeri Foto Jurnalistik Antara. Salah satu museum di Jakarta ini dapat menjadi pilihan kunjungan. Museum ini berada di Bilangan Pasar Baru, yang letaknya dekat dengan pintu masuk Pasar Baru. Suasana tempo dulu masih terasa kental ketika berkunjung ke museum di Jakarta ini. Hal ini dikarenakan bangunan museum yang masih lekat dengan tema kolonial Belanda. Museum di Jakarta ini juga cocok untuk Teman BuLiBi yang suka dengan fotografi. Banyak koleksi foto baik itu dari fotografer Antara, fotografer nasional, maupun internasional di museum ini. Selain itu, tak jarang lokasi ini digunakan untuk pertemuan komunitas fotografi. Museum Antara berlokasi di Jalan Antara No. 59, Pasar Baru, Jakarta Pusat. Lokasi Museum Antara tidak jauh dari Stasiun Juanda dan berada di seberang Gedung Kesenian Jakarta. Sama dengan museum lainnya, museum ini tutup pada Senin dan buka mulai Selasa hingga Minggu. Berkunjung ke Museum dan Galeri Foto Jurnalistik Antara tidak dikenakan biaya. Museum Layang-Layang: Museum di Jakarta yang Memanjakan Mata Melipir sedikit ke wilayah Selatan, tepatnya Pondok Labu, Teman BuLiBi akan menemukan Museum Layang-Layang. Museum ini terbilang cukup baru dibanding museum lainnya karena baru diresmikan sejak 2003. Museum ini terletak di Jalan H. Kamang No. 38, Pondok Labu, Jakarta Selatan. Museum di Jakarta ini pernah mendapatkan Rekor MURI dengan layang-layang terbesar di Indonesia. Layang-layang tersebut bernama Megaray dengan ukuran 9 x 26 meter. Museum ini merupakan museum yang kids friendly. Hal ini karena anak-anak dapat belajar membuat layang-layang dan bahkan mendekorasi sendiri layang-layangnya. Tak hanya seputar dunia layang-layang di Indonesia, museum ini juga memiliki koleksi dari luar negeri. Koleksi dari Belanda dan Cina, misalnya. Masuk ke museum di Jakarta ini, pengunjung diwajibkan membayar tiket masuk sebesar Rp15.000. Bagi anak-anak yang ingin membuat layang-layang dikenakan biaya tambahan. Biayanya juga variatif, misalnya melukis layang-layang polyester kecil, topeng, dan atau wayang, dikenakan biaya Rp50.000. Melukis kipas dan atau T-Shirt dikenakan biaya Rp70.000. Sedangkan, melukis keramik dikenakan biaya Rp75.000 dan melukis payung dikenakan biaya Rp100.000. Museum Sasmita Loka Ahmad Yani: Kediaman Salah Satu Pahlawan Revolusi yang Kini Jadi Museum Kembali ke wilayah pusat, persisnya di daerah Menteng, terdapat salah satu museum seputar satu pahlawan revolusi. Tampak dari luar, museum di Jakarta ini mungkin terlihat seperti rumah sederhana lainnya. Hal yang membuat museum di Jakarta ini berbeda adalah patung sang pahlawan yang terlihat berdiri besar. Museum di Jakarta ini merupakan museum yang membicarakan seputar Panglima Jenderal Ahmad Yani. Museum ini merupakan kediaman Jenderal Ahmad Yani dan tempat di mana sang jenderal dahulu ditembak. Tak ada yang diubah ketika berbicara mengenai isi salah satu museum di Jakarta ini. Semua barang masih diletakkan di tempat yang sesuai sejak rumah tersebut ditinggal sang jenderal. Satu hal yang ditambahkan adalah pengingat letak persis di mana sang jenderal ditembak. Tak hanya itu, bekas peluru yang tembus di beberapa tempat pun masih diperlihatkan kepada pengunjung. Berkunjung melihat saksi bisu sejarah ini tidak dikenakan biaya alias gratis. Museum Sasmita Loka Ahmad Yani buka setiap hari kecuali Senin dan hari libur nasional. Museum ini beroperasi mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. Salah satu museum di Jakarta ini berlokasi di Jalan Lembang No. 67, Menteng, Jakarta Pusat. Berikut adalah lima museum di Jakarta yang harus Teman BuLiBi kunjungi! Kamu mungkin dapat menambah beberapa list museum di Jakarta ke dalam itinerary liburan. Hal ini karena selain menjadi sarana rekreasi, berkunjung ke museum saat liburan juga dapat menambah wawasan. Selain manfaat tersebut, banyak museum di Jakarta yang juga memiliki harga sangat terjangkau. Museum di Jakarta juga dirawat sehingga tidak memberikan kesan yang menyeramkan. Beberapa museum di Jakarta ini secara tidak langsung juga memanjakan mata. Dari kelima museum di Jakarta tersebut, mana yang paling menarik perhatianmu? Apapun itu, jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan museum, ya! Patuhi juga aturan yang diselenggarakan oleh pihak museum. © BuLiBi – [Kontributor: Amanda Trinita | Editor: Karina Ovelia] Terima kasih telah mampir dan membaca! Jangan lupa untuk share di media sosialmu, ya! Baca juga: 6 Negara Asia Yang Aman Untuk Solo Traveling Setelah Pandemi Tips Liburan #3: Kerja Freelance Biar Bisa Liburan Kapan Saja

