6 Negara Asia Yang Aman Untuk Solo Traveling Setelah Pandemi

Solo traveling ke negara-negara Asia setelah pandemi, negara mana sajakah yang aman dikunjungi?

Sudah beberapa lama PSBB di Indonesia dan lockdown di beberapa negara sudah mulai dilonggarkan memasuki new normal. Di Indonesia, penerbangan domestik dan internasional sudah mulai beroperasi kembali. Beberapa tempat publik, seperti perkantoran, mall, dan tempat wisata sudah mulai dibuka kembali. Tentu dengan penerapan protokol kesehatan.

Beberapa negara juga sudah mulai membuka perbatasan dengan negara tetangga. Walaupun status pandemi belum berakhir dan vaksin belum ditemukan, berita ini tentu menggembirakan untuk traveler. Saat Covid-19 ditetapkan sebagai pandemi global beberapa waktu lalu, banyak rencana traveling yang harus dibatalkan. Bahkan mungkin ada beberapa dari kamu yang sedang traveling harus terkena lockdown di tempat tujuan.

Kalau traveling, lebih suka pergi dengan beberapa teman, sendiri, atau bersama group? Beberapa negara Asia seperti Singapura, Malaysia, Jepang, Korea, dan China termasuk negara-negara tujuan favorit solo traveler. Selain negara-negara tersebut, ada beberapa negara Asia lain yang bisa jadi tujuan nih teman BuLiBi. Negara-negara ini memiliki angka penyebaran Covid-19 yang cukup rendah, sehingga aman untuk dikunjungi setelah pandemi. Kalau memang keadaan sudah memungkinkan, solo traveling ke sini sepertinya seru yah. Negara apa saja kira-kira?

Vietnam

Halong Bay (c) Desi Triaryanawati

Sebagai salah satu negara yang angka positif Covid-19 cukup rendah, Vietnam aman untuk dikunjungi setelah pandemi. Selain itu, negara ini juga aman untuk solo traveler. Enaknya lagi, kamu tidak perlu visa untuk masuk ke Vietnam.

Banyak penerbangan dari Indonesia menuju kota-kota besar di Vietnam, seperti Ho Chi Minh, Hanoi, atau Da Nang. Baik dengan maskapai full service ataupun low cost, jadi kamu bisa pilih sesuai jadwal dan budget kamu. Terdapat beberapa opsi transportasi di Vietnam, mulai dari sewa kendaraan, taxi, fasilitas online, dan kereta. Untuk berpindah kota di Vietnam, tersedia banyak bus yang sangat nyaman, mulai dari sleeper bus dan standard seat.

Untuk eksplor seluruh Vietnam, diperlukan waktu yang cukup lama. Jadi kalau mau solo traveling ke sini, kamu tentukan dulu mau ke Vietnam bagian utara, tengah, atau selatan. Untuk Vietnam utara, Hanoi akan menjadi tujuan pertama. Dari Hanoi, kamu bisa ke kota-kota lain seperti Halong Bay untuk mencoba cruise tour. Atau ke Sapa, menjejakkan kaki di Gunung Fansipan (ketinggian 3.143m) tanpa trekking!

Jika memilih Vietnam selatan, pilihlah penerbangan awal ke Ho Chi Minh. Di ibukota Vietnam ini, kamu bisa berkunjung dan menikmati arsitektur khas Eropa di pusat kota. Atau mau merasakan langsung Cu Chi Tunnels, terowongan bawah tanah yang digunakan saat perang Vietnam? Nah, kalau ingin mencoba sensasi naik jeep di padang pasir, teman BuLiBi bisa ke Hue di Vietnam tengah. Jangan lewatkan juga berkunjung ke Da Nang untuk menikmati Golden Bridge, yah!

Buat yang ingin berkunjung ke Vietnam, banyak tersedia pilihan akomodasi. Mulai dari hostel hingga hotel berbintang. Untuk makanan, kamu bisa menemukan berbagai macam jenis makanan, mulai dari makanan tradisional, Chinese food, western, dan India. Di beberapa kota besar seperti Hanoi dan Ho Chi Minh pun cukup mudah menemukan restoran halal.

Kamboja

Angkor Wat (c) www.britannica.com

Bagi kamu penggemar sejarah, berkunjung ke Kamboja bisa menjadi salah satu tujuan setelah pandemi. Siem Reap dan Pnom Penh merupakan dua kota yang menjadi tujuan utama wisatawan Indonesia. Di Siem Reap terdapat Angkor Wat, situs warisan dunia UNESCO. Awalnya, tempat ini merupakan tempat ibadah umat Hindu. Kemudian di abad ke-12 tempat ini berubah menjadi tempat ibadah umat Buddha. Selain Siem Reap, kamu bisa lanjutkan perjalanan ke kota Phnom Penh. Di sini kamu bisa eksplor Silver Pagoda dan Imperial Palace.

