Wajah Baru Lembah Harau Payakumbuh

Lembah Harau? Apa itu? Di mana? Kenapa disebut Lembah Harau Payakumbuh?

Lembah Harau Payakumbuh (Photo by Ibadah Mimpi on Unsplash)

Dear Teman Bulibi, liburan sejatinya adalah waktu untuk melepaskan penat dari aktivitas sehari-hari dan yang pastinya harus menjadi sesuatu hal yang berbeda dari biasanya. Bagi kamu yang tinggal di kota besar, apakah kamu jenuh dengan padatnya jalanan, polusi kendaraan, gedung-gedung yang memenuhi pemandangan dan semacamnya? Kami akan memberikan rekomendasi tempat yang wajib kamu datangi untuk melepas segala penat dan lelah. Tempat wisata ini bernama Lembah Harau Payakumbuh.


Kami akan ceritakan kenapa Lembah Harau Payakumbuh bisa menjadi satu tempat yang kami rekomendasikan untuk liburanmu. Ayo kita simak penjabarannya.


Yoshimite Park ala Indonesia

Lembah Harau merupakan daerah ngarai / lembah di kabupaten 50 Kota (Payakumbuh) yang diapit oleh 2 bukit cadas. Kedua bukit memiliki ketinggian 150 - 500 meter berupa batu pasir yang berwarna-warni. Wilayah ini berbukit dan bergelombang, dinding-dinding bukit bak tembok tinggi siap membuat mata terpukau sejak menginjakkan kaki di wilayah Lembah Harau. Wajar saja orang-orang yang telah bekunjung ke Lembah Harau mengibaratkan Lembah Harau sebagai Yoshimite Park-nya Indonesia karena kemiripan dari tebing-tebing dan alamnya.


Berdasarkan penelitian yang dilakukan para ahli, teori mengenai terbentuknya lembah ini akibat erosi yang terjadi jutaan tahun lalu. Selain itu juga karena adanya pertemuan 2 lempeng Austronesia dan lempeng Eurasia yang saling mendesak, sehingga menyebabkan terjadinya patahan besar di ujung Sumatera yang berimbas pada terbentuknya perbukitan di kawasan ini. Terlepas dari itu semua, kita harus bersyukur bisa menikmati keindahan yang telah mengalami proses panjang ini, iya kan?


Hamparan sawah berdinding batu terjal, dan udara yang sangat segar juga menjadi daya tarik wisatawan untuk datang ke sini. Kawasan ini memang sudah sejak lama sering dikunjungi, hal ini terbukti dari monumen peninggalan Belanda sejak tahun 1920-an yang berdiri di kaki air terjun Sarasah Bunta. Pada tanggal 10 Januari 1993, Pemerintah Indonesia menobatkan Lembah Harau Payakumbuh sebagai Cagar Alam Nasional.


Bagaimana Cara Menuju ke Lembah Harau?

Untuk sampai di Lembah Harau bisa dikatakan cukup mudah. Saat ini sudah banyak moda transportasi yang bisa mengantarkanmu langsung menuju Lembah Harau, sehingga tidak perlu khawatir untuk sampai ke sana. Ada beberapa cara yang bisa Teman Bulibi coba untuk mengunjungi Lembah ini, diantaranya dengan naik minibus (P.O Sarah) dengan biaya Rp30.000 per orang dari Kota Padang. Perjalanan akan memakan waktu kurang lebih 4 jam untuk sampai ke Pasar Tradisional Sari Lamak (50 Kota).


Kemudian, perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan ojek atau bentor (becak motor). Kendaraan roda dua juga bisa melewati jalan yang sama karena akses ke sana cukup mudah. Bahkan, ojek online pun siap mengantarkanmu jika kamu tidak ingin ribet sewa mobil. Segala kemudahan ini tidak lepas dari peran pemerintah setempat yang dalam satu tahun terakhir membangun sarana prasara yang baik di wilayah Lembah Harau Payakumbuh sendiri.


Aktivitas Seru di Lembah Harau

Banyak aktivitas yang bisa dilakukan di kawasan Lembah Harau Payakumbuh. Mulai dari menikmati pemandangan bersama keluarga sampai olahraga ekstrem bisa dilakukan disini.


Panjat tebing

Bagi kamu yang menyukai tantangan, panjat tebing di kawasan ini tentu tidak boleh dilewatkan. Bukit terjal dan fasilitas yang memadai, serta bantuan profesional yang akan mendampingi, aktivitas panjat tebing akan lebih aman dan menyenangkan.


