11 Fakta Unik Karimun Jawa yang Harus Traveler Tahu

Karimun Jawa sempat dijuluki Caribbean Van Java pada era kolonial dulu. Ada alasan apa ya dibalik julukan ini? Ini fakta unik Karimun Jawa!

Fakta Unik Karimun Jawa (c) BuLiBi

Hamparan pasir putih dan indahnya biru laut tidak pernah gagal menjadi obat rehat. Terutama buat kita yang sehari-hari pemandangannya tidak jauh dari hutan beton. Kami nggak heran kalau Teman BuLiBi selalu butuh recharge untuk dapat dosis vitamin sea. Sudah pernah dengar Karimun Jawa? Pulau kecil yang letaknya dekat kota kelahiran ibu kita Kartini ini memiliki pesona laut yang begitu memukau. Tim BuLiBi kali ini akan mengulas 11 fakta unik Karimun Jawa buat kamu yang nggak sabar melipir ke pantai buat jadwal liburan selanjutnya. Yuk, disimak!


1. Rumah dari 3 fauna langka

Karimun Jawa merupakan rumah dari tidak hanya 1, tapi 3 fauna langka di Indonesia. Ketiga fauna tersebut adalah elang laut dada putih, penyu hijau, dan penyu bersisik. Buat Teman BuLiBi yang suka birdwatching dan mengarungi hutan mangrove, Karimun Jawa adalah tempat yang pas. Kalau kamu beruntung, kamu bisa melihat salah satu atau bahkan ketiga fauna langka yang masih bisa ditemukan di Karimun Jawa ini.


Sejak 1999, Karimun Jawa menyandang status Taman Nasional. Per tahun 2001, sebagian wilayah Karimun Jawa merupakan Kawasan Pelestarian Alam Perairan (KPA). Dengan luas total lebih dari 100.000 hektar, ekosistem wilayahnya terbagi menjadi 3: hutan hujan tropis dataran rendah, hutan mangrove, dan area perairan. Untuk mendukung upaya pelestarian penyu hijau dan penyu bersisik, pengelola menyediakan tempat penetasan telur penyu semi alami di sekitar pantai.


2. Ada 27 pulau, hanya 5 yang berpenghuni

Karimun Jawa memang dikenal sebagai daerah kepulauan. Dengan total 27 pulau yang ada di Utara Jawa ini, hanya 5 pulau yang diisi oleh penghuni. Penghuni beneran kok, bukan yang lain… (eh, nggak tau juga ya kita). Kelima pulau yang berpenghuni itu adalah Pulau Karimunjawa, Pulau Nyamuk, Pulau Kemujan, Pulau Parang, dan Pulau Genting. Dari 27 pulau tersebut, 22 diantaranya adalah yang termasuk dalam Taman Nasional Karimun Jawa.


3. Jumlah penduduknya nggak sampai 10 ribu jiwa

Dengan fakta hanya 5 dari 27 pulau yang berpenghuni, ini menjelaskan fakta unik Karimun Jawa berikutnya: total penduduknya nggak sampai 10 ribu jiwa. Berdasarkan sensus tahun 2017, penduduk Karimun Jawa hanya mencapai 9.514 orang saja. Disamping itu, Teman BuLiBi hanya akan menemukan 15 Sekolah Dasar, 2 Sekolah Menengah Pertama, dan 1 Sekolah Menengah Kejuruan di sini.


4. Baru dialiri listrik sejak 2016

Bagi Teman BuLiBi yang berencana untuk liburan di Karimun Jawa, kamu sudah tidak perlu khawatir lagi dengan ketersediaan listrik di pulau tersebut. Sejak tahun 2016, aliran listrik di Karimun Jawa sudah dapat diakses sepanjang hari alias 24 jam. Sebelumnya, aliran listrik di kawasan wisata tersebut hanya berfungsi selama 12 hingga 18 jam. Meskipun demikian, aliran listrik 24 jam ini baru mengakomodir 2 dari 5 pulau yang berpenghuni.


Aliran listrik yang lebih memadai ini mendukung pertumbuhan ekonomi warga setempat pula. Makin banyak hotel atau penginapan yang didirikan di Karimun Jawa dan tentunya, semakin menarik wisatawan untuk berlibur di sini.


5. Akses ke Karimun Jawa semakin berkembang

Selain aliran listrik, perkembangan Karimun Jawa sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia juga didukung dengan akses yang lebih mudah. Akses yang sudah lebih mudah dan biaya liburan yang cenderung sangat murah ini bisa menjadi pilihan yang tepat buat Teman BuLiBi. Akses paling mudah menuju Karimun Jawa adalah dengan berangkat dari Semarang. Kamu bisa berangkat ke Semarang dengan naik kereta ataupun pesawat.


Setibanya di Semarang, kamu bisa melanjutkan perjalanan ke Jepara dan menuju ke Pelabuhan Kartini Jepara. Setelah itu, naik kapal fery Siginjai yang berangkat pukul 7:00 pagi setiap hari Senin, Rabu, Jumat, dan Sabtu untuk menyebrang ke Karimun Jawa. Tarif KMP Siginjai kelas ekonomi adalah Rp72.000 per orang. Perjalanan akan memakan waktu sekitar 4 – 5 jam. Sesampainya di sana, kamu bisa menuju penginapan yang sudah diatur travel yang kamu gunakan atau menginap di rumah warga untuk opsi yang lebih bersahabat di kantong.