Untuk berpindah-pindah kota seperti ke Sihanoukville, kamu bisa menggunakan bus atau van. Nikmati pasir putih dan laut biru di pantai-pantai di Sihanoukville, seperti Sokha Beach, Long Beach, dan Independent Beach. Untuk menuju ke Kamboja, tersedia beberapa alternatif maskapai low cost dan full service.

Laos

Vat That Khao, Viantiane (c) www.easybook.com

Destinasi solo traveling lainnya yang aman dikunjungi setelah pandemi adalah Laos. Negara ini berbatasan dengan Thailand dan Vietnam. Teman BuLiBi bisa berkunjung di waktu terbaik, mulai November hingga Januari. Beberapa kota yang menjadi tujuan utama traveler diantaranya Luang Prabang dan Viantiane. Nikmati keindahan alam di Kung Si Waterfalls atau wisata budaya ke Wat Mai dan Royal Temple Museum.

Jangan lewatkan untuk eksplor Vat That Khao, patung reclining Buddha yang panjangnya 40m! Atau nikmati keindahan arsitektur Pha That Luang, stupa suci dari emas. Kedua tempat ini bisa kamu kunjungi selama di Viantiane. Selain kedua kota tersebut, ada beberapa tempat lain yang bisa jadi tujuan. Diantaranya Vang Vieng, Si Phan Don Islands, dan Bokeo Nature Reserve.

Untuk akomodasi di Laos cukup murah, mulai dari Rp. 100.000 untuk dormitory atau shared room. Tersedia juga berbagai macam tipe hotel berbintang. Jika kamu berada di Luang Prabang, jangan lewatkan mencoba makan ala ‘all you can eat’ di night market. Dengan hanya membayar sekitar Rp. 30.000, kamu bisa makan sepuasnya!

Myanmar

Maing Thauk Pagoda, Inle Lake (c) Desi Triaryanawati

Beberapa waktu belakangan, Myanmar menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan Indonesia. Disebut-sebut sebagai negeri 1000 pagoda, kamu bisa menemukan pagoda di seluruh penjuru Myanmar, terutama di kota-kota besar seperti Yangon, Bagan, dan Mandalay. Walaupun temple dan pagodanya mirip, dijamin kamu tidak akan bosan temple hopping di sini. Jangan lewatkan berkunjung ke Shwedagon Pagoda di malam hari untuk sekedar duduk dan menikmati suasana malam bersama-sama masyarakat Myanmar.

Satu yang tidak boleh dilewatkan jika berkunjung di musim dingin yaitu melihat Hot Air Balloon di Bagan. Nikmati suasana magis saat menunggu sunrise dengan latar belakang pagoda dan balon udara selama di sini. Bisa dibilang, Bagan merupakan ‘open museum’ dengan beribu pagoda dan temple yang tersebar di seluruh kota.

Berpindah dari satu kota ke kota lainnya di Myanmar sangat mudah dan nyaman. Walaupun tidak ada sleeper bus, tersedia banyak pilihan bus yang nyaman dengan jadwal pagi dan malam. Selain kedua kota tersebut, kota-kota lain bisa dimasukkan ke dalam itinerary solo traveling kamu. Mandalay dan Inle Lake adalah dua kota populer lainnya yang tidak boleh dilewatkan. Jangan khawatir soal makanan dan penginapan, traveler! Kamu bisa menyesuaikan dengan budget dan kebutuhan. Bagi kamu yang muslim, makanan halal juga cukup mudah didapatkan di beberapa kota besar seperti Yangon dan Mandalay.


Bhutan

Punakha Dzong Monastery (c) www.forbes.com/getty

Dikenal dengan nama ‘Land of the Thunder Dragon’, negara kerajaan di Himalaya ini disebut sebagai negara dengan masyarakat yang paling bahagia. Termasuk mahal sebagai negara tujuan di Asia, semua traveler yang berkunjung ke Bhutan harus menggunakan local agency. Biaya wisata yang ditetapkan oleh pemerintah sudah termasuk akomodasi, transportasi selama di Bhutan, guide, dan makanan. Walaupun wisata ke Bhutan tidak murah, namun bisa menjadi salah satu tempat yang wajib dikunjungi sekali dalam hidup.

Bhutan menawarkan pemandangan spektakular gugusan Himalaya, berbagai macam temple mulai dari Paro Taktsang, Gangteng Monastery, hingga Punakha Dzong. Nikmati pemandangan indah bunga rhododendron di Gangtey Valley saat musim semi atau ratusan stupa di Dochula Pass. Oktober hingga Mei menjadi waktu terbaik berkunjung ke sini. Oh iya, penerbangan ke Bhutan sangat terbatas. Bhutan bisa dicapai melalui India, Thailand, Nepal, Singapura, dan Bangladesh.