  • Terbaik 13 Hotel Murah di Jogja

    Tempat wisata di Jogja selalu mengalami perkembangan. Hal ini kemudian membuat banyaknya wisatawan baik lokal maupun mancanegara tak bosan berkunjung ke Jogja. Apalagi liburan ke Jogja semakin hari semakin terjangkau. Bahkan, kini cukup banyak hotel murah di Jogja dengan kolam renang yang dapat kamu temui loh! Kawasan di Jogja yang Terbaik Untuk Traveler Berbicara soal kawasan terbaik di Jogja, Malioboro memang selalu menjadi jawabannya. Hal ini tak hanya berlaku untuk traveler yang baru pertama kali liburan ke kota ini. Selain menjadi pusat kota dan perbelanjaan, Kawasan Malioboro memudahkan kamu untuk pergi ke berbagai tempat wisata lainnya. Berbagaiotel murah di Jogja dekat Malioboro pun sangat mudah ditemukan. Selain Malioboro, kamu bisa melipir ke Prawirotaman yang juga tidak kalah populer. Di sini tempatnya kamu makan enak di restoran cantik dan Instagramable. Selain itu hotel murah di Jogja terpopuler Kota Yogyakarta Daerah Istimewa Yogyakarta juga banyak ditemukan di Prawirotaman. Teman BuLiBi berencana ke wilayah selatan namun tetap tidak jauh dari pusat kota? Prawirotaman juga dapat menjadi lokasi terbaik. Selain kondisi hotel dan lokasi, terkadang beberapa traveler mencari fasilitas rekreasi pada sebuah hotel. Salah satu sarana rekreasi umum yang ada di hotel adalah kolam renang. Namun, hotel dengan kolam renang biasanya identik dengan tarif menginap yang mahal. Worry not karena sudah banyak hotel murah di Jogja dengan kolam renang yang bisa kamu kunjungi! Selain ramah di kantong, hotel-hotel ini pun berada di lokasi yang sangat strategis. Yuk, simak rekomendasi Tim BuLiBi tentang 13 hotel murah di Jogja berikut ini! 13. Nextdoor Homestay Nextdoor Homestay merupakan salah satu hotel murah di Jogja terpopuler Kota Yogyakarta Daerah Istimewa Yogyakarta. Penginapan ini memiliki konsep yang cukup unik, yaitu rumah seni dengan nuansa alam yang nyaman. Beberapa kamar memiliki dinding dengan dekorasi bergaya unfinished. Nextdoor Homestay cocok bagi Teman BuLiBi yang mencari ketenangan. Hal ini dikarenakan selain suasana penginapan yang mendukung, tiap kamar hotel tidak disediakan TV. Teman BuLiBi juga perlu berjalan kaki menyusuri gang sejauh 100 meter untuk mencapai Nextdoor Homestay. Meskipun begitu, kondisi kamar sangat nyaman dan kamar hotel pun sangat bersih. Tertarik untuk menginap di Nextdoor Homestay? Per malam, tamu dikenakan tarif 250.000 IDR untuk dua orang dan sudah termasuk sarapan. Yang menarik dari hotel murah di Jogja ini: Teman BuLiBi dapat pergi ke Taman Sari hanya dengan 8 menit berkendara dari hotel ini. Pihak homestay dapat membantu traveler untuk booking beberapa kegiatan liburan di Jogja, loh! Tak butuh waktu lama untuk mencapai Alun-Alun Selatan (Kidul) Jogja. Teman BuLiBi hanya perlu berkendara selama 6 menit dari Nextdoor Homestay. Skor: 9,3 dari 810 ulasan. Cek tarif dan booking sekarang 12. Puri Artha Hotel Hotel murah di Jogja terpopuler Kota Yogyakarta Daerah Istimewa Yogyakarta kali ini berlokasi di Demangan. Puri Artha Hotel cocok bagi Teman BuLiBi yang mencari hotel yang kental dengan budaya lokal. Dekorasi khas Jawa dan Bali yang berada di berbagai sudut hotel memberikan pengalaman menginap yang menarik. Berbagai ornamen kayu juga turut mendominasi interior hotel ini. Belum lagi, alunan gamelan yang merdu membuat suasana tradisional di hotel ini semakin terasa. Tak perlu merogoh kocek lebih dalam untuk menginap di Puri Artha Hotel. Tarif menginap sangat sebanding dengan fasilitas dan juga lokasi yang strategis. Per malam, tarif menginap dimulai dari 284.000 IDR untuk dua orang dan belum termasuk sarapan. Yang menarik dari hotel murah di Jogja ini: Puri Artha Hotel memiliki fasilitas spa yang sangat berkualitas. Teman BuLiBi mencari mall terdekat dari hotel? Hanya dibutuhkan 3 menit dengan berkendara menuju Plaza Ambarrukmo! Lokasi hotel cukup dekat dengan Stasiun Lempuyangan. Teman BuLiBi hanya perlu 10 menit berkendara untuk mencapai stasiun ini. Skor: 8,2 dari 770 ulasan. Cek tarif dan booking sekarang 11. OYO 194 Hotel Sapta Gria Hotel murah di Jogja dengan kolam renang kali ini berlokasi di jalan besar yaitu Jalan Jendral Sudirman. Hotel Sapta Gria bekerja sama dengan OYO dalam menyediakan fasilitas penginapan ini. Selain berlokasi di tempat yang strategis, kamu bisa dengan mudah menemukan kedai kopi, rumah makan, hingga ATM di sekitar hotel. Tarif menginap di hotel ini pun sangat terjangkau, yaitu sekitar 142.000 IDR untuk dua orang. Tarif yang diberikan sangat sebanding dengan kualitas yang ada. Konsep hotel ini pun sederhana layaknya di rumah sendiri dan juga sangat nyaman. Kamar hotel pun cukup luas dan sangat bersih. Selain itu, suasana hotel tetap kondusif meskipun berada di wilayah yang cukup ramai. Yang menarik dari hotel murah di Jogja dengan kolam renang ini: Teman BuLiBi cukup menempuh waktu selama 5 menit dengan berkendara untuk mencapai Stasiun Lempuyangan. Tahu Lupis Mbah Satinem yang legendaris dan populer? Teman BuLiBi hanya perlu berkendara selama 5 menit dari hotel untuk mencicipi hidangan tersebut! Hanya dibutuhkan waktu 12 menit dengan berkendara untuk mencapai Bandara Adi Sutjipto dari hotel ini. Skor: 8,2 dari 239 ulasan. Cek tarif dan booking sekarang 10. Hotel Bladok Yogyakarta Teman BuLiBi sedang mencari hotel murah di Jogja dekat Malioboro? Hotel Bladok Yogyakarta dapat menjadi salah satu pilihan terbaik. Berlokasi di Jalan Sosrowijayan, Teman BuLiBi hanya perlu berjalan kaki untuk mencapai Malioboro. Hotel ini memiliki tarif yang sangat ramah di kantong mengingat lokasinya yang dekat dengan Malioboro. Tarif menginap di hotel ini dimulai dari 250.000 IDR untuk dua orang. Jenis kamar yang tersedia dengan tarif ini adalah Economy Room atau tanpa AC. Meskipun begitu, pihak hotel tetap menyediakan kipas angin. Selain lokasinya yang strategis, fasilitas di hotel ini juga cukup terjangkau. Kamar tidur pun cukup luas dan sangat nyaman. Fasilitas seperti kolam renang juga tersedia di Hotel Bladok Yogyakarta. Yang menarik dari hotel murah di Jogja dekat Malioboro ini: Teman BuLiBi hanya perlu berjalan kaki selama 10 menit untuk mencapai Stasiun Tugu dari hotel. Salah satu kuliner legendaris dan populer yaitu Gudeg Mbah Lindu berlokasi dekat dari hotel ini! Hanya diperlukan jalan kaki selama 2 menit karena lokasinya pun berada di Jalan Sosrowijayan. Lokasi hotel juga dekat dengan salah satu restoran mie terkenal, yaitu Yammie Pathuk. Teman BuLiBi hanya perlu berjalan kaki selama 8 menit untuk mencapai lokasi tersebut. Skor: 8,3 dari 470 ulasan. Cek tarif dan booking sekarang 9. Yez Yez Yez All Good Hotel Salah satu hotel yang cukup unik dan memberikan pengalaman menarik lewat suasana hotel yang hippie. Yez Yez Yez All Good Hostel terlihat cukup berbeda dari penginapan kebanyakan. Tarif per malam pun sangat terjangkau. Hostel ini menyediakan jenis kamar dormitory dan privat. Kamar dormitory sendiri memiliki tarif mulai dari 65.000 IDR per malam. Sedangkan, kamar privat memiliki tarif mulai dari 150.000 IDR per malam untuk dua orang. Kamar privat pun ada yang memiliki kamar mandi pribadi ataupun shared bathroom. Kamar penginapan tidak menyediakan AC namun tersedia kipas angin. Pemilik dan staf Yez Yez Yez All Good Hostel juga sangat baik. Selain ramah, pemilik dan staf penginapan ini juga sangat bersahabat. Biasanya, hotel murah di Jogja dengan kolam renang ini sering dikunjungi oleh wisatawan mancanegara. Yang menarik dari hotel murah di Jogja dengan kolam renang ini: Sekeliling penginapan dipenuhi dengan berbagai graffiti yang sangat unik. Bahkan, di dalam kolam renang pun terlihat beberapa graffiti. Penginapan ini menyediakan beberapa fasilitas rekreasi, dari bar, hammock, hingga perpustakaan mini. Lokasi penginapan berada di Jalan Prawirotaman, di mana berbagai rumah makan dapat ditemukan. Viavia Jogja dan Tempo Gelato adalah beberapa restoran populer yang berada di jalan ini. Skor: 8,7 dari 699 ulasan. Cek tarif dan booking sekarang 8. Puri Pangeran Hotel Yogyakarta Hotel murah di Jogja dekat Malioboro ini berlokasi di tengah kota dan memiliki suasana sejuk! Teman BuLiBi dapat mengunjungi berbagai tempat wisata di Jogja dengan mudah dari hotel ini. Lokasi hotel sendiri sangat dekat dengan Keraton Pakualaman. Puri Pangeran Hotel Yogyakarta memberikan pengalaman menginap dengan suasana tenang di sekeliling hotel. Selain memiliki taman yang cukup luas, arsitektur hotel bernuansa tradisional Jawa membuatnya sangat asri. Fasilitas rekreasi seperti kolam renang juga tersedia di hotel ini. Biaya menginap di hotel ini juga sangat terjangkau. Tamu hanya dikenakan tarif mulai dari 242.000 IDR untuk dua orang. Tarif tersebut juga sudah termasuk sarapan, loh! Variasi sarapan yang diberikan hotel pun cukup beragam. Pelayanan yang diberikan para staf di Puri Pangeran Hotel Yogyakarta juga sangat berkualitas. Yang menarik dari hotel murah di Jogja dekat Malioboro ini: Teman BuLiBi hanya perlu memakan waktu selama 5 menit dengan berkendara menuju Malioboro. Tersedia fasilitas salon dan spa di Puri Pangeran Hotel, loh! Lokasi hotel sangat dekat dengan Stasiun Lempuyangan. Hanya diperlukan waktu 5 menit berkendara menuju stasiun tersebut! Skor: 8,1 dari 673 ulasan. Cek tarif dan booking sekarang 7. Kusuma Syariah Hotel Yogyakarta Melipir sedikit ke Wilayah Sleman, terdapat sebuah hotel di Jogja dengan kolam renang yang nyaman. Kusuma Syariah Hotel dapat menjadi pilihan menginap Teman BuLiBi yang hendak singgah di wilayah ini. Hotel ini biasanya dikunjungi oleh keluarga. Kamar hotel pun tersedia mulai dari kapasitas dua hingga empat tamu dengan jenis kamar family room. Tarif menginap di hotel ini dimulai dari IDR 177.000 untuk dua orang, sangat murah kan? Tarif tersebut juga sudah termasuk dengan sarapan lho! Meskipun tergolong low budget, kualitas dan fasilitas yang diberikan Kusuma Syariah Hotel sangat baik. Hotel pun berkonsep seperti rumah sehingga suasana homey sangat terasa di penginapan ini. Selain itu, kondisi kamar pun sangat bersih dan cukup spacious untuk kapasitas banyak. Yang menarik dari hotel murah di Jogja ini: Jarak hotel sangat dekat dengan Jogja Bay Pirates Adventure Waterpark. Hanya membutuhkan waktu 6 menit dengan berkendara untuk mencapai tempat wisata tersebut. Hanya dibutuhkan waktu 10 menit dari hotel untuk mencapai Jalan Kaliurang. Jalan besar ini terkenal memiliki banyak rumah makan yang populer, loh! Tak perlu waktu lama untuk mencapai Bandara Adisutjipto. Teman BuLiBi hanya perlu berkendara selama 12 menit untuk mencapai lokasi tersebut. Skor: 8,5 dari 149 ulasan. Cek tarif dan booking sekarang 6. Prambanan Guesthouse Prawirotaman merupakan kawasan populer untuk traveler, baik itu lokal maupun mancanegara, karenanya ada banyak penginapan yang bisa kamu temukan di daerah ini. Untuk Teman BuLiBi yang mencari hotel murah di Jogja dengan kolam renang, kamu bisa pergi ke Prambanan Guesthouse. Fasilitas kolam renang di penginapan ini juga tergolong bersih dan luas. Prambanan Guesthouse menawarkan tarif mulai dari 130.000 IDR per malam berlaku untuk dua orang. Tipe kamar sendiri bervariasi, mulai dari Economy Room tanpa AC hingga Superior Room dengan AC. Suasana hotel sangat tenang dan nyaman meskipun berada di kawasan yang ramai. Selain itu, kamar juga cukup spacious, nyaman, dan juga bersih. Yang menarik dari hotel murah di Jogja dengan kolam renang ini: Pihak Prambanan Guesthouse menyediakan fasilitas rental motor. Teman BuLiBi hanya perlu berkendara selama 10 menit dari hotel untuk mencapai Malioboro. Berlokasi di Jalan Prawirotaman, penginapan ini dikelilingi banyak tempat nongkrong menarik. Terdapat Arkadia Communal Space di sebelah hotel yang memiliki beberapa kedai kopi dan rumah makan. Skor: 8,6 dari 201 ulasan. Cek tarif dan booking sekarang 5. Duta Guesthouse Duta Guest House adalah hotel murah di Jogja dengan kolam renang yang berada di Prawirotaman. Suasana tempo dulu sangat terasa di penginapan ini, terlihat dari interior sampai ornamen di sekeliling. Penginapan ini juga dilengkapi taman yang cukup luas dan asri. Salah satu poin menarik seputar guest house ini adalah menyediakan kamar tanpa AC. Cocok bagi Teman BuLiBi yang tidak masalah dengan kamar yang hanya menggunakan kipas angin. Guest house ini juga menyediakan kamar dormitory dengan tipe bulk bed. Tarif per malam untuk kamar tipe ini dimulai dari 114.000 IDR saja untuk dua orang. Sedangkan, kamar dengan AC memiliki tarif mulai dari 200.000 IDR untuk dua orang. Pihak hotel juga menyediakan fasilitas berupa sarapan dalam bentuk prasmanan. Yang menarik dari hotel murah di Jogja ini: Teman BuLiBi hanya memerlukan 10 menit dengan berkendara untuk sampai di Taman Sari, loh! Salah satu restoran populer di Jalan Prawirotaman, Viavia Jogja, berlokasi di sebelah Duta Guest House! Lokasi hotel juga terjangkau dari Malioboro. Teman BuLiBi cukup meluangkan waktu selama 10 menit dengan berkendara untuk mencapai lokasi tersebut. Skor: 8,1 dari 580 ulasan. Cek tarif dan booking sekarang 4. D'Salvatore Art and Boutique Hotel Salah satu hotel murah di Jogja terpopuler Kota Yogyakarta Daerah Istimewa Yogyakarta di kawasan strategis. D’Salvatore Art dan Boutique Hotel berlokasi di jalan besar yaitu Jalan Laksda Adisucipto. Dari luar, bangunan hotel ini tampak menyerupai istana dengan dominasi warna putih. Begitu juga pada interior hotel yang terlihat berkelas. Hotel ini memang terlihat mewah, namun tarif yang dikeluarkan hotel tetap ramah di kantong. Tarif menginap untuk dua tamu dimulai dari 211.000 IDR per malam. Selain budget friendly dan lokasi strategis, fasilitas yang diberikan hotel cukup lengkap dan berkualitas. Kamar hotel sangat nyaman, cukup luas, dan juga bersih. D’Salvatore Art and Boutique Hotel juga dilengkapi dengan kolam renang sebagai sarana rekreasi tamu. Yang menarik dari hotel murah di Jogja ini: Jarak hotel sangat dekat dengan Bandara Adisutjipto. Teman BuLiBi hanya perlu 3 menit dengan berkendara untuk sampai di bandara. Hanya dengan 20 menit berkendara, teman BuLiBi dapat sampai di Kawasan Candi Prambanan! Dari hotel, cukup membutuhkan waktu 5 menit dengan berkendara hingga sampai di Mall Plaza Ambarrukmo. Skor: 7,9 dari 288 ulasan. Cek tarif dan booking sekarang 3. Nueve Malioboro Hotel Yogyakarta Salah satu hotel murah di Jogja dekat Malioboro yang dapat menjadi pilihan menginap Teman BuLiBi. Meskipun berada di wilayah ramai, suasana Nueve Malioboro Hotel Yogyakarta tetap kondusif dan tidak berisik. Tarif menginap di hotel ini tergolong budget friendly mengingat lokasinya yang dekat dengan Malioboro. Adanya fasilitas kolam renang di hotel ini semakin menambah nilai plus. Per malam, tarif menginap dimulai dari 219.000 IDR untuk dua orang. Tarif tersebut belum termasuk fasilitas sarapan. Namun, Teman BuLiBi tidak perlu khawatir! Di sekitar hotel, banyak sekali rumah makan yang dapat dikunjungi. Kamar hotel di Nueve Malioboro Hotel Yogyakarta cukup luas dan sangat bersih. Selain itu, hotel juga menyediakan berbagai fasilitas lain. Beberapa diantaranya seperti air panas untuk mandi dan lahan parkir yang luas. Yang menarik dari hotel murah di Jogja dekat Malioboro ini: Hanya diperlukan 10 menit dengan berkendara untuk mencapai Stasiun Yogyakarta Tugu dari hotel ini. Posisi hotel sangat dekat dengan Pasar Beringharjo, yaitu hanya sekitar 450 meter. Cukup berjalan 100 meter, teman BuLiBi akan menemukan Sop Ayam Pak Min Klaten yang populer. Skor: 7,9 dari 407 ulasan. Cek tarif dan booking sekarang 2. Eclipse Hotel Satu lagi hotel murah di Jogja dengan kolam renang yang berlokasi di Prawirotaman. Eclipse Hotel dapat menjadi pilihan penginapan Teman BuLiBi yang menyukai suasana hijau dan banyak tanaman. Selain itu, hotel ini juga dibangun layaknya rumah sehingga membuat suasana homey sangat terasa. Kamar hotel pun sangat nyaman dan luas. Tak perlu merogoh kocek lebih dalam untuk menginap dan menikmati fasilitas di hotel ini. Hal ini dikarenakan tarif hotel per malam dimulai dari 295.000 IDR untuk dua orang. Tarif tersebut juga sudah termasuk sarapan, loh! Sarapan yang disediakan pihak hotel pun cukup variatif dan lezat. Hotel ini juga membuka restoran yang menyajikan hidangan Vietnam yang bernama Le Soleil. Yang menarik dari hotel murah di Jogja dengan kolam renang ini: Lokasi Eclipse Hotel berseberangan dengan Tempo Gelato Cabang Prawirotaman yang sangat populer! Hanya dibutuhkan 10 menit dengan berkendara menuju Mie Ayam Bu Tumini yang legendaris! Tertarik berkunjung ke Situs Warungboto yang terkenal? Teman BuLiBi hanya perlu 10 menit berkendara untuk mencapai tempat ini, loh! Skor: 8,5 dari 481 ulasan. Cek tarif dan booking sekarang 1. Trava House Trava House merupakan hotel murah di Jogja terpopuler Kota Yogyakarta Daerah Istimewa Yogyakarta. Penginapan ini cukup populer di kalangan anak muda, terutama backpacker. Lokasinya pun masih berada di pusat kota. Interior penginapan ini sangat eye catching. Bangunan didominasi warna monokrom yang membuatnya terlihat trendy namun tetap nyaman. Trava House juga dilengkapi dengan kolam untuk berendam yang berada di tengah penginapan. Tarif menginap di Trava House sangat terjangkau. Teman BuLiBi hanya perlu merogoh kocek sekitar 243.000 IDR untuk dua orang. Tarif tersebut sudah termasuk sarapan, loh! Kamar tidur pun sangat bersih dan nyaman. Satu hal yang perlu diperhatikan adalah kamar tidur di Trava House tidak dilengkapi dengan AC. Penginapan ini juga menggunakan kamar mandi bersama. Yang menarik dari hotel murah di Jogja ini: Trava House menyediakan fasilitas dapur untuk tamu. Dibutuhkan waktu hanya 5 menit berkendara untuk mencapai Alun-Alun Selatan Yogyakarta. Kurang dari 10 menit berkendara dari penginapan ini, teman BuLiBi sudah bisa berkeliling di Malioboro. Skor: 9,2 dari 231 ulasan. Cek tarif dan booking sekarang Baca ulasan lengkap BuLiBi di sini: Trava House, Penginapan Murah di Jogja yang Instagramable Atau kunjungi halaman IG Trava House. Kegiatan Liburan Wajib di Jogja Jogja punya segudang tempat wisata yang bisa dikunjungi! Baik itu museum sejarah, galeri seni, candi, pantai, hingga berbagai tempat nongkrong! Buat kamu yang baru pertama kali main ke Jogja, maka Taman Sari dan Situs Warungboto merupakan dua destinasi di tengah kota yang wajib dikunjungi. Salah satu tempat wisata yang cukup populer di Jogja belakangan ini adalah Studio Alam Gamplong. Tempat wisata ini cocok buat kamu yang suka berfoto dan mencari spot foto unik. Selain itu, berbicara soal Jogja, rasanya sulit apabila tidak dikaitkan dengan Gunung Merapi. Kalau kamu berencana berkunjung ke sana, jangan lupa mampir ke Bunker Kaliadem! Selain bepergian ke banyak tempat wisata, kulineran juga merupakan kegiatan wajib ketika liburan di Jogja! Jogja cukup lengkap apabila berbicara soal tempat kuliner. Terkenal sebagai kota gudeg, mencicipi hidangan ini merupakan kegiatan liburan wajib sewaktu di Jogja! Beberapa kedai seperti Lupis Mbah Satinem dan Gudeg Mbah Lindu dapat masuk ke dalam itinerary. Kedai kopi juga merupakan kuliner yang cukup menjamur di Jogja. Kedai kopi sendiri cocok sebagai tempat singgah setelah lelah bepergian keliling kota. Jangan lupa untuk mengantongi tips liburan ke Jogja agar liburan kamu menjadi lebih menyenangkan! (c) BuLiBi [Kontributor: Amanda Trinita] Baca cerita BuLiBi soal: Itinerary Lengkap Liburan ke Myanmar Wine Tasting Di Chile? Ini Panduan Lengkapnya Tips Liburan #3: Kerja Freelance Biar Bisa Liburan Kapan Saja Cari hotel di Jogja lainnya:

  • Theme Park di Jepang yang Paling Banyak Dikunjungi

    Jepang yang kaya dengan tempat wisata alam dan sejarah tidak pernah berhenti menawarkan alternatif wisata bagi pengunjungnya. Wisata buatan seperti theme park menjadi salah satu tujuan wisata yang sangat laku dan tak pernah sepi pengunjung. Theme Park di Jepang bahkan menjadi tujuan utama bagi beberapa wisatawan yang berencana ke Jepang. Negeri Sakura ini memang selalu punya acara untuk menarik wisatawannya. Berkunjung ke Jepang dengan menikmati wisata alam atau sejarah saja rasanya belum cukup. Teman BuLiBi wajib mengunjungi theme park di Jepang karena berbagai pilihan unik siap kamu pilih. Meski tidak murah, berkunjung ke wahana bermain ini perlu dicoba untuk kamu yang memiliki dana lebih atau berencana ke Jepang dengan anak-anak. Jepang memiliki deretan theme park yang cukup banyak hingga sering kali traveler bingung menentukan tempat bermain mana yang perlu dikunjungi saat ke Jepang. Tim BuLiBi memberikan beberapa info penting theme park di Jepang yang bisa kamu kunjungi nantinya. Yuk, simak satu per satu theme park pilihan BuLiBi berikut ini. Kalau kamu tertarik untuk tinggal lama di Jepang, baca dulu rincian biaya hidup di Jepang ya. Tokyo DisneyLand, Theme Park di Jepang Favorit Wisatawan Ada di Tokyo Siapa yang tak mengenal kartun-kartun buatan Disney? Saat berwisata ke Jepang bersama keluarga, terutama anak kecil, theme park yang satu ini wajib kamu kunjungi. Teman BuLiBi perlu ketahui bahwa DisneyLand di Tokyo ini sudah berdiri hampir 40 tahun dan taman bermain Disney pertama yang dibangun di luar Amerika. Meski sudah lama, Tokyo DisneyLand tetap saja menjadi salah satu theme park di Jepang yang paling populer dan terbesar. Wahana yang terus dijaga dan diperbarui ini bahkan tak pernah sepi pengunjung. Meskipun taman hiburan DisneyLand ada di beberapa negara di dunia, DisneyLand Tokyo memiliki keunikan tersendiri, salah satunya adalah kastil yang diadaptasi dari dongeng Cinderella. Jadi, kamu jangan heran jika melihat kastil di DisneyLand sama persis dengan dongeng-dongengnya ya. Seperti halnya DisneyLand di negara lain, taman hiburan ini menawarkan berbagai atraksi dan pertujukan yang berasal dari kartun-kartun produksi Walt Disney. Berkunjung ke DisneyLand Tokyo pasti seperti membawa kamu berada di dalam cerita Disney! Tokyo DisneySea, Alternatif Theme Park di Jepang Pilihan Wisatawan Theme park di Jepang rekomendasi Tim BuLiBi selanjutnya juga berada di Tokyo. Sebagai kota yang masuk dalam golden city-nya Jepang, Tokyo memang pilihan yang tempat untuk dijadikan lokasi DisneySea. Meskipun masih bertema kartun Disney, taman bermain DisneySea memiliki konsep liburan yang erat dengan wahana air. Wahana permainan yang ada juga penuh petualangan dan memacu adrenalin kamu. Jadi, untuk kamu yang berlibur dengan anak-anak DisneyLand memang lebih kids friendly dibandingkan DisneySea. Namun, kedua wahana ini tetap cocok kok dijadikan destinasi wisata keluarga asalkan kamu bisa menyesuaikan dengan kebutuhan yang ada. Seperti yang sudah disampaikan, wahana permainan di DisneySea mengambil cerita-cerita kartun Disney yang terinspirasi dari mitos dan legenda-legenda laut. Saat berkunjung ke sini, Teman BuLiBi akan ditawarkan 7 konsep pelabuhan yang bertema Mediterranean Harbor, Mysterious Island, Mermaid Lagoon, Arabian Coast, Lost River Delta, Port Discovery dan American Waterfront. Setiap pelabuhan tentunya menawarkan wahana permainan air yang berbeda-beda. Selain puas bermain, jangan lupa juga puaskan dirimu dengan foto-foto karena hampir setiap sudut DisneySea adalah spot foto terbaik. Jadi penasaran kan menikmati wahana air ala DisneySea? Universal Studio Japan, Theme Park di Jepang yang Tidak Boleh Dilewatkan! Theme park di Jepang yang paling banyak dikunjungi selanjutnya berada di Osaka. Berbeda dengan dua taman bermain sebelumnya yang berkonsep karakter dari kartun Disney, taman bermain ini memiliki wahana dan atraksi yang bertemakan karakter dari Universal Studio. Selain wisatawan asing, pengunjung Universal Studio di Osaka ini mayoritas masyarakat Jepang sendiri. Tak heran jika saat antri untuk menikmati wahana di Universal Studio Japan cenderung lebih teratur dibandingkan di DisneyLand atau DisneySea. Teman BuLiBi tentu sudah tahu bahwa masyarakat Jepang terkenal disiplin dan taat antrian kan? Salah satu wahana yang paling baru dan sangat terkenal di Universal Studio Japan adalah The Wizarding World of Harry Potter. Kamu yang penggemar berat Harry Potter wajib ke tempat ini! Saat ke wahana ini, kamu seolah tersihir dan terbawa ke dalam suasana Hogwarts. Apalagi kastil yang ada memang betul-betul menyerupai kastil dalam film Harry Potter. Selain wahana sihir yang menarik, Teman BuLiBi juga bisa mencicipi butterbeer dan aneka kudapan khas dunia sihir yang persis ada di film Harry Potter. Seru kan? Tunggu apa lagi? Pastikan Universal Studio Japan termasuk dalam wishlist-mu ya! Edo Wonderland, Theme Park di Jepang Rasa Jaman Sejarah Jika theme park di Jepang sebelumnya bertemakan kartun-kartun garapan Amerika, taman hiburan rekomendasi Tim BuLiBi kali ini sangat Jepang sekali. Edo Wonderland terletak di Nikko, perfektur Tochigi. Dari namanya, Teman BuLiBi tentu bisa menebak bahwa taman hiburan ini bertemakan Jepang pada zaman Edo. Tak hanya wisata hiburan, kamu juga bisa sekaligus belajar budaya dan sejarah Jepang khususnya pada zaman Edo saat berkunjung ke taman hiburan ini. Arsitektur yang dibangun dalam Edo Wonderland ini juga sangat menyerupai Jepang periode Edo. Saking ingin membawa pengunjungnya dengan suasana Edo, para staff di sini juga berkostum dan berakting seolah-olah mereka hidup di zaman tersebut. Berbagai alternatif kegiatan pun bisa kamu lakukan di taman hiburan ini, misalnya menggunakan kostum-kostum seperti zaman Edo. Kamu bisa foto seru dengan berakting menjadi samurai atau petani khas zaman Edo. Selain itu, Teman BuLiBi juga dapat mengunjungi rumah ninja yang super miring di tempat ini. Tak mau ketinggalan menikmati suasana Jepang jaman dulu? Yuk, kunjungi Nikko Edo Wonderland ini! Fuji Q Highland, Theme Park di Jepang Penuh Tantangan Theme park di Jepang rekomendasi BuLiBi kali ini ditujukan untuk kamu yang menyukai tantangan ekstrim. Fuji Q Highland adalah wahana hiburan yang berlokasi di kaki Gunung Fuji, dekat dengan Danau Kawaguchiko, Perfektur Yamanashi. Lokasi taman hiburan ini bisa ditempuh dengan kereta atau bus dari Tokyo selama kurang lebih 2 jam. Fuji Q Highland memiliki wahana-wahana yang siap memacu adrenalin Teman BuLiBi, seperti roller coaster. Terdapat empat roller coaster yang siap menantang kamu di tempat ini. Fujiyama yang dibangun sejak 1996 dikenal sebagai roller coaster tertinggi dan tercepat di dunia, yakni ketinggian maksimum 79m dan kecepatan maksium 130km/jam. Untuk memecahkan rekor tersebut, Fuji Q Highland membuka Dodonpa roller coaster pada tahun 2001 dengan kecepatan 172km/jam. Tak berhenti sampai di situ saja, taman hiburan ini juga memiliki Eejainika roller coaster yang bisa berputar 360 derajat saat sedang berjalan. Selain itu, Takabisha dikenal sebagai roller coaster tercuram di dunia karena siap “menerjunkan” kamu dari sudut 121 derajat. Sudah terbayang ekstrimnya wahana di theme park ini kan? Pacu adrenalinmu di sini pasti bikin liburanmu makin seru! Wah, pilihan tempat wisata di Jepang semakin beragam ya? Selain wisata alam, budaya dan sejarah, Teman BuLiBi bisa juga merasakan wisata modern dengan mengunjungi theme park di Jepang. Kamu tak perlu khawatir kehabisan tiket mengunjungi theme park tersebut karena tiket masuknya bisa kamu pesan jauh-jauh hari dari Indonesia. Coba saja cek beberapa aplikasi agen perjalanan yang kamu ketahui. Jika beruntung, Teman BuLiBi bisa mendapatkan diskon yang menarik dari aplikasi tersebut. Jadi, tunggu apa lagi? Pilih dan tentukan theme park mana yang ingin kamu kunjungi sambil hunting Sakura. Jangan lupa juga untuk rajin mengecek aplikasimu agar tak ketinggalan kesempatan promosi-promosi yang menarik dari mereka ya! © BuLiBi – [Kontributor: Yeyen P. | Editor: Karina Ovelia] Terima kasih sudah membaca artikel ini. Ingin teman-temanmu baca juga? Yuk, share di social mediamu! Baca juga: Berapa sih Biaya ke Himalaya? Itinerary Lengkap Liburan ke Myanmar Tips Liburan #4: Cari Makanan Halal Di Luar Negeri