Mendaki

Hal ini belum banyak dicoba oleh wisatawan yang berkunjung kesini. Namun jika kamu punya waktu luang dan tidak terburu-buru, kamu bisa ke atas dinding terjal lembah dengan mendaki. Untuk naik ke atas kamu cukup mencari warga lokal yang bersedia untuk memandumu naik ke atas. Selama perjalanan ke puncak kamu akan melihat pemandangan yang asri dan menyegarkan. Untuk sampai di puncak, kamu membutuhkan waktu selama 5 jam dengan perjalanan santai. Dari atas sini, kamu bisa menikmati kawasan Lembah Harau Payakumbuh dari ketinggian.


Piknik bersama orang terkasih

Dengan banyaknya lokasi / kawasan yang ramah keluarga, kamu bisa bersantai bersama keluarga dan teman-teman terdekat di sini. Ditambah lagi pemerintah setempat dan pengelola sudah membuat beberapa wahana keluarga yang sayang jika dilewatkan.


Basah-basahan di air terjun.

Ada beberapa air terjun yang bisa kamu temukan di Lembah Harau. Diantaranya adalah Air Terjun Aka Barayun, Sarasah Donat, Sarasah Boenta, Sarahah Talang, dan Sarasah Murai. Sarasah sendiri memiliki arti 'air terjun'. Ketinggian air terjun di sini berbeda-beda. Untuk itu, jika Teman BuLiBi datang bersama si kecil. harap perhatikan dan terus awasi mereka saat bermain di area ini ya!


Wajah Baru Lembah Harau

Kawasan Lembah Harau memang menawarkan pemandangan indah dan kedamaian yang menenangkan. Dinding lembah bukit berwarna yang megah dan hamparan sawah sejauh mata memandang begitu memanjakan mata. Seiring berjalannya waktu dan melihat semakin banyak pengunjung yang datang, hal ini menjadi perhatian pemerintah setempat dan pengelola untuk membuat kawasan ini semakin layak untuk didatangi sebagai tempat wisata.


Dalam beberapa waktu terakhir, pemerintah setempat tengah gencar meningkatkan pariwisata di kawasan Lembah Harau ini, dengan menghadirkan berbagai spot-spot menarik yang bisa kamu kunjungi saat berada di sini. Beberapa spot yang sudah dikenal publik adalah Kampung Eropa yang meghadirkan miniatur bangunan-bangunan ternama di Eropa seperti Menara Eiffel, Menara Pisa, Big Ben dan lain-lainnya.


Selain itu, ada pula spot foto yang menawarkan sensasi berada di Korea dengan hamparan salju dan kayu kering. Kamu juga bisa menikmati sensasi berjalan-jalan di Jepang saat berada di Kawasan Kampuang Sarosah. Di Kampuang Sarosah ini kamu bisa mengikuti berbagai macam aktivitas seperti mendayung sampan, bersepeda, memanah, naik sepeda gantung, area piknik, penginapan, dan aula pertemuan. Banyak sekali kan aktivitas yang bisa dilakukan di sini?


Dengan adanya wisata baru ini bukan berarti mengurangi keindahan alamnya, ya. Kawasan Kampuang Sarosah justru menjadi alternatif tambahan ketika kamu berkunjung ke Kembah Harau Payakumbuh.


Nah dari penjelasan tadi, tentu Teman Bulibi semakin bersemangat untuk datang ke sini kan? Kami sarankan Teman Bulibi untuk datang saat low season agar nantinya tidak terlau ramai. Pastikan juga keamanan dan kenyamanan saat perjalanan karena kawasan ini cukup luas yakni sekitar 270,5 Hektar, sehingga air minum, obat-obatan pribadi perlu disiapkan. Kamu juga tidak perlu takut kepanasan, karena cuaca di sini sangat sejuk dan teduh. Untuk tempat makan pun lumayan banyak tersebar di beberapa titik, jadi kamu nggak akan kelaparan saat mengitari kawasan cagar alam Lembah Harau Payakumbuh ini.


Bagi kamu yang ingin menikmati acara Pesta Rakyat Minangkabau di Lembah Harau, kamu bisa datang di bulan Juli – Agustus untuk mengikuti acara Pasa Harau. Acara tahunan ini menampilkan berbagai kesenian dan budaya Minangkabau. Biasanya, acara ini berlangsung selama 3 hari berturut-turut. Jadi pastikan kamu sudah booking tiket penerbangan dengan menyesuaikan jadwal acara ya, biar nggak kelewatan! Selamat Liburan Teman Bulibi!

(c) BuLiBi - [Kontributor: Alif | Editor: Karina Ovelia]


Suka dengan artikel ini? Silakan share ke media sosialmu!


Baca artikel lainnya:

Daftar Penginapan Di Indonesia

Tips Liburan #5: Tips Backpacker Untuk Para Ladies

Tips Liburan #4: Cari Makanan Halal Di Luar Negeri


#bulibi #bukanliburanbiasa #lembahharaupayakumbuh #padang

Cari tiket murah ke Sumatera:


  • Facebook

©2019 by Bulibi