Hasil Pencarian

150 item ditemukan

  • Cari Tahu Cara Naik MRT Singapore

    Negeri dengan ciri khas patung kepala singa ini memang selalu menarik untuk dibahas. Luas wilayah Singapura memang kalah jika dibandingkan dengan negara-negara tetangganya. Tapi, tidak ada yang ragu bahwa transportasi di Singapura justru yang paling unggul di kawasan Asia Tenggara. Sebagai alat transportasi utama, MRT Singapore dikenal dengan kebersihan dan ketepatan waktunya. Tak salah jika transportasi ini menjadi pilihan yang tepat bagi wisatawan, apalagi cara naik MRT Singapore juga cukup mudah. Singapura memang sering menjadi destinasi liburan luar negeri pertama. Selain lokasi yang tidak begitu jauh dari Indonesia dan alternatif penerbangan ke Singapura yang banyak, negara ini memang cocok dikunjungi kapan saja. Teman BuliBi dapat mengelilingi Singapura seharian dengan menggunakan Mass Rapid Train atau biasa juga disingkat dengan MRT. Dengan cara naik MRT Singapore ini kamu bisa menuju destinasi wisata dengan lebih mudah. Sebelum Jakarta punya MRT, sebagian besar orang Indonesia mungkin pertama kali mencoba MRT justru di Singapura. Cara naik MRT Singapore juga cukup mudah sekali apalagi jika kamu sudah punya pengalaman sebelumnya. Tapi, bagi teman BuliBi yang baru pertama kali mencoba bisa jadi sedikit membingungkan. Jangan khawatir, tim BuliBi sudah menyiapkan beberapa informasi penting seputar MRT Singapore untuk kamu. Penting Memahami Peraturan Cara Naik MRT Singapore Teman BuliBi pasti sudah tahu jika Singapura dikenal sebagai negara yang disiplin dan bersih. Agar semakin disiplin, peraturan biasanya diikuti dengan hukuman apabila dilanggar. Jadi, jangan rusak liburanmu gara-gara kamu abai dengan peraturan yang ada di Singapura, terutama saat teman BuliBi menggunakan transportasi berupa MRT. Sebelum kamu mencari informasi cara naik MRT Singapore, ada baiknya kamu juga baca-baca peraturan yang ada. Memahami peraturan di negara yang kamu tuju tidak ada ruginya, ini justru akan membuat liburanmu lebih lancar. Teman BuliBi tentunya tidak mau kan liburannya jadi berantakan gara-gara kamu melanggar aturan yang ada apalagi sampai harus berurusan dengan polisi di luar negeri. Nah, salah satu peraturan ketat yang wajib kamu ketahui adalah larangan makan dan minum selama di dalam MRT. Minuman yang dilarang tidak hanya minuman berasa saja, bahkan ini juga berlaku untuk minuman berupa air putih. Informasi tentang peraturan ini terpampang jelas baik di stasiun maupun di dalam MRT. Jadi, tidak ada alasan kamu tidak tahu tentang hal ini ya. Selain itu, teman BuliBi juga dilarang merokok dan meludah selama di dalam MRT. Jika teman BuliBi masih nekat, siap-siap saja denda jutaan bahkan puluhan juta rupiah harus kamu bayar! Cara Naik MRT Singapore: Pahami Peta MRT! Kesasar memang sering menjadi cerita lucu dan seru saat traveling. Bahkan ada anekdot yang menyebutkan belum traveling jika belum kesasar. Tapi, teman BuliBi tidak mau kan liburannya jadi kacau karena kamu terus-terusan kesasar saat mengambil jalur MRT. Untuk itu, sebelum bersiap ke Singapura, tim BuliBi menyarankan agar kamu perlu juga memahami peta MRT. Saat belajar membaca peta MRT, ada baiknya kamu sesuaikan juga dengan itinerary yang sudah kamu buat. Cara naik MRT Singapore tentu akan lebih mudah jika kamu memahami petanya terlebih dahulu. Jangan lupa juga menyimpan petanya di smartphone agar kamu lebih mudah mengaksesnya di mana dan kapan saja. Memahami peta MRT Singapore sebetulnya tidak sulit kok. Teman BuliBi cukup memerhatikan jalur warna warni yang ada di peta. Jalur-jalur ini menghubungkan hampir setiap tempat-tempat utama di Singapura. Kamu bahkan bisa mengunjungi Singapura dari ujung ke ujung hanya dengan menggunakan moda transportasi ini. Setiap warna menandakan tujuan berdasarkan arah mata angin, tetapi ada juga yang disebut dengan circle line yang digambarkan dengan warna kuning. Tak hanya jalur kereta saja, teman BuliBI juga perlu mengingat