  • 5 Penginapan Unik di Puncak

    Mau liburan ke Puncak tapi masih bingung memilih mau menginap di mana? Ini 5 Penginapan unik di Puncak yang bisa kamu pilih! Siapa sih yang tidak kenal dengan daerah Puncak di Bogor? Pasti Teman BuLiBi sudah tahu atau bahkan sudah pernah menginap di daerah Puncak. Apalagi kamu yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya. Puncak memiliki udara yang sejuk karena termasuk daerah pegunungan dan dataran tinggi. Kamu yang tinggal di Jakarta dan penat dengan udara di ibukota pasti suka menginap di Puncak, meski hanya untuk weekend saja. Sebagai salah satu destinasi liburan yang popular, kamu bisa dengan mudah menemukan berbagai penginapan di Puncak. Bagi kamu yang mau ke Puncak, tapi belum tahu penginapan mana yang akan dipilih, 5 penginapan unik di Puncak yang akan Tim BuLiBi bahas kali ini bisa kamu coba. Yuk, kita cek! 1. JSI Resort: Penginapan unik dengan bentuk yang berbeda-beda JSI Resort atau Jeep Station Indonesia Resort ini berada di Pasir Muncang, Sukagalih, Megamendung, Puncak. Apa sih keunikan JSI Resort? Penginapan ini memiliki berbagai jenis konsep akomodasi. Mulai dari rumah kayu dengan 1 atau 2 kamar, rumah berbentuk container dan juga rumah tenda. Pemandangan yang bisa kamu lihat dari masing-masing penginapan pun berbeda-beda. Ada yang dapat melihat bukit, track adventure Jeep Station Indonesia, sungai, atau Gunung Gede and Pangrango. Tinggal pilih mana nih yang kamu suka! Untuk fasilitas per jenis penginapannya berbeda-beda. Namun yang pasti ada di semua unitnya adalah tempat tidur, TV LED, shower, water heater, kettle jug, perlengkapan kamar mandi dan 2 air minum kemasan. Untuk penginapan container tipe Gladiator dan Sahara, pengunjung dapat menikmati fasilitas Wi-Fi. Banyak pengunjung yang sudah puas dengan fasilitasnya yang lengkap maupun kebersihan kamarnya. Jadi tak perlu khawatir ya! Kamu yang mau menginap di sini perlu menyiapkan biaya akomodasi mulai dari IDR 500.000 sampai IDR 2.000.000, tergantung dari tipe penginapan yang kamu inginkan. Cek tarif dan booking sekarang 2. Villa Sawah Resort: Penginapan unik nan asri di Puncak Penginapan unik di Puncak dengan suasana yang begitu asri bisa kamu temukan di Villa Sawah Resort. Jika menginap di Villa Sawah Resort, kamu pasti akan mendapat pengalaman yang sangat berbeda dengan penginapan lain. Kenapa begitu? Karena pengunjung bisa merasakan sensasi tinggal di desa, namun dengan fasilitas seperti villa pada umumnya. Cocok untuk kamu yang berlibur dengan keluarga ke daerah Puncak. Villa Sawah Resort berlokasi di daerah Cibalok, Pandansari, Kecamatan Ciawi. Fasilitas yang ditawarkan di penginapan berbintang 3 ini adalah free Wi-Fi, AC, Flat TV, coffee atau tea maker dan juga pemandangan dari jendela kamar yang langsung menghadap ke sawah, Teman BuLiBi. Pilihan jenis kamarnya ada 4, mulai dari superior double, executive twin, deluxe double, family dan yang terakhir yaitu pavillion. Kamar-kamar tadi bisa dipesan mulai dari kisaran IDR 600.000. Tempatnya sangat nyaman buat kamu yang ingin menyegarkan pikiran dan rehat sejenak dari keramaian kota dengan keluarga, teman-teman ataupun pasangan. Cek tarif dan booking sekarang 3. Taman Safari Lodge: Penginapan unik di Puncak bertema satwa Penginapan unik di Puncak selanjutnya adalah Taman Safari Lodge. Dari namanya saja, mungkin sudah cukup menerangkan bahwa penginapan ini dikelola oleh Taman Safari Indonesia. Desain interiornya juga mengusung tema nature dan satwa yang banyak dihiasi oleh gambar-gambar hewan. Tipe penginapannya ada berbagai jenis seperti bungalow dan lodge , penginapan di mobil caravan, treehouse alias rumah pohon dan villa hijau. Bagi kamu yang bertanya-tanya ada tidak ya aktivitas yang berbeda dari penginapan biasanya yang telah disediakan oleh Taman Safari Lodge? Pastinya ada, Teman BuLiBi. Kamu bisa memberi makan rusa, menunggangi kuda poni, atau saat sarapan kamu juga bisa berfoto dengan berbagai macam burung dengan bulu warna-warni yang begitu indah. Teman BuLiBi juga bisa melihat satwa dengan mobil, menaiki wahana permainan dan menonton show edukasi yang ada di Taman Safari Cisarua Puncak. Untuk kamu yang ke sini dengan keluarga, pasti akan merasa nyaman dan tidak akan merasa bosan. Kamu bisa memesan kamarnya dengan merogoh kocek sebesar IDR 700.000 hingga IDR 1.750.000. Cek tarif dan booking sekarang 4. The Pinewood Lodge and Organic Farm: Penginapan unik yang menyatu dengan alam Masih di dekat Taman Safari, ada sebuah penginapan unik di Puncak yang menyatu dengan alam. Namanya adalah The Pinewood Lodge and Organic Farm. Selain ada banyak pohon pinus, penginapan di daerah Gandamanah, Tugu Selatan, Cisarua ini memiliki organic farm. Selagi berada di sana kamu bisa memakan sayuran organik yang segar dan sehat. The Pinewood Lodge and Organic Farm juga punya fasilitas lain untuk anak-anak yaitu permainan outbound seperti flying fox, 4 rumah pohon yang menyatu melalui tali, jembatan, climbing wall versi mini. Atau kalau mau bermain dengan kelinci di sini juga ada. Untuk orang dewasa, juga ada fasilitas seperti ruang karaoke, tempat bermain billiard, atau tempat dinner untuk dua orang. Penginapan ini juga memiliki kolam renang dan fasilitas lainnya yang bisa membuatmu betah berada di sini tanpa harus berkeliling ke luar. Biaya akomodasi yang perlu kamu keluarkan saat ingin bermalam di sini yaitu sekitar IDR 1.000.000. 5. Citra Cikopo: Penginapan unik di Puncak bertema rumah daerah Jawa Barat Penginapan unik di Puncak yang terakhir yaitu Citra Cikopo. Mengusung tema rumah daerah Jawa Barat, membuat kamu yang bukan orang Jawa Barat dapat merasakan vibe kental Jawa Barat yang tidak bisa kamu dapatkan di penginapan lainnya. Penginapan Citra Cikopo ini berada di Desa Kopo Leuwimalang, Cisarua. Suasananya yang nyaman, tenang dan damai cocok untuk kamu yang ingin beristirahat dengan keluarga ataupun pasangan. Fasilitas kamar yang didapatkan adalah AC, kulkas, meja, shower, TV kabel dan Wi-Fi. Untuk kegiatan yang bisa kamu lakukan di sini ada berbagai macam seperti barbeque, area main anak, pusat kebugaran, taman, karaoke, massage, aktivitas outdoor, kolam renang, sauna, spa, jacuzzi, mandi uap, bar tepi kolam dan ruang TV. Lengkap kan? Untuk bisa menginap di tempat ini kamu bisa pesan melalui website travelling secara online dengan biaya sebesar IDR 750.000 sampai IDR 1.900.000. Cek tarif dan booking sekarang Penginapan unik di Puncak punya view yang indah sekaligus menyatu dengan alam Penginapan unik di Puncak punya view yang indahnya bukan main dan juga menyatu dengan alam. Kamu yang ingin beristirahat atau menghabiskan waktu liburan dengan keluarga, pasangan, teman-teman atau bahkan sendirian, datang dan menginap di Puncak merupakan pilihan yang sangat tepat. Kalau kamu ingin berekreasi, menginap di Jeep Station Indonesia dan Taman Safari Lodge kamu pertimbangkan. Kalau teman BuLiBi yang ingin bersantai terutama dengan keluarga bisa berkunjung ke Villa Sawah Resort dan Citra Cikopo. Untuk kamu yang bersama pasangan atau sendirian, tidak perlu khawatir, karena Citra Cikopo juga bisa menjadi pilihan yang tepat untuk menghabiskan waktu liburanmu. Jadi, jangan lupa ya untuk mempertimbangkan penginapan ini saat kamu akan bermalam di Puncak! © BuLiBi – [Kontributor: Nadhirah | Editor: Karina Ovelia] Terima kasih sudah membaca ! Teman BuLiBi yang suka sama artikelnya, jangan lupa like dan share ke media sosialmu, ya! Baca juga: Wisata Kuliner Vietnam di 5 Restoran di Da Nang Yang Terbaik Apply Visa Thailand: Bukan Liburan Biasa Ke Negeri Gajah Putih Comuna 13 Medellin: Tur Grafiti dengan Sejarah Kriminal dan Narkoba