Nepal

Deretan Himalaya (c) Desi Triaryanawati

Walaupun confirmed cases Covid-19 di Nepal masih lebih tinggi dari 5 negara lainnya yang sudah disebutkan di atas, negara ini masih terbilang cukup aman untuk menjadi tujuan solo traveling setelah pandemi. Negara ini cocok bagi semua tipe traveler, mulai dari outdoor enthusiast, pecinta budaya dan sejarah, foodie lovers, hingga mereka yang suka berbelanja. Tidak seperti negara-negara Asia lainnya yang bebas visa, untuk masuk ke Nepal memerlukan Visa on Arrival (VoA). Kamu bisa langsung mengurus di Tribhuvan International Airport saat kedatangan. Tersedia 3 pilihan jangka waktu: 15 hari (30 USD), 30 hari (50 USD), dan 90 hari (125 USD).

Sebagian besar wisatawan asing yang datang ke Nepal akan memilih Kathmandu untuk tinggal, terutama di Thamel. Di sini kamu bisa menemukan berbagai macam jenis akomodasi, restaurant dengan menu lokal hingga western, toko buku, toko souvenir, toko peralatan outdoor, dan banyak lagi. Menjadi pintu awal untuk semua aktivitas seperti trekking, hiking, climbing, dan sightseeing, Thamel menjadi kawasan yang sangat ramai.

Nepal menjadi tujuan utama wisatawan dari seluruh dunia untuk melihat langsung Himalaya. Tersedia banyak jalur trek di negara ini, seperti Everest Base Camp, Annapurna Base Camp , Manaslu, dan lainnya. Buat yang tidak ingin trekking atau climbing, jangan khawatir! Banyak ragam aktivitas di Nepal yang bisa kamu pilih. Ingin mencoba paragliding dengan view Himalaya dan rafting di danau di Pokhara? Atau merasakan sensasi safari di hutan tropis di Chitwan National Park? Buat pecinta film Dr. Strange, bisa lho coba napak tilas lokasi syutingnya di Patan Durbar Square atau Pashupatinath Temple. Selain kedua tempat ini, kamu bisa berkunjung ke situs sejarah lainnya di sekitar Kathmandu seperti Swayambhunath dan Boudhanath Stupa.

Mau wisata religi? Teman BuLiBi bisa pergi ke kota Lumbini, kota kelahiran Buddha. Atau mencoba yoga dengan latar belakang belakang gugusan Himalaya di Nagarkot? Gardens of Dream bisa jadi tempat menyepi di tengah hiruk pikuk Kathmandu. Untuk eksplor negara ini, tersedia beragam macam transportasi, mulai dari bus, taxi, van, hingga sewa kendaraan. Di Pokhara, kamu bisa eskplor kota dengan bersepeda. Jangan lupa belanja oleh-oleh souvenir di Thamel yah! Kamu bisa memilih aksesoris, baju, scarf, syal, hingga selimut dari bulu yak.



Traveling memiliki manfaat bagi diri kita, seperti mengurangi stress dan menambah wawasan akan budaya baru. Pergi bersama-sama dengan keluarga, teman, atau pasangan tentu sangat menyenangkan. Namun bagi beberapa orang, mereka lebih menyukai solo traveling. Ternyata, manfaat yang didapat juga banyak loh! Diantaranya melatih diri sendiri lebih mandiri, belajar mengatasi keadaan dan menghargai hal kecil, menambah teman, dan lebih percaya diri.

Dengan adanya pandemi di seluruh dunia, tentu saja kita masih belum bisa traveling seperti keadaan sebelumnya. Namun, buat kamu yang ingin solo traveling setelah pandemi, negara-negara Asia bisa menjadi pilihan. Negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura tentu akan menjadi favorit karena dekat. Selain kedua negara tersebut, ada negara-negara lain yang aman untuk dikunjungi, diantaranya enam negara Asia yang disebutkan di atas.

Boleh loh negara-negara tersebut dimasukan ke bucket list, traveler! Yang mana yang jadi incaran teman BuLiBi untuk traveling berikutnya? Kalau sekarang ini, masih lebih baik untuk tetap di rumah dulu aja, yah. Tetap waspada dan jalankan protokol kesehatan dimanapun kamu berada. Dan semoga pandemi ini segera berakhir, sehingga kita semua bisa traveling kembali.


(c) BuLiBi


Baca juga:

Kantongin Tips Hiking Untuk Pemula Berikut, Yuk!

Liburan ke Patagonia Chili Itu Wajib!

Tips Liburan #5: Tips Backpacker Untuk Para Ladies

#bulibi #bukanliburanbiasa #negaraasia #solotraveling #solotraveler

Cari tiket murah:



  • Facebook

©2019 by Bulibi