• Facebook

©2019 by Bulibi

Cerita Bukan Liburan Biasa: Liburan Murah Tapi Seru di Malang

Diperbarui: 20 jam yang lalu

Halo, teman Bulibi! Kali ini, tim Bukan Liburan Biasa berbagi cerita dengan salah satu teman setia kita, Odhila. Pemenang kontes tahun baru 2020 Instagram BuLiBi. Dia dan kawan-kawan menghabiskan liburan bulan Desember yang lalu di Malang. Ini dia bukan liburan biasa versi Odhila. Simak ceritanya!

Bukan Liburan Biasa di Malang (c) Odhila dkk.

Teman BuLiBi: Odhila (IG: @odickyidol)

Destinasi: Malang, Jawa Timur

Tanggal: 25 - 29 Desember 2019


BuLiBi: Kenapa pilih liburan tanggal segitu?

Odhila: Mungkin ini yang disebut "Early New Year's Eve Celebration", and you can guess why we called it, ya, kami semua adalah pekerja yg masih kerja tgl 30 & 31 Desember. LOL. So, kami merencanakan liburan ke Malang dari tanggal 25 - 29 Desember 2019.


BuLiBi: Hari pertama kemana aja?

Odhila: Museum Angkut, Kota Batu, Malang. Well, before we talk about Museum Angkut, fyi kami berangkat dari Bandung ke Malang naik kereta Malabar Ekonomi. Ya, kami mencari akomodasi yang paling murah, karena akhir tahun dan hari besar. Perjalanan dari tgl 25 Desenver 2019 jam 19.50 WIB, dan tiba di Malang tgl 26 Desember 2019 jam 11.25 WIB (almost 16 hours). Dan kami tinggal di dua villa yang berbeda. Untuk tanggal 26-28 di Villa Qita dan untuk tgl 28-29 di Villa Casa Sky Rose yang sama2 berada di Kota Batu.


Cari hotel murah di Malang:

Okay, now we talk about Museum Angkut. Sebagai orang awam yang belum pernah ke Museum Angkut, gue pribadi masih blank total, what is it? Kenapa gak searching? Well, kalau gue searching, nanti gak bakal seru. LOL.


Kesan pertama masuk ke museum angkut, gue kira "oh, cuma segini aja isinya", dan ternyata masih banyak jalan menuju keistimewaan museum angkut. Ya, Museum Angkut terbagi jadi beberapa area yang mewakili masing-masing wilayah negara dan Zona, mulai dari Zona Batavia dan Pecinan, Gangster & Broadway Street, Eropa, Buckingham Palace, dan zona lainnya. Dan buat kalian pecinta otomotif, udah pasti Museum Angkut ini adalah tujuan utama (surga dunia) kalian, karena di sini ditampilkan jenis kendaraan dari zaman bareto neupi ka ayeuna (haha Sundanese sedikit lah). Dan yang paling seru adalah Zona Gangster & Broadway Street dengan adanya musik DJ yang membuat stress hilang. LOL. Kalau istilah zaman sekarang mah dugem dugstak lah. Selain itu, kami pun tur ke seluruh zona dan enjoy all pajangan/replika dari kendaraan yang ada di seluruh penjuru dunia.

Museum Angkut, Malang (c) Odhila

Kalau dibilang capek, ya capek tapi kami tidak membatasi diri, karena rasa capek kami sepadan dengan apa yang disajikan oleh Museum Angkut ini. Dan gue pun love it banget. F*ckantastic day.

Foto seru di Museum Angkut, Malang (c) Maya

BuLiBi: Seru! Hari kedua lanjut ke mana?

Odhila: Bukit Widodaren dan Pasir Berbisik, Bromo. Hari kedua bisa dibilang hari yang sangat melelahkan, karena ada banyak tempat yang dikunjungi. Kami dijemput tengah malam untuk berangkat ke Penanjakan 2, Bromo Sunrise View Point. Perjalanan dari villa ke lokasi sekitar 4 jam (plus ini dan itu). Setibanya di sana, kulit serasa mati rasa coz dinginnya suhu di sana. We walked to view point dan enjoyed sunrise dengan saling berdesakan. Yep, a lot of people there.

Sunrise di Bukit Widodaren (c) Maya

After that, we went to Bukit Widodaren dan view di sana W.O.W.B.G.T! We took a lot of pic that is too beautiful to forget. Selain itu, kami juga membuat video zumba to support one of us and that helped us to warm our body.