  • Hunting Sakura di Jepang? Ini Tempat Populer di Tokyo Untuk Menikmatinya

    Punya wish list melihat langsung sakura di Jepang? Traveling ke Tokyo bisa jadi pilihan nih traveler! Jepang sudah lama menjadi tujuan wisata utama para wisatawan untuk melihat langsung sakura atau cherry blossom. Waktu sakura bermekaran di Jepang sangat bervariasi. Di Jepang bagian utara seperti Okinawa, sakura mulai mekar di bulan Januari. Sementara di Hokkaido (bagian selata Jepang), sakura bisa saja baru mulai bermekaran di bulan Mei. Untuk beberapa kota lain seperti Tokyo, Kyoto, dan Osaka umumnya sakura mekar di awal bulan April. Jadi, jika kamu berencana untuk melihat langsung sakura dan hanya punya waktu terbatas, Tokyo bisa jadi pilihan kamu. Di ibukota negara matahari terbit ini, kamu bisa melihat sakura di beberapa tempat. Biasanya, sakura di Tokyo mulai mekar dari akhir Maret hingga awal April. Beberapa tahun terakhir, sakura mulai mekar sekitar tanggal 20 Maret hingga 28 Maret. Sedangkan untuk puncak mekarnya sakura antara tanggal 27 Maret hingga 6 April. Kamu akan disuguhi pemandangan cantik bunga-bunga sakura berbagai warna dari putih, pink, dan merah yang bermekaran. Saat inilah, banyak masyarakat Jepang menikmati mekarnya sakura dengan piknik atau berkumpul dengan keluarga, teman, dan rekan kerja di tempat terbuka, yang biasa dikenal dengan hanami. Traveler juga bisa lho mencoba hanami di taman yang terdapat di berbagai penjuru Tokyo. Nah, waktu yang terbaik untuk berkunjung ke Tokyo untuk hunting sakura di akhir Maret dan awal bulan April. Tentu saja, jangan lupa untuk selalu cek forecast mekarnya sakura, yah! Teman BuLibi bisa cek perkiraan waktu mekar sakura di Sakura Weather Map atau di Japan National Tourism Organization. Oh iya, musim semi ini merupakan peak season juga nih, teman BuLiBi! Tokyo akan sangat ramai dengan turis yang berkunjung. Jadi, sebaiknya pesan tiket dan hotel jauh-jauh hari yah! Jadi, bisa hunting sakura di mana sajakah di Tokyo? Berikut rekomendasi beberapa tempatnya: Ueno Park Salah satu spot paling favorit di Tokyo untuk menikmati sakura dan hanami adalah Ueno Park. Di taman umum yang luas ini, kamu bisa melihat lebih dari 1.000 pohon sakura. Teman BuLiBi bisa ikutan hanami seperti masyarakat Jepang. Biasanya, sakura di Ueno Park mekar satu hingga tiga hari lebih awal dibandingkan taman-taman lain di Tokyo. Di dua minggu pertama, Ueno Park akan dihiasi lampu-lampu mulai pukul 17.30 – 20.00. Pastinya, jadi pengalaman unik menikmati sakura di malam hari yah! Sore hari Ueno Park sangat ramai. Kalau bisa, datanglah lebih pagi agar bisa puas berkeliling dan tentunya, foto-foto. Selain itu, di Ueno Park juga terdapat museum dan kebun binatang. Kamu bisa melihat hewan liar di Ueno Park Zoo, cocok untuk yang traveling dengan keluarga. Akses ke Ueno Park: Japan Rail (JR) Yamanote Line, turun di JR Ueno Station, kemudian keluar di Exit Park, 5 menit jalan kaki JR Yamanote Line, turun di Uguisudani Station (belakang Tokyo National Museum), 1 menit jalan kaki Subway Ginza line, turun di Ueno Station, 1 menit jalan kaki Keisei Honsen line, turun di Keisei Ueno, 1 menit jalan kaki Operasional : 05.00 – 23.00 Tiket masuk : gratis (untuk museum dan zoo tiket berbayar) Shinjuku Gyoen National Park Taman ini merupakan salah satu taman terbesar dan populer untuk menikmati sakura di Tokyo. Di Shinjuku Gyoen, terdapat berbagai macam jenis pohon sakura. Ada lebih dari 1.000 pohon di taman seluas 58.3 ha dengan lapangan luas yang bisa dijadikan tempat untuk hanami ini. Shinjuku Gyoen juga merupakan salah satu taman traditional Jepang. Di sini kamu bisa menemukan sebuah kolam besar dengan beberapa pulau dan juga jembatan-jembatan. Tempatnya sangat tenang dan memberikan rasa damai. Setelah menikmati hanami bersama teman atau keluarga, jangan lupa untuk eksplor Shinjuku. Merupakan salah satu distrik yang ramai di Tokyo, Shinjuku merupakan tempat favorit untuk shopping. Mampir juga yah, ke Metropolitan Government Office! Di sini, traveler bisa melihat kota Tokyo dari ketinggian di dek observasi, gratis! Akses ke Shinjuku Gyoen : JR Yamanote Line, turun di Shinjuku Station dan keluar di New South Exit, 10 menit jalan kaki Marunouchi Subway Line, turun di Shinjukugyoenmae Station, 5 menit jalan kaki Chuo/Sobu Line, turun di JR Sendagaya Station, 5 menit jalan kaki Operasional : 09.00 -16.30 Tiket masuk : 200 yen Yoyogi Park Salah satu taman kota terluas di Tokyo, Yoyogi Park memiliki pohon sakura lebih sedikit dibandingkan taman-taman kota lainnya. Namun, taman ini tetap merupakan salah satu tempat favorit untuk menikmati hanami. Yoyogi Park dikenal dengan hutan pohon ginko. Pohon ini terlihat sangat indah saat daun-daunnya berubah warna keemasan di musim gugur. Dulunya, taman ini merupakan Olympic Village untuk Olimpiade Tokyo tahun 1964 lampau. Taman ini berada di distrik Shibuya, yang terkenal dengan Shibuya Crossing dan Patung Hachiko yang legendaris. Buat pecinta belanja, di sinilah pusat fashion kota Tokyo. Kamu bisa menemukan hampir apa saja, mulai dari barang bermerk dunia hingga lokal. Tepat di sebelah Yoyogi Park terdapat Meiji Shrine, salah satu temple yang wajib didatangi di Tokyo juga, nih! Akses ke Yoyogi Park: JR Yamanote Line, turun di Harajuku Station, 5 menit jalan kaki Chiyoda line to Yoyogi-koen Station exit 4, 3 menit jalan kaki Operasional: 24 jam Tiket masuk: gratis East Garden Imperial Palace Tokyo Merupakan kompleks tempat tinggal keluarga kerajaan Jepang, Imperial Palace dikelilingi taman yang sangat luas, parit, dan juga tembok-tembok batu. Untuk menikmati sakura di Jepang, East Garden Imperial Palace Tokyo tidak boleh dilewatkan. East Garden awalnya merupakan istana kerajaan pada masa Edo. Sayangnya, bangunan utama istana sudah tidak ada. Tapi, tembok, gerbang masuk, dan beberapa pos penjaga masih ada sampai saat ini. Kamu bisa berkeliling menikmati halaman dengan rumput luas yang dipenuhi dengan pohon sakura. Traveler juga bisa eksplor taman bergaya Jepang yang ada di bawah bukit. Jika kamu memasukkan Imperial Palace, jangan lupa cek jadwal dulu yah, taman ini buka atau tidak. Akses ke East Garden Imperial Palace Semua line, turun di Tokyo Station, 10 menit jalan kaki Operasional : 9:00 to 17:00 (1 Maret s/d 14 April, dan di bulan September) 9:00 to 18:00 (15 April 15 hingga Agustus) 9:00 to 16:30 (sepanjang bulan Oktober) 9:00 to 16:00 (mulai November hingga February) (tidak menerima pengunjung 30 menit sebelum operasional berakhir) Tutup: Senin, Jumat, Tahun Baru (28 Desember – 3 Januari) Jika ada acara khusus Jika Senin atau Jumat merupakan hari libur nasional, hari berikutnya juga tutup Tiket masuk : gratis Chidorigafuchi Masih berada di sekitar Imperial Palace, Chidorigafuchi merupakan jalan di sepanjang sisi sebelah barat Imperial Palace. Jika ingin menikmati sakura di Tokyo dengan sedikit berbeda, wajib datang ke Chidorigafuchi nih! Di sini, kamu bisa menikmati sakura dengan naik perahu kecil sambil menyusuri parit/sungai. Di sisi kiri dan kanan parit ditanami sekitar 260 pohon sakura dengan berbagai jenis. Saat musim semi dan sakura bermekaran, area ini akan terlihat seperti terowongan bunga sakura. Kamu juga bisa menikmati cantiknya pemandangan pohon sakura yang berhias lampu-lampu di malam hari lho! Pasti seru dan asyik yah! Pohon sakura berhias lampu bisa dinikmati hingga jam 10.00 malam. Akses ke Chidorigafuchi Semua line, turun di Tokyo Station, 10-15 menit jalan kaki Chiyoda, Tozai, Marunouchi, Hanzomon, dan Mita Subway Lines, turun di Otemachi Station, 5 menit jalan kaki Hanzomon Subway Line, turun di Hanzomon Station Exit 3a / Exit 4, 3 menit jalan kaki Yurakucho Subway Line, turun di Kojimachi Station Exit 1 / Exit 3, 10 menit jalan kaki Operasional: 24 jam Tiket: gratis Tokyo merupakan tempat wisata terkenal di Jepang dengan begitu banyak taman kota, kuil dan temple, serta pusat perbelanjaan. Merupakan ibukota dan pusat bisnis, Tokyo bisa didatangi kapan saja sepanjang tahun. Tentu, musim semi merupakan salah satu waktu terbaik untuk berkunjung. Wisatawan dari berbagai penjuru negara khusus memilih musim ini untuk menikmati sakura. Walaupun tidak lama, keindahan sakura yang bermekaran menjadi daya tarik yang tidak pernah ada habisnya. Dengan begitu banyak taman kota yang ada di Tokyo, ada banyak tempat untuk mencoba hanami bersama teman dan keluarga. Selain rekomendasi di atas, masih ada rekomendasi tempat di Tokyo untuk menikmati sakura. Diantaranya Sumida Park, Koishikawa Botanical Garden, Asukayama Park, dan lainnya. Didukung dengan akses transportasi umum yang beragam, taman-taman di Tokyo sangat mudah dijangkau. Jadi, sudah siap untuk hunting sakura di musim semi mendatang? (c) BuLiBi Baca juga: Kantongin Tips Hiking Untuk Pemula Berikut, Yuk! Liburan ke Patagonia Chili Itu Wajib! Tips Liburan #5: Tips Backpacker Untuk Para Ladies #bulibi #bukanliburanbiasa #traveling #jepang #tokyo #sakura #cherryblossom