stasiun tempat kamu akan berhenti di mana. Selain itu, teman BuliBi juga perlu cermati stasiun interchange. Di stasiun ini kamu bisa pindah kereta di jalur lain tanpa harus membeli tiket lagi. Artinya, kamu juga harus berganti kereta untuk sampai ke destinasi yang dituju. Cara Naik MRT Singapore dengan Tiket Sekali Pakai Cara naik MRT Singapore yang paling gampang tentu dengan membeli tiket sekali pakai atau single card. Tiket ini adalah tiket standar yang bisa teman BuliBI dapatkan melalui mesin GMT (General Ticket Machine) yang tersedia di stasiun MRT. Saat ingin menggunakan tiket ini, kamu cukup memilih “standard ticket” pada layar sentuh yang tersedia, lalu pilih jalur peta MRT sesuai dengan tujuanmu. Setelah itu, teman BuliBi bisa memilih jumlah tiket yang diinginkan dan memasukan uang yang dibutuhkan. Pastikan juga teman BuliBi tidak salah memilih jalur karena setelah pembayaran, maka tiket tidak dapat ditukar lagi dengan jalur yang berbeda. Tips dari tim BuliBi, sebaiknya kamu menyiapkan uang pecahan kecil saat ingin membeli tiket ini. Beberapa mesin GMT hanya menerima maksimal pecahan SGD 10 atau SGD 5. Tapi, jika kamu tidak memiliki pecahan kecil, teman BuliBi tidak perlu khawatir. Di dalam stasiun terdapat loket tempat penukaran uang pecahan sehingga kamu tidak perlu repot. Pastikan kamu sudah memiliki pecahan yang dibutuhkan sebelum ke mesin GMT agar tidak menganggu antrian ya. Meskipun mudah, sayangnya tiket ini agak kurang efektif jika mobilitasmu menggunakan MRT cukup tinggi karena kamu harus bolak-balik mendatangi mesin GMT. Cara naik MRT Singapore berikutnya mungkin bisa menjadi jawaban kamu untuk mengatasi hal ini. Miliki Kartu EZ-Link, Cara Naik MRT Singapore Lebih Gampang Jika tadi single card kurang efektif, teman BuliBi dapat memanfaatkan kartu EZ-Link agar cara naik MRT Singapore jauh lebih gampang. Kartu ini adalah tiket yang bisa diisi ulang dengan deposit minimal SGD 5. Jadi, jika kamu membeli dengan harga SGD 12, maka SGD 5 berlaku sebagai deposit dan sisa SGD 7 bisa dipakai untuk menggunakan MRT. Dengan menggunakan kartu jenis ini kamu juga tidak perlu lagi repot-repot menghampiri mesin GMT. Menariknya, tiket ini juga bisa digunakan untuk transportasi lain seperti LRT dan bus, bahkan beberapa outlet makanan juga menerima pembayaran dengan kartu EZ-Link! Kartu ini bisa teman BuliBi beli di Ticket Office yang ada di sekitar stasiun MRT atau bus. Selain itu, kamu juga bisa mendapatkannya di minimarket seperti 7-eleven. Cara menggunakan EZ-Link juga gampang sekali. Teman BuliBi cukup menempelkan kartu pada mesin saat masuk dan keluar stasiun. Mesin akan secara otomatis mengurangi nominal uang yang tersimpan di kartu EZ-Link kamu. Sisa saldo yang ada di kartu juga bisa kamu minta kembali/refund atau bisa kamu gunakan saat mengunjungi Singapura berikutnya karena kartu ini berlaku selama 5 tahun lho. Setelah membaca informasi mengenai cara naik MRT Singapore dari tim BuliBi di atas, kamu tentu jadi punya gambaran mengenai MRT di Singapura. Agar tidak melulu menggunakan MRT, kamu juga perlu sekali-kali mencoba menggunakan bus saat berlibur ke Singapura. Pengalaman menggunakan berbagai transportasi di Singapura tentu akan menambah keseruan liburanmu. Tak perlu menunggu lama, segera unduh dan simpan peta MRT di smartphone kamu. Jangan lupa juga baca dan pelajari baik-baik peta dan peraturan yang ada selama menggunakan moda transportasi ini. Liburanmu pasti jadi lebih mudah dan seru dengan memanfaatkan kereta ini. Jadi, apa teman BuliBi siap bertualang di Singapura dengan MRT? © BuLiBi – [Kontirbutor: Yeyen P] Terima kasih sudah membaca! Silakan share di media sosial kamu. Baca juga: Tips Liburan ke Singapura untuk Pemula 11 Fakta Unik Singapura yang Harus Traveler Tahu Tips Liburan #3: Kerja Freelance Biar Bisa Liburan Kapan Saja #bulibi #bukanliburanbiasa #tipsliburan #caranaikmrtsingapore #mrtsingapore Cari tiket murah ke Singapura:

  • Mau liburan ke Phuket? Siapkan Ini Dulu!