6. Fakta unik Karimun Jawa: sensasi tidur di tengah laut

Pernah membayangkan gimana rasanya tidur di tengah laut? Teman BuLiBi yang penasaran, next time kamu ke Karimun Jawa, coba menginap di Wisma Apung. Hanya dibanderol dengan tarif Rp130.000 hingga Rp230.000 saja, kamu sudah bisa menikmati nikmatnya bangun tidur langsung melihat birunya laut Karimun Jawa. Dengan harga yang sangat amat terjangkau, fasilitas yang ditawarkan pun sepadan. Kamar dengan tarif tertinggi di sini menawarkan fasilitas AC dan kamar mandi dalam.


7. Wisata religi Karimun Jawa

Bagi kamu yang sudah sering mendengar tentang sejarah nama Karimun Jawa, mungkin sudah tidak asing. Selain pesona alamnya, wisata religi juga bisa menjadi opsi menarik bagi Teman BuLiBi. Nah, sejarah nama Karimun Jawa sendiri konon berasal dari sebutan Sunan Muria untuk pulau ini. Pulau kecil ini terlihat kremun kremun atau “tidak jelas” bila dilihat dari Gunung Muria.


Wisata religi yang bisa kamu kunjungi di Karimun Jawa adalah makan Sunan Nyamplungan atau Syekh Amir Hasan. Beliau adalah putra dari Sunan Muria yang ditugaskan untuk menimba ilmu dan memperdalam ajaran agama Islamnya di sini.


8. Ada “gosong” di mana-mana

Apanya yang gosong? Ngga ada. Ngga ada yang masak dan ngga ada yang bikin makanan gosong. Adanya… pantai gosong. Bahasa Indonesia 101! Kata 'gosong' tidak hanya kita gunakan untuk menyebut masakan yang sudah terlalu lama dimasak. Gosong dalam Bahasa Indonesia juga berarti timbunan pasir yang terdapat di tengah laut. Timbunan pasir ini begitu padat sehingga dapat membentuk sebuah pulau kecil. Di Karimun Jawa, Pulau Gosong adalah hal yang umum ditemukan dan menjadi salah satu destinasi menarik pagi para wisatawan.


9. Wisatawan wajib menyiapkan uang cash

Teman BuLiBi yang berencana ke Karimun Jawa perlu kami ingatkan: siapkan uang cash. Hal ini perlu diperhatikan karena sampai saat ini Karimun Jawa hanya memiliki 1 fasilitas ATM Bersama. Kalau kegiatanmu banyak dan kamu berencana stay di sini dalam jangka panjang, kamu wajib menyiapkan uang tunai. Supaya tidak perlu repot-repot mengantre di ATM.


10. Harus bawa peralatan mandi sendiri!

Menginap di penginapan yang terjangkau bisa berarti kamu akan memerlukan peralatan mandi sendiri. Ya, banyak penginapan dengan harga bersahabat cukup menyediakan kamar tidur dan kamar mandi, tidak ada toiletries. Pengalaman liburan ke Karimun Jawa bisa benar-benar bikin kamu mandiri. Berbeda dengan pelayanan yang biasa kamu temukan di kota-kota besar di Indonesia, kali ini kamu harus bisa menyesuaikan diri dengan keadaan ya! Lagipula, pengalaman liburan di Karimun Jawa akan sepadan dengan effort yang kamu keluarkan.


11. Indonesia rasa Caribbean Sea

Rasanya, julukan Caribbean van Java ini begitu cocok untuk Karimun Jawa. Hamparan pasir putih dan air laut biru yang amat jernih tidak kalah dengan pantai-pantai di luar negeri seperti di Maladewa atau di Karibia. Sebelum Teman BuLiBi berkelana jauh ke sana, yuk ke Karimun Jawa dulu buat pemanasan!


Semakin tahun akan semakin banyak orang yang familiar dengan nama Karimun Jawa. Pesona lautnya yang cantik dipadu dengan keberlangsungan pembangunan pariwisata di sana pasti akan membuat namanya semakin melesat. Jadi semakin banyak deh destinasi wisata di Indonesia. Semoga setelah semakin ramai pengunjung, kita tidak terlena dengan kenyamanan dan akan terus menjaga kelestarian alam sekaligus lingkungan Karimun Jawa, ya!


Sekarang kan sudah mengantongi fakta unik Karimun Jawa dari Tim BuLiBi. Jadi, kapan nih…?

(c) BuLiBi


Suka dengan artikel ini? Silakan share ke media sosialmu!


Baca juga artikel lainnya:

Tips Liburan #5: Tips Backpacker Untuk Para Ladies

Daftar Penginapan Di Indonesia

Berapa sih Biaya ke Himalaya?


#bulibi #bukanliburanbiasa #tipsliburan #faktaunikkarimunjawa #karimunjawa

Cari penginapan di Karimun Jawa:


  • Facebook

©2019 by Bulibi