  • PCR Test di Chili

    Melalui artikel ini, tim BuLiBi berbagi pengalaman PCR Test di Chili. Berapa biayanya? Di mana? Temukan jawabannya di sini. Dunia pariwisata mulai bergeliat. Teman BuLiBi yang sudah hampir setahun menahan hasrat untuk liburan tentunya sudah mulai merencanakan apa saja yang diperlukan untuk liburan selanjutnya, salah satunya adalah PCR Test atau Swab Test untuk COVID-19. Kalau kamu ada rencana ke Chili, kamu harus tahu informasi PCR Test di Chili. Di Chili sendiri tidak ada Rapid Test atau tes COVID-19 melalui cek darah. Semua test dilakukan dengan swab di laboratorium-laboratorium tertentu. Jadi kalau meskipun rumah sakit, klinik, atau laboratorium yang kamu kunjungi tidak mencantumkan kata "PCR", tes COVID-19 yang tersedia sudah pasti PCR. Di mana bisa PCR Test di Chili? Bagi yang tidak punya "Kartu Tanda Penduduk" Chili, termasuk turis seperti tim BuLiBi, hanya bisa tes di klinik atau rumah sakit swasta, karena rumah sakit milik pemerintah biasanya sudah dipenuhi pasien COVID-19 dan kamu harus menunggu cukup lama (bisa berminggu-minggu) untuk dapat giliran. Setelah tanya kanan kiri dan baca-baca ulasan online, kami pun memilih Clinica Indisa di kawasan Providencia, Chili. Meskipun judulnya "Klinik", tempat ini setara rumah sakit di Indonesia, bahkan lebih. Rumah sakit ini terdiri dari beberapa gedung. Kamu bisa masuk ke gedung mana saja dan tanya ke meja resepsionis gedung mana yang khusus menangani PCR Test untuk COVID-19. Saat kami PCR Test di Chili di bulan November 2020, kami diarahkan ke gedung di jalan Los Conquistadores. Sebelum tes, kami harus konsultasi dulu dengan dokter. Untuk ketemu dokter, harus buat janji sebelumnya. Siapkan paspor dan nomor telepon (kalau kamu punya SIM Card Chili). Dan pastikan kamu catat nama dokter dan gedung yang harus kamu tuju untuk konsultasi. Seperti yang kamu lihat di struk di atas, biaya konsultasi PCR Test di Clinica Indisa Chili 30.000 CLP (sekitar 585.000 IDR). Pembayaran dilakukan saat kamu "daftar ulang" di hari konsultasi yang dijadwalkan. Proses ini memakan waktu sekitar 10 menit (belum termasuk waktu antri). Jadi pastikan kamu datang setidaknya 15 menit sebelum jam konsultasi yang dijadwalkan. Pembayaran bisa dilakukan menggunakan kartu kredit, debit, atau tunai. Ingat, biaya konsultasi belum termasuk biaya PCR Test di Chili. Harap dicatat, kebanyakan orang di Chili tidak bisa berbahasa Inggris, termasuk dokter. Kalau kamu tidak bisa berbicara Bahasa Spanyol sama sekali, sebaiknya kamu didampingi orang yang bisa berbahasa Spanyol saat konsultasi. Kalau kamu perlu hasil PCR Test-nya untuk keperluan visa atau terbang, dokter konsultasimu harus tahu, agar informasi tersebut bisa dicantumkan di data pasien yang dibutuhkan oleh laboratorium rumah sakit. NB: Sebagai antisipasi antrian tes yang panjang, kami reservasi konsultasi dari satu minggu sebelumnya. Tapi kamu bisa konsultasi dan tes di hari yang sama. Berapa biaya PCR Test di Chili? Biaya PCR Test di Chili hampir sama dengan di Indonesia: 25.000 CLP (sekitar 487.000 IDR) per orang. Untuk Clinica Indisa, Pembayaran bisa dilakukan menggunakan kartu kredit, debit, atau tunai di loker pendaftaran laboratorium. Bagaimana proses PCR Test di Chili? Setelah konsultasi di lantai 3 Clinica Indisa, dokter akan memberikan semacam surat jalan agar kamu bisa tes di laboratorium rumah sakit. Untuk keperluan mendesak seperti syarat visa atau maskapai penerbangan, kamu bisa langsung tes di hari itu juga. Itulah pentingnya memberikan informasi selengkap dan sejujur mungkin saat konsultasi agar dokter bisa memfasilitasi kamu semaksimal mungkin. Setelah mendapat surat jalan, kamu bisa langsung menuju ke lantai 1, dimana laboratorium berada. Surat jalan dari dokter jangan sampai hilang, ya. Karena surat itu harus kamu tunjukan ke petugas laboratorium. Sebelum tes, kamu harus daftar ulang di laboratorium dan bayar biaya PCR tes. Siapkan paspor dan data-data lainnya seperti email dan nomor telepon. Ada formulir yang harus kamu isi dan tandatangani, tentunya dalam Bahasa Spanyol. Jangan takut, kamu bisa menggunakan Google translate di smartphone selama mengisi formulir jika tidak ada petugas yang bisa berbahasa Inggris. Setelah daftar ulang, kamu dipersilakan duduk dan menunggu namamu dipanggil. Waktu tunggu tergantung banyaknya orang di ruang tunggu. Petugas laboratorium akan memanggil namamu jika dokter sudah siap. Tunjukan paspor ke petugas tersebut untuk memastikan nama di paspor sama dengan nama di tabung tes. Setelah semua data dicocokkan, petugas tersebut akan mengantarmu ke ruangan khusus di mana dokter sudah siap dengan peralatannya. Kamu hanya perlu duduk di kursi, buka masker, buka mulut lebar-lebar, dan siap-siap merasakan rasa perih yang cukup mengganggu. Tukang bolang BuLiBi sampai berkucur air mata saking perihnya! Sampel untuk tes di-swab dari tenggorokan dan kedua lubang hidung. Berapa lama harus menunggu hasil PCR Test di Chili? Sekitar 48 jam. Tim BuLiBi tes di hari Jumat siang dan hasilnya sudah didapat di hari Minggu pagi. Hasil tesnya dikirim langsung ke email yang kamu cantumkan di formulir saat daftar ulang di laboratorium. Jadi pastikan kamu mencantumkan alamat email yang benar dan jelas, ya. Untuk sekedar keluar dari Chili, hasil tes tersebut tidak perlu kamu cetak. Cukup tunjukan email dari Clinica Indisa ke petugas di bandara saat check-in. Tetapi perhatikan juga syarat di tempat kamu landing, karena bisa jadi mereka membutuhkan bukti hasil tes PCR dalam bentuk lembaran kertas. Perlu dicatat, PCR Test di Chili hanya bisa dilakukan maksimal 72 jam sebelum jadwal keberangkatan. Jadi kamu harus atur jadwal dengan tepat. Selalu gunakan masker di kawasan umum, termasuk rumah sakit tempat tes. Perhatikan tanda silang atau peringatan di tempat duduk rumah sakit. Dalam rangka menjaga social distancing, beberapa tempat duduk di ruang tunggu rumah sakit harus dikosongkan. Selalu jaga jarak dengan pasien lain. Saat memasuki rumah sakit, seperti tempat-tempat umum di Chili, suhu badanmu akan dicek menggunakan termometer digital terlebih dahulu. Kalau kamu menunjukan gejala demam, kamu tidak akan diperbolehkan masuk. Dispenser hand sanitizer tersedia di setiap pintu masuk tempat umum di Chili dan gratis untuk digunakan siapa saja, jadi kamu tidak perlu beli sendiri. Semoga informasi PCR Test di Chili ini membantu teman-teman yang berencana masuk atau keluar dari Chili. Kami sarankan untuk update informasi mengenai pandemi di Chili karena kebijakan di suatu negara bisa berubah sewaktu-waktu., seperti yang bisa kamu lihat di laporan Suasana Karantian di Santiago, Chile yang kami susun beberapa waktu lalu. Mumpung di Chile, jangan lupa sempatkan Wine Tasting dan kunjungi Patagonia. Dijamin tidak akan menyesal! Artikel ini bebas untuk dishare di media sosial. Jika ada pertanyaan, silakan tinggalkan komentar atau hubungi kami di forum BuLiBi ya! (c) BuLiBi