    Mau menikmati pantai-pantai eksotis di Phuket? Simak yuks apa saja yang perlu disiapkan untuk liburan ke Phuket. Selain Bangkok, Phuket menjadi salah satu destinasi paling favorit di Thailand. Phuket merupakan pulau terbesar di Thailand dengan luas 576km2. Pulau ini berada di pantai barat Thailand dan menghadap ke Laut Andaman dan Samudra Hindia. Dikelilingi 32 pulau-pulau kecil di sekitarnya, Phuket menjadi magnet bagi para penyuka pantai dan laut. Mirip dengan Bali, Phuket menawarkan beragam wisata, mulai dari pantai, wisata kuil/temple, hingga wisata belanja. Pulau ini selalu ramai dikunjungi hampir sepanjang tahun. Kamu bisa menikmati kecantikan pantai-pantai Phuket dengan hamparan pasir putih, berkeliling di night market, atau berkunjung ke Big Buddha. Teman BuLiBi juga bisa seru-seruan di Phuket Trickeye Museum atau island hopping ke pulau-pulau di sekeliling Phuket. Kira-kira, perlu persiapan apa saja sih kalau mau liburan ke Phuket? Mau Liburan di Musim Apa? Sebelum kamu memutuskan untuk liburan ke Phuket, cari tahu mengenai waktu terbaik berkunjung ke sana. Phuket bisa dikunjungi sepanjang tahun, namun waktu terbaik untuk ke Phuket adalah saat dry season dari Desember hingga Maret. Cuaca cenderung tidak terlalu panas dan hujan sangat sedikit. Musim ini juga merupakan high season di Phuket, jadi semua tempat wisata akan ramai dipadati wisatawan dari berbagai negara. Dan biasanya harga tiket pesawat atau hotel akan melonjak di musim ini. Di bulan April hingga Juni, cuaca di Phuket lebih panas dari dry season. Kamu juga perlu tahu, Phuket mengalami monsoon, dimana hujan akan mulai sering turun dari Juli hingga November. Namun hujan biasanya tidak turun sepanjang hari dan kamu masih bisa menikmati sinar matahari. Kalau ingin suasana yang lebih sepi, dua musim ini bisa menjadi pilihan. Tempat wisata tidak akan sepadat dan seramai saat high season. Dan pastinya, harga-harga lebih murah dibandingkan saat peak season. Menuju Phuket Punya rencana liburan ke Phuket tapi bingung? Pulau ini termasuk mudah dikunjungi lho dari Jakarta. Memang, masih banyak yang mengira lokasi Phuket dekat dan masih satu daratan dengan Bangkok. Nyatanya, pulau ini terletak sekitar 863km dari Bangkok. Teman BuLiBi bisa memilih naik pesawat, express bus, atau kombinasi kereta dan bus untuk mencapai tempat ini. Pesawat Cara yang paling mudah mencapai Phuket tentu saja dengan menggunakan pesawat terbang. Banyak tersedia penerbangan domestik dari Bangkok menuju Phuket yang membutuhkan waktu sekitar 1,5jam. Walaupun dari Jakarta tidak ada penerbangan langsung ke Phuket, tersedia beberapa kali penerbangan ke Phuket dengan maskapai full service maupun low cost. Express Bus Kamu juga bisa naik express bus dari Bangkok dengan pilihan jadwal keberangkatan pagi dan malam hari. Perjalanan dengan bus memerlukan waktu sekitar 14 jam. Semua bus dilengkapi dengan AC, reclining seat, serta film, dan snack selama perjalanan. Kereta dan Bus Jika ingin bertualang, traveler bisa memilih kombinasi kereta dan dilanjutkan dengan bus. Tersedia pilihan sleeper train untuk tiket kelas 1 (kabin untuk 2 orang) dan kelas 2 (kabin untuk lebih dari 2 orang). Tidak disarankan untuk memilih kereta dengan seat only, karena perjalanan sangat jauh. Perjalanan dari Stasiun Hua Lamphong di Bangkok menuju kota Shurat Tani memerlukan waktu 8 – 12jam, tergantung dari kelas kabin. Sampai di Shurat Tani, kamu bisa berpindah kendaraan bus dan masih harus menempuh 5 jam perjalanan lagi. Wah, lama yah di perjalanannya? Transportasi di Phuket Jangan khawatir, pilihan transportasi di Phuket sangat beragam. Traveler bisa menyesuaikan dengan kebutuhan. Pergi sendiri, bersama teman-teman, atau keluarga, teman BuLiBi bisa memilih dari mulai sepeda motor, taksi, angkutan umum lokal, hingga sewa kendaraan pribadi. Bandara ke kota Phuket Jarak dari Phuket Airport menuju Phuket Town sekitar 40km. Kalau kamu sampai di Phuket menggunakan pesawat terbang, tersedia mini bus dengan biaya 100 