Then, we went to Pasir Berbisik, again and again view di sana W.O.W.B.G.T dengan adanya pancaran matahari yang menyinari satu titik, we called it "LUX", coz we sang a song called "Lux Aurumque". LOL, yes, we're choir singers.


Lokasi di sana seperti gurun di timur sana dan view-nya sangat berbeda dengan lokasi Bukit Widodaren. Di lokasi ini benar-benar full pasir dengan minim green plant. Entah apa this place called Pasir Berbisik, tapi setelah ke sana, dengan hembusan angin yang kencang serasa ada bisikan dari pasir yg terbawa angin dan terdengar di telingaku. LOL, maybe that's the reason.

Pasir Berbisik (c) Odhila dkk

Time passed by, night came and we went to alun-alun Kota Batu untuk cari dinner. And food di sana banyak beut dah. Our goal is "Pos Ketan Legenda Alun-Alun Batu" dan memang rasa ketan ini sangat melegenda. Not only ketan saja yang kami beli, but also jajanan sate yang terhitung murah untuk dibeli. Kami pun enjoy night moments di Alun-Alun Kota Batu. That was another F*ckuntastic Day.


BuLiBi: Bukan liburan biasa emang f*ckuntastic! Lanjut hari ketiga?

Odhila: Mungkin hari ini bisa dibilang last day to hangout di Kota Batu Malang, our schedule for today is Jatim Park 2. Jatim Park 2 lebih fokus pada hewan, baik Zoo maupun museum binatang (masa kini dan purba). Well, I'm amazed with a lot of animals there, coz banyak hewan yg benar-benar belum pernah gue lihat secara langsung, baik hewan terkecil di dunia maupun hewan tercepat di dunia. Itu sungguh bikin mata melotot tanpa henti. LOL. I'm really sure that BSZ was so much better than zoo yang ada di Bandung [BuLiBi: kota asal Odhila].

Di Batu Secret Zoo ini, not only menyajikan hewan-hewan saja, but also some wahana yang lumayan seru. Kami hanya bisa mencoba 2 wahana karna keterbatasan waktu, dan saat itu turun hujan lebat. 2 wahana yang kami naiki pun lumayan bikin tegang sampai-sampai jantung bisa copot tuh. LOL. Dan parahnya, karena one of us takut akan wahana ini, kayaknya mbak operator saw that dan finally kami diputar kembali untuk kedua kalinya. LOL.

Untuk makanan, di food court BSZ ini juga lumayan menarik dan bervariasi, mulai dari makanan khas Malang, sate-satean, dsb. dengan harga yang sangat terjangkau, dan pembayaran di sini menggunakan kartu yang di top up mulai dari 50ribu rupiah.

Batu Secret Zoo, Malang (c) Odhila dkk

Setelah jalan-jalan di BSZ, kami pun pergi ke Museum Satwa, di mana a lot of pajangan hewan-hewan yang ada di seluruh dunia dengan berbagai klasifikasi spesies, mulai dari spesies laut, darat, even udara. ya maybe karena sudah terlalu capek jalan-jalan seharian, di Museum ini gue gak terlalu banyak keliling. Karena menikmati kerennya hewan-hewan dan fasilitas yang ada di sana, tanpa sadar kami sudah berjalan selama hampir 6-7 jam lamanya.

After that kami pergi ke tempat oleh-oleh, karena waktu untuk membeli oleh-oleh hanya saat itu, dan juga kami harus menyiapkan bahan-bahan makanan untuk BBQ di villa. Well, karena some of us chef (LOL), kami para penikmat makanan jadi santai saja untuk menikmati BBQ di samping pool Villa.

BuLiBi: Asyik, ya. Kesan pengalaman bukan liburan biasa di Malang?

Odhila: Well, untuk tiga hari ini, bisa dibilang liburan yang sangat memuaskan untuk dinikmati di akhir tahun 2019, menjelang tahun baru 2020. What F*ckuntastic Days.

Mau cerita liburan kamu diliput tim BuLiBi juga?

Terima kasih, Odhila, sudah berbagi dengan tim BuLiBi. Semoga cepat liburan lagi dalam waktu dekat ya!


Buat kamu yang punya cerita liburan dan foto-foto seru, bisa langsung follow dan DM BuLiBi via Instagram! Caranya gampang, kok! Cuma follow, tag, dan ceritakan pengalaman kamu. Tidak dipungut biaya apa pun!

Mau liburan ke Malang? Cek harga tiket sekarang!