  • Nomaden Series - Semua Tentang Slow Traveling

    Melalui "Nomaden Series" ini, Tukang Bolang BuLiBi berbagi pengalaman, informasi, dan tips slow traveling. Bagaimana caranya traveling fulltime sambil kerja santai? Apa manfaatnya? Jadi subscriber website BuLiBi agar tidak ketinggalan materi terbaru setiap minggunya! Liburan, jalan-jalan, traveling, apa pun namanya, setiap orang punya cara masing-masing mengunjungi suatu tempat, baik itu di dalam kota, luar kota, maupun luar negeri (atau bahkan luar angkasa suatu hari nanti?). Saya sendiri memilih slow traveling atau nomad. Cara traveling yang satu ini biasanya membutuhkan waktu berbulan-bulan di suatu tempat. Banyak yang mengira saya jalan-jalan tiap hari. Padahal saat slow traveling, kamu tidak perlu jalan-jalan setiap hari dan setiap saat. Kalau ada waktu dan biayanya, silakan. Tapi sempatkan diri bercengkrama dengan penduduk setempat juga. Saya sendiri biasa "jalan-jalan" hanya 1-2 kali dalam seminggu. Sisanya saya habiskan untuk bekerja dan jalan kaki di sekitar kawasan tempat tinggal. Kamu mungkin sudah familiar dengan istilah "digital nomad" yang awalnya dibawa bule-bule yang liburan santai di Bali. Saking santainya, banyak orang mengira para bule digital nomad tersebut murni hanya liburan di Bali. Padahal, mereka kerja. Mereka punya pekerjaan. Bahkan, sebagian waktu liburannya di Bali, mereka habiskan untuk bekerja. Mungkin di pagi hari dia kerja sampai sore, kemudian menjelajah Pulau Bali di malam hari. Atau sebaliknya, seharian mereka jalan-jalan, baru mulai bekerja di malam hari. "Kok bisa? Atur waktu kerja sendiri?" Ya. Itulah enaknya kerja freelance atau lepasan dan tidak terikat jam kerja. Percaya ga kalau saya bilang kamu juga bisa seperti mereka? Bukan cuma bule saja yang bisa jadi digital nomad dan asyik slow traveling. Orang Indonesia juga bisa. Harus punya duit banyak? Tidak. Tabungan banyak? Tidak juga. Kuncinya hanya satu: perencanaan yang matang. Sebelum saya bahas pengalaman saya sebagai digital nomad dan bagaimana caranya, saya coba jawab dulu pertanyaan-pertanyaan yang kerap harus saya jawab dari rekan-rekan traveler. Kenapa pilih slow traveling? Berapa lama saya tinggal di satu tempat? Bagaimana mengurus izin tinggalnya? Traveling sendiri atau bareng teman-teman? Berani traveling sendirian? Bagaimana caranya untuk mulai traveling? Kerja atau liburan? Kerja apa kok bisa slow traveling? 1. Kenapa pilih slow traveling? Buat saya, traveling bukan sekedar foto di depan bangunan A, makan sepiring B, dan bawa pulang C sebagai oleh-oleh. Traveling adalah jendela menuju dunia lain. Melalui traveling, kita bisa mengenal budaya lain, bukan hanya hal-hal yang mereka tampilkan melalui jendela pariwisata. Saya suka naik transportasi umum (bukan taksi), belanja di pasar setempat, dan makan di warung lokal. Singkat kata, melalui slow traveling, saya mencoba hidup seperti orang lokal. Menurut saya, itu satu-satunya cara untuk benar-benar memahami budaya suatu tempat. Kalau kamu tertarik untuk mendalami persoalan ini lebih jauh, bisa baca artikel yang saya tulis: Tips Liburan #2: Pentingnya Liburan Ala Orang Lokal. 2. Berapa lama saya tinggal di satu tempat? Biasanya, saya tinggal di satu tempat (kota atau negara) selama minimal 3 (tiga) bulan karena kebanyakan negara memperbolehkan turis untuk tinggal selama maksimal 90 hari. 3. Bagaimana mengurus izin tinggalnya? Saya cenderung memilih negara bebas visa. Negara bebas visa di sini adalah negara-negara yang memperbolehkan pemegang paspor Indonesia untuk berkunjung sebagai turis tanpa mengajukan visa terlebih dahulu. Cukup cap masuk dan keluar di paspor. Dan cap ini kamu dapatkan gratis saat masuk dan keluar melalui petugas imigrasi di bandara. Beberapa negara lain yang pernah saya tinggali hanya memperbolehkan saya tinggal selama 30 hari, seperti Thailand misalnya. Kalau kamu butuh lebih banyak waktu di negara-negara tersebut, kamu perlu mengajukan perpanjangan atau visa khusus. Untuk Thailand, kamu bisa baca detail cara mengajukan visa untuk tinggal lebih dari 30 hari di sini: Apply Visa Thailand. 4. Traveling sendiri atau bareng teman-teman? Saya pribadi lebih suka traveling sendiri, karena saya bisa menentukan mau kemana dan bagaimana dengan bebas. Tentunya traveling dengan teman-teman lebih aman. Karenanya banyak juga digital nomad yang traveling bareng-bareng dari satu negara ke negara lain. 5. Berani traveling sendirian? Sebagai perempuan, pertanyaan ini sering sekali dilontarkan rekan-rekan, keluarga, atau bahkan orang asing yang baru saya temui. Saya tidak menyarankan kamu - baik perempuan, laki-laki, maupun non-binary - untuk traveling sendirian atas alasan keamanan. Saya berani karena saya sudah sering pindah pulau dan tinggal sendiri saat bekerja di Indonesia. Selain itu, saya berbekal ilmu bela diri dan saya bisa berbahasa Inggris dengan lancar. Tanpa tiga hal ini, traveling sendirian bisa jadi lebih sulit, meskipun tidak mustahil. 6. Bagaimana caranya untuk mulai traveling? Kalau ini kali pertamamu, sebaiknya mulai dari kota-kota di Indonesia dulu. Kalau kamu tinggal di Jakarta, coba slow traveling di Bali selama beberapa bulan. Kemudian, coba pulau lainnya. Biasakan diri dengan perubahan dan adaptasi dengan budaya baru. Untuk luar negeri, mulai dari negara-negara ASEAN. Selain merupakan negara bebas visa, jaraknya yang dekat dari Indonesia memudahkan kamu untuk pulang, jaga-jaga ada keperluan mendadak atau alasan lain yang mengharuskan kamu untuk pulang. Tidak menutup kemungkinan kamu berubah pikiran dan memilih untuk pulang di tengah perjalanan, kan? Saya mulai slow traveling di Da Nang, Vietnam. Kemudian Chiang Mai, Thailand. Dua negara ini membantu saya menyiapkan mental untuk mulai menjelajahi Amerika Latin. 7. Kerja atau liburan? None of the above. Kalau dibilang kerja, bukan. Karena saya tidak kerja kantoran di negara-negara yang saya kunjungi. Saya tidak digaji atau diberi upah di tempat-tempat tersebut. Kalau dibilang liburan, juga bukan. Karena saya tidak selalu jalan-jalan ke sana kemari seperti orang-orang yang sedang liburan pada umumnya. Saya tinggal di negara-negara tersebut seperti layaknya penduduk lokal. Hanya saja, saya menggunakan paspor Indonesia, bukan kartu identitas penduduk setempat. 8. Kerja apa kok bisa slow traveling? Saya menulis artikel-artikel dalam Bahasa Inggris untuk beberapa website, kebanyakan bertemakan traveling, tapi ada juga yang murni SEO. Selain itu, saya juga bekerja sebagai penerjemah untuk suatu badan usaha di Indonesia, di samping proyek-proyek lepasan lainnya yang repeat order. Intinya, kalau ada proyek yang bisa saya handle, ya saya ambil. Meskipun status saya freelance atau karyawan lepas, saya punya strategi agar pendapatan saya tetap dan tidak terlalu jauh naik-turunnya dari satu bulan ke bulan berikutnya. Hal ini saya bahas di Tips Liburan #3: Kerja Freelance Biar Bisa Liburan Kapan Saja. Dan akan saya bahas lebih rinci lagi di Freelance 101 (bahasan selanjutnya). First Thing First Saat menulis pos ini, saya sedang berada di Medellin, Kolombia. Hampir setengah permukaan bumi jauhnya dari Indonesia. [Untuk kamu yang penasaran soal pengajuan visa dan proses imigrasi ke Kolombia bisa klik di sini untuk baca lebih lanjut.] Saya bukan lulusan S1, S2, S3. Satu-satunya S yang saya pernah pegang ya S teler. Saya cuma bermodalkan ijazah SMA dan saya bukan orang kaya. Tapi harap dicatat, saya tidak sekedar bermodalkan nekat untuk terbang ke sini. Semua saya jalani dengan perencanaan yang matang. Sebelum berangkat ke Medellin, saya sudah pesan tiket, apartemen di Airbnb untuk 1-2 bulan ke depan, dan cari tahu segala hal yang akan saya hadapi di Medellin. Mulai dari transportasi umum sampai pasar terdekat untuk beli bahan makanan, semua harus sudah kamu rencanakan sebelum berangkat. Sekian Nomaden Series minggu ini, teman BuLiBi. Terima kasih sudah membaca. Dan sampai ketemu di bahasan Nomaden Series selanjutnya ya! Silakan share artikel ini jika dirasa bermanfaat bagi teman-teman dan keluarga. Sekedar info, berikut rencana bahasan tips yang akan saya ulas setiap minggunya. Tautan akan saya sediakan setelah artikelnya terbit. Freelance 101 - Bagaimana cara memulai kerja freelance dan apa saja yang harus kamu ketahui. Sub-series ini akan jadi bahasan utama kita di Nomaden Series. Dan jika teman BuLiBi ada ide, atau pertanyaan, akan saya bahas lebih lanjut. Airbnb 101 - Bagaimana cara dapat penginapan yang jauh lebih murah dari hotel. Flying 101 - Tips dan informasi untuk kamu yang baru pertama kali terbang ke luar negeri. Apa saja yang bisa kamu bawa ke kabin dan di bagasi. Immigration 101 - Tips untuk lancar pengecekan imigrasi di bandara. Pertanyaan-pertanyaan soal pengajuan visa juga akan saya bahas di sini. Safety 101 - Do's and Don'ts liburan di kota-kota yang terkenal tidak aman (seperti Medellin, Kolombia) Everything Else 101 - Topik-topik lain coming soon! Kalau kamu ada ide, silakan tulis di bagian komentar di bawah ya! (c) BuLiBi Baca juga: Tips Liburan #1: Ke Negara Bebas Visa Tips Liburan #3: Kerja Freelance Biar Bisa Liburan Kapan Saja Tips Liburan #4: Cari Makanan Halal Di Luar Negeri