Baht. Mini bus akan menaikkan dan menurunkan penumpang sepanjang perjalanan, sehingga memerlukan waktu sedikit lama untuk tiba di tujuan. Jika pergi dengan beberapa orang, kamu bisa sharing cost untuk sewa kendaraan atau naik taxi. Walaupun lebih mahal, tentu saja akan menghemat waktu dan tiba lebih awal. Dalam kota Untuk eksplor kota Phuket tentu saja yang lebih nyaman kamu bisa sewa mobil dan naik taxi. Tapi, kamu juga bisa memilih ojek motor, tuk tuk, bus, atau songthaew. Naik songthaew juga bisa dicoba nih traveler! Tentu seru merasakan naik transportasi lokal. Tidak ada kondektur di songthaew, jadi kalau mau turun kamu harus pencet bel dulu. Biasanya jadwal songthaew selalu tepat waktu, akan berjalan setiap 30menit sekali dari titik awal pemberangkatan. Paling enak menjelajah Phuket dengan motor. Kenapa? Sewa motor di Phuket termasuk murah. Dengan menyewa sepeda motor, kamu juga bisa eksplor Phuket dengan lebih mudah. Harga sewa motor di sana sekitar 250 Baht untuk satu hari. Bisa Eksplor Apa Aja di Phuket? Berlibur sendiri, dengan teman, atau keluarga, tersedia banyak pilihan aktivitas yang bisa dilakukan. Mulai dari bersantai di pantai, mencoba berbagai olahraga air, island hopping, atau berbelanja di night market. Berikut beberapa pilihan aktivitas yang bisa teman BuLiBi lakukan selama liburan ke Phuket: Bermain di Pantai Phuket memiliki banyak pantai indah dengan hamparan pasir putih, pohon kelapa, dan air laut yang biru jernih. Mulai dari Patong Beach, salah satu pantai paling populer dan ramai. Atau Kata Beach yang lebih sepi dari Patong Beach, dan Karon Beach dengan pasirnya yang sangat lembut. Kamu bisa bersantai dan menikmati semilir angin di pantai. Atau mencoba berbagai macam olahraga air, seperti surfing, kitesurfing, atau paddleboarding. Nikmati berbagai macam makanan dan minuman di beberapa restoran dan bar yang ada di sepanjang pantai. Jangan lewatkan menikmati sunset di Patong Beach saat sore hari. Mengunjungi Wat Chalong & Big Buddha Tidak selalu pantai, di Phuket kamu juga bisa mengunjungi Wat Chalong Temple. Salah satu kuil Buddha dengan bangunan megah. Jangan lupa untuk mampir ke Big Buddha yang terletak tidak jauh dari Wat Chalong Temple. Patung Buddha setinggi 45meter ini konon dibangun dengan biaya 30 juta Baht. Karena letaknya di atas bukit, sejauh mata memandang akan terlihat pemandangan indah barisan pantai dan pulau-pulau di sekitar Phuket. Island Hopping Tour Satu hal yang tidak boleh dilewatkan, island hopping! Nah, traveler pernah dengar film ‘The Beach’ yang dibintangi Leonardo DiCapprio, kan? Lokasi film ini di Maya Bay, yang terletak di Phi Phi Leh. Kamu bisa ikut tour Phi Phi Islands untuk ke tempat ini. Selain Maya Bay, ada beberapa pilihan pulau lainnya seperti James Bond Island, Khai Island, atau Similan. Jangan lewatkan untuk snorkeling di salah satu pulau yang dikunjungi. Kamu bisa melihat aneka macam ikan dan terumbu karang bawah laut Phuket. Dan nikmati keindahan sunset dari perahu saat perjalanan kembali ke Phuket. Jika punya waktu lebih, kamu juga bisa menginap selama satu malam di Phi Phi Island. Berkeliling Old Phuket Town Terletak di Phuket Town, kamu bisa melihat bangunan bangunan tua dengan cat berwarna-warni. Cobalah mampir di malam hari untuk melihat kecantikan lampu-lampu yang menghiasi bangunan-bangunan tersebut. Belanja di Phuket Weekend Market Kalau kamu berada di Phuket saat weekend, jangan lewatkan untuk berkeliling di Phuket Weekend Market. Seperti namanya, pasar ini hanya dibuka saat akhir pekan saja. Kamu bisa mencoba berbagai macam makanan yang dijual di sepanjang jalan, atau melihat-lihat dan berbelanja souvenirs dan pernak pernik untuk oleh-oleh. Taman Bermain Jika traveler pergi dengan anak-anak, banyak aktivitas yang bisa dilakukan si kecil selama liburan ke Phuket. Selain pantai dan laut, rasakan serunya balapan di Phuket Racing Kart dan melihat berbagai macam hewan laut di Phuket Aquarium. Atau bermain dengan berbagai macam lukisan 3D di Phuket Trickey Museum. Dijamin mereka tidak akan bosan! Menginap di Mana? Tidak susah mencari akomodasi sesuai dengan kebutuhan kamu, mulai dari hostel hingga resort mewah. Jika ingin penginapan dengan harga relatif murah dan jauh dari hingar bingar, kamu bisa menginap di Phuket Town. Pilihan lainnya, teman BuLiBi bisa pilih sekitar Kata Beach dan Karon Beach. Ingin menginap di tempat yang ramai dan dekat pantai dan tempat wisata lainnya? Kamu bisa pilih area Patong Beach, pusatnya kawasan wisata di Phuket. Di sini tersedia akomodasi dengan berbagai tipe. Juga banyak tersedia restoran, toko-toko, bar, dan fasilitas lainnya. Makanan di Phuket Buat kamu yang tidak ada pantangan makanan, banyak ragam makanan yang bisa kamu temukan. Mulai dari menu lokal, seafood, Chinese food, hingga internasional yang dijual di pinggir jalan hingga restoran. Saat liburan ke Phuket, kamu harus coba street food mereka, seperti pad thai. papaya salad, fried coconut ice cream, hingga beragam jenis snack sate. Khusus untuk traveler muslim, perlu sedikit hati-hati karena makanan di street food sebagian besar non- halal. Tapi jangan khawatir, populasi umat muslim di Phuket sendiri sekitar 20%. Jadi, tersedia cukup banyak restoran halal seperti Anwa Lookchin Pha yang terkenal dengan mie dengan bakso ikannya, Kusuma Halal dengan beragam makanan Thailand, Malaysia, dan seafood. Atau mau makan kebab di beberapa restoran Timur Tengah. Yang Perlu Kamu Tahu Untuk mendapatkan tiket murah ke Phuket, kamu bisa hunting tiket promo jauh-jauh hari sebelum keberangkatan Untuk sewa motor di Phuket memerlukan passport asli sebagai jaminan, jadi sewalah dari tempat terpecaya atau dari penginapan tempat kamu menginap Saat ini, Maya Bay masih ditutup untuk wisatawan. Pemerintah Thailand menutup tempat ini untuk perbaikan lingkungan dan udara akibat terlalu banyak wisatawan yang berkunjung Jika kamu memilih pesawat dari Bangkok, pilihlah penerbangan malam, harganya bisa lebih murah Pesan akomodasi jauh-jauh hari melalui situs online, terutama saat high season Untuk pilihan Phi Phi Island tour, kamu bisa pesan melalui hotel. Paket tour berkisar antara 1200-1500 Baht sudah termasuk antar jemput, makan siang, dan snorkeling Selain Phuket Night Market, kamu bisa mencari oleh-oleh dan souvenir di Jungceylon Shopping Mall Sediakan waktu setidaknya 3 hari selama di Phuket untuk menghabiskan waktu di pantai-pantai atau eksplor tempat-tempat lain Jika kamu mencari tempat liburan dengan berbagai macam destinasi di Thailand, Phuket bisa menjadi pilihan. Kamu bisa main ke beberapa pantai, seperti Patong Beach yang sangat ramai. Atau ingin pantai dengan suasana lebih tenang? Kamu bisa ke Kata Beach atau Karon Beach. Tentu jangan lewatkan ikut island hopping tour ke beberapa pulau kecil di sektitar Phuket seperti James Bond Island atau Phi Phi Island yang pernah menjadi tempat syuting film 'The Beach'. Snorkeling wajib dicoba di Monkey Island untuk menikmati keindahan bawah laut Phuket. Teman BuLiBi bukan tipe yang suka berlama-lama di pantai? Tenang saja, banyak koq tempat wisata yang bisa dikunjungi, baik sendiri, bersama teman, atau keluarga. Nikmati pemandangan pantai-pantai Phuket dari ketinggian di Big Buddha. Kemudian bisa melanjutkan berjalan-jalan dan mencari souvenir di Jugnceylon Shopping Mall atau Phuket Weekend Market. Atau mau merasakan keseruan bermain gokart dan mencoba eco adventure di Flying Hanuman? Mau merasakan berbagai macam jenis makanan dan snack di Phuket? Cobalah berkeliling Phuket Old Town atau Phuket Night Market. Kamu bisa mencoba berbagai macam makanan lokal, seperti pad thai dan coconut ice cream. Untuk akomodasi, kamu bisa pilih area sesuai dengan kesukaan kamu. Di tempat yang ramai seperti Patong Beach atau yang tenang di resort di selatan pulau? Apapun pilihan untuk liburan ke Phuket, tersedia berbagai macam alternatif untuk disesuaikan dengan keinginan. Sudah siap bermain di pantai Phuket, traveler? (c) BuLiBi Baca juga: Apply Visa Thailand: Bukan Liburan Biasa Ke Negeri Gajah Putih Daftar Penginapan Di Thailand Tips Liburan #5: Tips Backpacker Untuk Para Ladies #bulibi #bukanliburanbiasa #liburankephuket #traveling #thailand #phuket #beach Cari tiket murah ke Phuket:

  • 5 Tips Liburan ke Malaysia, Destinasi Pertama Keliling Dunia

    Teman BuLiBi punya mimpi untuk keliling dunia? Mengunjungi negara-negara terdekat di Asia mungkin bisa jadi pilihan awalmu. Salah satu negara tetangga yang bisa masuk list awal keliling dunia adalah Malaysia. Jarak Jakarta ke Malaysia bisa ditempuh dengan 2 jam perjalanan jika naik pesawat. Tidak hanya itu, karena Indonesia dan Malaysia sama-sama tergabung dalam ASEAN, untuk berkelana ke sana, kamu tidak memerlukan visa. Belum lagi harga tiket pesawat yang cukup terjangkau buat kita semua. Segala kemudahan ini cukup menjadi alasan yang kuat untuk kamu melancong ke Malaysia. Sebelum berangkat, yuk simak 5 tips liburan ke Malaysia dari kami! 1. Perhatikan waktu mengecek tiket Salah satu trik yang mungkin sudah diketahui oleh orang yang hobinya traveling ini mungkin belum banyak diketahui orang lain. Ya, waktu mengecek tiket pesawat bisa berpengaruh lho dengan harga yang kamu temukan. Nggak main-main, selisih harga tiket di waktu-waktu tertentu bisa mencapai puluhan hinggan ratusan ribu rupiah. Lumayan banget, kan, kalau uangnya bisa dialokasikan ke tambahan jajan kamu selama di Malaysia. Usahakan untuk mengecek tiket pada hari Selasa atau Rabu. Harga tiket yang ditampilkan di hari tersebut biasanya lebih murah jika dibandingkan dengan waktu-waktu lainnya. Selain itu, kamu bisa mengecek di siang atau sore hari. Ini juga bisa menjadi keunggulan tersendiri saat kamu mau membeli tiket ke Malaysia. Ngga percaya? Coba aja Teman BuLiBi bandingkan sendiri~ 2. Jangan lupa beli tiket return Nah, untuk tips liburan ke Malaysia yang satu ini juga berlaku ke banyak negara lainnya. Saat tiba di imigrasi, petugas perlu memastikan bahwa kamu berada di Malaysia dalam rentang waktu yang jelas. Biasanya mereka akan meminta kamu untuk memperlihatkan tiket kembali ke Tanah Air. Untuk itu, jangan lupa untuk membeli tiket pulang sekalian, ya! 3. Bersiap fisik setelah turun dari pesawat Setibanya di Kuala Lumpur International Airport atau KLIA, kamu perlu mempersiapkan fisik. Kenapa? Karena KLIA ini GEDE BANGET. Ya, memang tidak sebesar Changi Airport atau Dubai Airport, memang. Hanya saja, bagi Teman BuLiBi yang baru menjajakan kaki di KLIA mungkin perlu kami kasih disclaimer supaya nanti setelah tiba di sana nggak kaget lagi. Bandara yang besar ini tentu difasilitasi dengan berbagai macam tempat istirahat (lounge), tempat makan, tempat ibadah, hingga tempat belanja. Tidak hanya itu, bandara yang besar memiliki terminal yang besar juga. Hampir semua terminal jaraknya cukup jauh, maka dari itulah kamu perlu naik MRT yang tersedia untuk berpindah dari satu terminal ke terminal lainnya. Sejak diresmikan pada tahun 1998, KLIA terus dikembangkan dengan beragam inovasi untuk kenyamanan para pengunjung. Tidak hanya itu, bandara internasional ini juga sudah beberapa kali memenangkan penghargaan internasional, lho! 4. Utamakan naik transportasi publik Transportasi publik yang sudah memadai bisa membuat kamu nyaman berjalan-jalan ke sana kemari. Selain murah, transportasi publik di Malaysia juga sudah cukup memadai, khususnya buat Teman BuLiBi yang mau jalan-jalan ke daerah wisata ataupun pusat kota. Pilihan moda transportasinya pun banyak. Secara umum, transportasi publik di Malaysia terbagi dua: bus dan transportasi berbasis rel. Untuk transportasi berbasis rel, Malaysia punya 5 pilihan moda transportasi. Berikut penjelasan singkatnya: KL Monorail: transportasi monorel ini memiliki jalur sepanjang 8,6 km dan melewati 11 stasiun. Monorail berangkat dari KL Sentral ke Titiwangsa sebagai pemberhentian terakhir. Cara membeli tiketnya mudah, kamu hanya cukup membelinya di vending machine yang tersedia. KL Monorail hanya terintegrasi dengan LRT di Stasiun Hang