  • Tempat Wisata Lhasa Tibet Yang Wajib Dikunjungi

    Kalau mendengar Lhasa Tibet, kira-kira apa yang terlintas di pikiran kamu, traveler? Apakah teringat film ‘Seven Years in Tibet’ nya om Brad Pitt? Atau komik Tintin in Tibet? Bisa jadi langsung terpikir Dalai Lama, mungkin? Tibet merupakan salah satu tempat tertinggi di dunia dengan ketinggian rata-rata lebih dari 4.500 meter. Terletak di dataran tinggi Tibet,di sebelah utara gugusan Himalaya, Tibet seringkali disebut Roof of the World atau The Land of Snow. Jika kamu belum tahu, Tibet juga berbagi Gunung Everest dengan Nepal, lho! Masyarakat Tibet menyebut Everest dengan Chomolungma. Dulunya, Tibet merupakan wilayah tertutup dan tidak semua orang bisa masuk ke Tibet. Beberapa tahun terakhir wisatawan sudah bisa masuk ke Tibet dengan lebih mudah. Bahkan,Tibet menjadi salah satu tempat wisata yang cukup populer. Umumnya wisatawan yang berkunjung ke Tibet memilih kota Lhasa sebagai tujuan pertama dan juga tujuan utama. Walaupun hingga saat ini wisata Tibet belum menjadi destinasi favorit traveler Indonesia, menurut tim BuLiBi, Tibet menjadi salah satu tempat yang paling tidak harus dikunjungi satu kali dalam hidup. Adakah yang memasukkan Tibet ke dalam bucket list traveling? Kenapa Harus Traveling ke Lhasa Tibet Lhasa adalah ibukota Tibet Autonomous Region, juga merupakan kota terbesar di Tibet. Kota ini terletak di ketinggian 3.656 m dan memiliki sejarah lebih dari 1.300 tahun. Ibukota Lhasa juga merupakan rumah bagi Potala Palace, istana musim dingin Dalai Lama. Ada banyak alasan kenapa kamu harus traveling ke Lhasa, Negeri Atap Dunia. Traveling ke sini akan memberikan pengalaman berkesan yang tak akan terlupakan. Dengan segala hal magis yang melingkupi Tibet, kamu bisa melihat langsung ritual keagamaan yang sudah berlangsung ratusan tahun. Sebagian besar masyarakat Tibet menganut agama Buddha, jadi tidak heran jika Tibet memiliki ratusan kuil Buddha. Tibet juga menawarkan pesona alam yang luar bisa indahnya. Pecinta fotografi akan jatuh cinta dengan pemandangan indah deretan pegunungan yang mengelilingi kota Lhasa, juga sungai-sungai, dan bangunan dengan arsitektur Tibet di kota Lhasa. Tentu saja, kamu juga bisa merasakan keramahan masyarakat Tibet dengan mengunjungi beberapa tea house yang ada di kota. Juga kuliner khas TIbet, diantaranya momo, yak butter tea, dan Thenthuk (mie khas Tibet). Tempat Wisata di Lhasa Tibet Menjadi gerbang utama masuknya wisatawan ke Tibet, Lhasa menawarkan perpaduan spiritual, kebudayaan yang masih kental, dan modernitas. Ada beberapa tempat wisata yang bisa kamu jadikan rekomendasi saat berkunjung ke sini. Berikut tempat wisata Lhasa Tibet yang bisa kamu kunjungi: 1. Potala Palace Satu kata saat tim BuLiBi melihat bangunan ini: megah! Tidak terbayang seperti apa pembangunannya yang dimulai sejak tahun 1645. Dulunya, Potala Palace adalah tempat tinggal Dalai Lama selama musim dingin. Istana ini beralih fungsi menjadi museum sejak Dalai Lama mengasingkan diri tahun 1959. Berada di ketinggian 3.700m, bangunan ini memiliki 13 lantai dengan lebih dari 1,000 ruangan, ribuan patung dan lukisan gulung, hingga ratusan mural dan stupa. Di dalam istana ini juga kamu bisa melihat langsung makam delapan Dalai Lama sebelumnya. Merupakan tempat suci bagi umat Buddha di seluruh dunia, teman BuLiBi bisa melihat banyaknya peziarah dari berbagai penjuru yang datang berkunjung ke Potala Palace. 2. Jokhang Temple Tempat wisata Lhasa Tibet berikutnya adalah Jokhang Temple yang artinya Rumah Bijaksana. Ada juga yang menyebutnya dengan nama Vihara Jokhang, Jokang, Tsuklakang, dan Qokang. Biara yang berada di Barkhor Square ini merupakan salah satu biara tertua dan pertama yang didirikan umat Buddha Tibet. Biara ini khusus dibangun sebagai rumah bagi patung Sakyamuni Buddha setinggi 1,5 meter. Karenanya, Jokhang Temple merupakan tempat paling suci dan pusat ibadah bagi umat Buddha Tibet. Bangunan ini memiliki desain unik yang merupakan perpaduan desain Tibet, Nepal, dan India. Jokhang Temple ditetapkan sebagai salah satu warisan dunia UNESCO pada tahun 2000 silam. Dalam biara ini kamu juga bisa melihat mural dan permadani dengan dekorasi khas Tibet. Kamu bisa menyaksikan ritual peziarah yang datang untuk berdoa dari pagi hingga malam hari, suara para biksu yang sedang melantunkan doa-doa, serta bau dupa yang cukup kuat. 3. Sera Monastery Salah satu tempat wisata Lhasa lainnya adalah Sera Monastery. Salah satu dari tiga biara utama di Tibet, Sera Monastery dibangun pada 1419. Dulunya biara ini merupakan rumah bagi 5,000 biksu yang tinggal dan belajar di sini. Berkunjung ke biara ini, kamu bisa melihat aula pertemuan yang luas dipenuhi dengan mural, thanka, dan mandala. Ada satu yang tidak boleh dilewatkan saat berkunjung ke Sera Monastery nih, traveler! Setiap hari jam 3-5 sore, kamu bisa melihat para biksu yang berdebat di lapangan di depan aula. Sebenarnya sih mereka sedang berdiskusi. Uniknya, mereka berdebat sambil menggunakan bahasa tubuh yang tidak biasa dan hentakan kaki. 4. Barkhor Square Jalanan di sekitar Barkhor Square ini mengelilingi Jokhang Temple dan merupakan jalur para peziarah Buddha yang melakukan kora. Rasakan pengalaman spiritual bersama dengan para peziarah dengan berjalan memutari biara ini searah jarum jam. Kamu bisa mendapati berbagai macam peziarah, mulai dari anak-anak, orang tua, biksu, hingga para penduduk nomad yang melakukan kora sambil membawa prayer wheel (roda doa) dengan warna-warni pakaian tradisional beserta aksesorisnya. Di Barkhor Square kamu juga bisa belanja, lho! Terdapat beberapa toko souvenir, toko perhiasan, lukisan khas Tibet, dan lainnya. 5. Namtso Lake Kalau ingin melihat masyarakat nomaden Tibet, kamu bisa memasukkan Namtso Lake sebagai tujuan tempat wisata di Lhasa Tibet. Danau ini merupakan salah satu dari tiga danau suci di Tibet. Diperlukan waktu 6 jam perjalanan dari Lhasa untuk tiba di Namtso. Di sepanjang perjalanan kamu akan melewati padang luas dan kemungkinan melihat beberapa suku nomaden yang sedang bertani atau menggembalakan hewan ternak mereka. Berada di ketinggian 4.720 m, menjadikan Namtso Lake danau air asin tertinggi di dunia. Selain itu, danau seluas 1.920 meter persegi ini adalah danau terbesar kedua di China dan danau terbesar di Tibet. Di musim panas, permukaan danau akan terlihat berwarna biru jernih. Sayang, saat tim BuLiBi berkungjung ke Namtso, sebagian besar permukaan danau masih membeku. Untungnya, di ujung terjauh sudah terlihat sedikit permukaan yang sudah mencair dengan warna birunya yang cantik. 6. Lhasa Great Mosque Ada masjid di Lhasa? Tidak salah koq! Tempat wisata di Lhasa tidak melulu biara dan kuil, ternyata di kota ini juga punya Lhasa Muslim Quarter. Di sini kamu bisa menemukan beberapa restoran yang menjual makanan halal. Tidak ketinggalan, Lhasa Great Mosque. Dikenal juga dengan nama Masjid Hebalin, masjid ini merupakan tempat pertemuan etnis Hui di Tibet. Bangunan masjid ini memiliki desain tradisional Tibet dengan tiga pintu masuk, lapangan, dan beberapa bangunan utama. Waktu Terbaik Bagaimana, jadi tertarikkah untuk memasukkan Lhasa sebagai tujuan traveling? Kalau iya, perhatikan musim yang tepat untuk berkunjung yah! Karena terletak di daerah yang cukup tinggi, sebagian besar wilayah Tibet memiliki suhu yang cukup dingin hampir sepanjang tahun. Sebenarnya, Lhasa bisa dikunjungi kapan saja, tapi banyak traveler yang berpendapat April hingga Oktober adalah waktu terbaik. Di waktu ini, udara cukup hangat dengan suhu udara berkisar 15-20 derajat celcius. Bahkan di sebagian besar wilayah Tibet salju mulai mencair. Jika ingin memasukkan tempat wisata di sekitar Lhasa, seperti Natmso Lake, perhatikan juga cuaca di luar kota Lhasa yah agar tidak ‘salah kostum’. Seperti yang dialami tim BuLiBi saat berkunjung ke danau ini di bulan April. Seharusnya bulan ini sudah masuk musim semi, ternyata sebagian besar permukaan danau masih membeku. Bahkan sempat turun salju malamnya! How to Get There Banyak traveler Indonesia belum memasukkan Tibet sebagai destinasi liburan karena mahalnya transportasi menuju Lhasa. Selain itu, tidak ada penerbangan langsung dari Jakarta ke ibukota Lhasa. Tenang, sebenarnya hal ini bisa disiasati lho! Seperti kata pepatah, banyak jalan menuju Roma. Untuk mencapai Lhasa, kamu bisa menuju ke salah satu kota di mainland China terlebih dahulu. Kota-kota seperti Beijing, Kunming, Xi’an, Guangzhou, dan Chengdu bisa jadi pilihan. Dari kota-kota tersebut, ada dua alternatif untuk menuju ke Lhasa. Kamu bisa melanjutkan dengan pesawat terbang atau menggunakan kereta. Kalau ingin meneruskan dengan kereta, teman BuLiBi bisa memilih penerbangan dari Jakarta menuju kota Xi’an. Tim BuLiBi memiih kota Xi’an dengan pertimbangan waktu tempuh kereta yang lebih cepat tiba di Lhasa dibandingkan dari kota-kota lain seperti Beijing, Chengdu, atau Guangzhou. Dari Xi’an, kamu bisa mengambil kereta jurusan Xining, kemudian berganti kereta langsung menuju ke Lhasa. Tersedia beberapa pilihan kelas yang bisa diambil, yaitu hard seat, soft sleeper berth, dan hard sleeper berth. Asal tahu saja nih, travelers, perjalanan dengan kereta Xi’an-Xining-Lhasa memakan waktu total 26 jam! Memang lama, tapi dijamin kamu tidak akan menyesal! Jika memilih jadwal dari Xining pagi atau siang hari, kamu akan disuguhi pemandangan indah sepanjang jalan. Oh iya, dengan naik kereta, kamu juga punya banyak waktu aklimatisasi untuk menghindari acute mountain sickness (AMS). Pilihan hard sleeper dan soft sleeper sangat disarankan, jadi kamu bisa istirahat dan tidur di perjalanan. Opsi naik pesawat menjadi pilihan jika kamu ingin menghemat waktu. Rute populer dari mainland China diantaranya Beijing, Shanghai, Chengdu, dan Xi’an. Untuk menghindari terkena AMS, disarankan untuk langsung beristirahat dan tidak banyak melakukan aktivitas dulu untuk proses aklimatisasi setelah tiba di Lhasa. Tips mencegah acute mountain sickness lainnya, disarankan untuk tidak mandi atau keramas di hari pertama tiba di Lhasa. Tenang, udaranya kan dingin, jadi tidak keringetan koq, teman BuLiBi. Jangan lupa untuk minum air putih secara berkala yah, walaupun tidak merasa haus. Yang perlu kamu tahu Untuk traveling ke Tibet, kamu harus memiliki visa China terlebih dahulu Semua wisatawan asing tidak bisa traveling secara mandiri di Tibet. Jadi kamu harus mendaftar ke travel agency untuk bisa masuk ke Tibet Untuk masuk ke Tibet, semua wisatawan asing perlu memiliki Tibet Travel Permit. Umumnya Tibet Travel Permit akan dibantu proses oleh travel agency yang dipilih Mengunjungi tempat wisata Lhasa dan wisata Tibet, wisatawan asing harus selalu ditemani travel agency Biasanya travel agency akan meminta wisatawan untuk TIDAK mencantumkan akan pergi ke Tibet saat pengajuan visa China. Info dari contact person travel agency yang digunakan tim BuLiBi saat itu, jika menyebutkan akan masuk Tibet biasanya akan dipersulit untuk mendapatkan visa China Natmso Lake terlihat sangat indah di saat musim panas (Juni hingga Agustus). Alternatif danau suci lainnya adalah Yamdrok Lake, hanya berkisar 3 jam perjalanan dari Lhasa Traveling ke Tibet berpotensi terkena AMS. Gejala yang biasa timbul seperti sakit kepala, mual, dan sesak napas. Kamu bisa membawa obat seperti Diamox untuk berjaga-jaga Untuk pilihan kota dari Indonesia ke mainland China dan pulangnya bisa disesuaikan dengan budget dan preferensi kamu yah. Biasanya rute yang cukup sering promo dari mainland China ke Lhasa adalah Xi’an, Chengdu, dan Kunming Jika memilih kereta untuk menuju Lhasa, sebaiknya pesan tiket jauh-jauh hari agar tidak kehabisan tiket, terutama yang kelar sleeper berth Jangan lupa bawa bekal untuk di kereta menuju Lhasa yah, traveler! Di kereta ada juga gerbong restorasi jika ingin membeli makanan dan minuman Untuk mendapatkan tiket pesawat murah, pilihlah waktu saat low season. Pilihan low cost carrier menuju China juga bisa menjadi opsi untuk menghemat biaya Traveler yang sudah pernah mengunjungi China mungkin sudah tahu mengenai toilet di China. Nah, kalau traveling ke Tibet harus menyiapkan ‘mental’ lebih nih terkait urusan toilet. Tissue kering, tissue basah, sabun/hand sanitizer, dan botol air tidak boleh ketinggalan dibawa kemana-mana nih! Entah bagaimana kentalnya budaya dan ritual keagamaan Tibet lebih dari 50 tahun lalu sebelum dikuasai China. Saat tim BuLiBi berkunjung ke Tibet, memang sudah terlihat jelas kemajuan dan modernisasi yang digalakkan oleh pemerintah China. Di ibu kota Lhasa sendiri, bisa terlihat berbagai macam supermarket dan rumah makan China, juga toko-toko dengan neon signs yang terang benderang. Tapi, kamu masih bisa melihat banyak masyarakat asli Tibet yang berziarah, melakukan kora sambil melantunkan mantra di tempat-tempat suci yang diantaranya menjadi tempat wisata. Kamu juga bisa melihat peziarah yang bersujud di kuil dan biara di sekitar Lhasa dan wilayah Tibet lainnya. Nah, saat berkunjung ke tempat wisata Lhasa Tibet inilah masih terlihat betapa kentalnya ritual keagamaan yang dijalankan oleh masyarakat Tibet. Tidak ketinggalan pesona alam yang dimiliki Lhasa, menjadikan Lhasa wajib dikunjungi traveler. Jadi, sudah siap traveling ke Lhasa? (c) BuLiBi Baca juga: Kantongin Tips Hiking Untuk Pemula Berikut, Yuk! Liburan ke Patagonia Chili Itu Wajib! Tips Liburan #5: Tips Backpacker Untuk Para Ladies #bulibi #bukanliburanbiasa #traveling #tibet #himalaya #tempatwisataLhasaTibet

  • Facebook

©2019 by Bulibi