Tuah. Light Rapid Transit (LRT): LRT mengangkut penumpang lebih banyak jika dibandingkan dengan Monorail. LRT ini memiliki dua jalur: Sri Petaling/Laluan Ampang dan Kelana Jaya. Jalur Sri Petaling menggunakan armada di bawah tanah sedangkan Jalur Kelana Jaya menggunakan armada melayang (elevated). Cara pembelian tiketnya sama dengan pembelian tiket Monorail. Atau kamu bisa menggunakan kartu Touch n Go (TnG) yang berfungsi seperti e-money yang kita pakai. ·KLIA Express/KLIA Transit: Dua unit transportasi ini digunakan untuk pergi dari dan ke bandara. Selain rute bandara, KLIA Express juga melayani rute dari bandara langsung ke Bukit Bintang Mass Rapid Transportation (MRT): moda transportasi yang satu ini memiliki 1 jalur yaitu Sungai Buloh – Kajang. Selain beroperasi selama 24 jam, MRT ini juga sudah terintegrasi dengan Monorail dan LRT. Kereta Api Tanah Melayu: moda transportasi ini sama seperti commuter line atau KRL yang ada di Jakarta. Empat rute utama yang dilayani Kereta Api Tanah Melayu adalah; Goa Batu – Pulau Sebang, Tanjung Malim – Port Klang, Padang Rengas – Bukit Mertajam, dan Butterworth – Padang Besar. Untuk transportasi berbasis bus, Malaysia punya RapidKL dan Go-KL. RapidKL merupakan transportasi publik yang paling umum digunakan oleh penduduk setempat. Sedangkan Go-KL adalah tranportasi khusus pariwisata yang disediakan secara gratis. Semua transportasi di atas sudah difasilitasi dengan AC, ya Teman BuLiBi. Tidak hanya terjangkau, pilihan transportasi ini juga tentu saja nyaman. 5. Pelajari sedikit perbedaan Bahasa Melayu dan Bahasa Indonesia Meski serumpun dan hampir 90% bahasanya sama, ada beberapa hal yang kamu perlu tahu soal perbedaan Bahasa Melayu dan Bahasa Indonesia. Penting untuk mengetahui beberapa perbedaan yang ada dalam arti kata dua bahasa tersebut, supaya Teman BuLiBi tidak bingung memahami maksudnya. Beberapa kata yang perlu kamu perhatikan adalah: Kereta. Kereta memiliki arti ‘mobil’ atau ‘bus’ dalam Bahasa Indonesia. Jadi kalau kamu kebetulan sedang bertanya arah ke orang Malaysia, jangan sampai tertukar ya! Pusing. Kalau dalam Bahasa Indonesia pusing memiliki arti perasaan tidak enak di bagian kepala, Bahasa Melayu pusing berarti berputar. Jangan heran kalau diajak bicara dengan penduduk lokal yang bertanya ‘dah pusing mana je?’ itu artinya dia sedang bertanya “sudah pergi ke mana saja?” Tengok. Perbedaan makna kata ‘tengok’ dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Melayu cukup tipis. Tengok berarti ‘lihat’ dalam Bahasa Indonesia. Kemarin. Sama-sama menjelaskan konteks waktu. Bedanya, kalau Bahasa Indonesia, kemarin adalah hari sebelum hari ini. Sedangkan dalam Bahasa Melayu, kemarin berarti dua hari yang lalu. Semalam. Nah, kalau ini baru artinya hari sebelum hari ini dalam Bahasa Melayu. Sedangkan dalam Bahasa Indonesia, semalam berarti tadi malam. Senang. Untuk kata yang satu ini cukup berbeda maknanya. Senang dalam Bahasa Melayu berarti mudah. Duduk. Ketika kamu bertemu dengan orang Malaysia dan ditanyakan soal duduk di mana, jangan bingung ya. Itu maksudnya dia menanyakan di mana tempat kamu tinggal! Foto dengan latar belakang Petronas Twin Towers, mencicipi nasi lemak, atau berkunjung ke Legoland adalah segelintir hal yang bisa kamu lakukan saat liburan ke Malaysia. Sebelum liburan, pastikan kamu sudah memesan tiket return ya agar tidak mengalami kendala di imigrasi. Setibanya di sana, agar lebih irit budget, berdayakan transportasi umum yang sudah cukup terintegrasi di Malaysia. Kamu bakal baik-baik aja kok di sana, kan sudah ngantongin tips liburan ke Malaysia dari Tim BuLiBi, nih! Ceritain pengalamanmu nanti ya! (c) BuLiBi Suka dengan artikel ini? Silakan share ke media sosialmu. Baca juga artikel lainnya: 6 Negara Asia Yang Aman Untuk Solo Traveling Setelah Pandemi Tips Liburan #5: Tips Backpacker Untuk Para Ladies Tips Liburan #1: Ke Negara Bebas Visa #bulibi #bukanliburanbiasa #tipsliburankemalaysia #malaysia #tipsliburan #asia

  • Berapa sih Biaya ke Himalaya?

    Ingin melihat langsung gugusan Himalaya? Kira-kira berapa yah biaya ke Himalaya? Kamu pasti pernah dengar tentang Himalaya kan? Seberapa banyak sih yang kamu tahu tentang Himalaya? Tahu tidak, kalau Himalaya itu bukan satu gunung, tapi gugusan pegunungan? Nah, jadi sebenarnya Himalayas atau Himalaya adalah deretan pegunungan yang membentang sejauh 2.400km di lima negara Asia. Mulai dari Bhutan, China, India, Nepal, dan Pakistan. Himalaya memiliki lebih dari 50 gunung (!) dengan ketinggian di atas 7.200m, yang 14 diantaranya memiliki ketinggian di atas 8.000m. Himalaya sendiri terdiri dari 3 bagian, yaitu Himadri (bagian tertinggi dan paling utara dari jajaran pegunungan Himalaya, yang biasa disebut Greater Himalaya), Himachal (biasa disebut Lesser Himalaya, dengan bukit dan lembah indah), dan Shiwaliks (dikenal dengan Outer Himalaya yang terdiri dari hutan hijaunya). Nah, kalau Everest yang kita tahu, itu salah satu dari puncak-puncak tertinggi Himalaya. Puncak-puncak tertinggi ini terletak di sebagian besar Greater Himalaya. Selain Everest, ada Annapurna, Nanga Parbat, dan Kanchenjunga. Kanchenjunga, biasa disebut juga Kangchenjunga atau Kinchinjunga, atau biasa disebut Kumbhkaran Lungur oleh masyarakat Nepal, adalah gunung ke-3 tertinggi di dunia dengan ketinggian 8.586m. Gunung ini terletak di sebelah timur gugusan Himalaya, di perbatasan antara Sikkim (salah satu states di timur laut India) dan Nepal. Kalau kamu berencana ingin melihat Himalaya langsung dan ingin tahu biaya ke Himalaya, ada beberapa faktor yang bisa masuk dalam budget kamu. Diantaranya destinasi, transportasi, akomodasi, dan lainnya. Jika teman BuLiBi ingin tahu lebih banyak contoh perhitungan biaya ke Himalaya, simak yuk info perjalanan ke Sikkim yang pernah tim BuLiBi lakukan beberapa waktu yang lalu. Destinasi: Sikkim Untuk menentukan biaya ke Himalaya, salah satu yang menjadi faktor utama adalah destinasi. Setiap tempat memiliki beragam macam aktivitas, mulai dari sightseeing, yoga, trekking, hiking, bahkan climbing. Berbeda-beda destinasi maupun jenis aktivitasnya, tentu akan memiliki perhitungan biaya yang berbeda. Sikkim bisa menjadi salah satu pilihan untuk melihat Himalaya tanpa harus trekking ataupun climbing. Sebagai destinasi Himalaya di India, Sikkim tidak sepopuler destinasi lainnya seperti Kashmir, Ladakh, atau Himachal. Namun, buat kamu yang menyukai alam dan petualangan, Sikkim bisa jadi pilihan. Merupakan sebuah provinsi di lembah Himalaya India, Sikkim berbatasan langsung dengan Tibet di utara, Bhutan di timur, dan Darjeeling di selatan. Kamu akan menemukan Sikkim berbeda dengan kebanyakan provinsi di India. Di sini teman BuLiBi akan melihat berbagai macam budaya dan etnis Bhutia, Lepcha, dan Nepal. Beragam kuil dan prayer flags khas Tibet juga banyak di temukan di Sikkim. Dengan ibukota Gangtok yang berada di ketinggian 1.650m dan dikelilingi Himalaya, Sikkim memiliki cuaca yang sejuk. Waktu Terbaik Mengunjungi suatu tempat di musim terbaiknya tentu sangat menyenangkan. Untuk Sikkim sendiri, waktu terbaik adalah saat musim semi, Maret – Mei. Kamu bisa menyaksikan bunga-bunga yang bermekaran dan padang rumput kehijauan. Di musim gugur (Oktober hingga pertengahan Desember), traveler bisa melihat gugusan Himalaya dengan jelas. Jika ingin merasakan salju, datanglah mulai dari pertengahan Desember hingga Maret. Yumthang Valley, Lachung, Pelling, dan Lachen akan sangat indah dengan salju yang turun di musim dingin. Terkadang, saat musim semi di bulan April masih bisa ditemukan salju seperti di Tsomgo Lake atau Lachung. Sikkim mengalami monsoon, jadi hindari berkunjung sekitar Juni-September yah. Selain curah hujan yang tinggi, di beberapa tempat rawan terjadi longsor. Berapa Lama Seperti halnya destinasi, waktu yang kamu perlukan untuk mengunjungi salah satu destinasi Himalaya akan mempengaruhi besaran budget traveling kamu. Jika hanya sightseeing atau hiking singkat di Sikkim, kamu biasanya memerlukan waktu sekitar 7-10 hari. Lain cerita kalau kamu ingin trekking atau climbing yang akan memerlukan waktu lebih lama, mulai dari berminggu-minggu hingga berbulan-bulan. Transportasi Transportasi adalah point penting berikutnya untuk menghitung biaya ke Himalaya. Transportasi menuju tempat ini bisa kamu bagi menjadi dua kategori, tiket pesawat dari Indonesia ke Sikkim dan transportasi lokal selama di sana. Untuk mencapai ibu kota Sikkim, Gangtok, tidak ada penerbangan langsung dari Indonesia. Kamu bisa menuju ke salah satu kota di India terlebih dahulu, seperti Delhi, Kolkata, Mumbai, dan lainnya. Kami menyarankan untuk mengambil penerbangan dari Indonesia menuju Kolkata. Setelahnya, dari kota-kota di India harus mencapai kota Siliguri terlebih dahulu. Ada beberapa alternatif untuk mencapai Siliguri, diantaranya pesawat terbang, melalui jalan darat dengan kendaraan, atau kombinasi kereta dan berkendara. Dari Siliguri, kamu bisa melanjutkan naik kendaraan menuju Gangtok. Jika mengambil penerbangan ke Kolkata, kamu masih harus mengambil penerbangan domestik menuju ke Bagdogra Airport. Bandara terletak sekitar 124km (atau 4,5 jam perjalanan darat) ke Gangtok. Jika cuaca bagus, kamu bisa mengambil rute domestik menuju ke Bandara Pakyong yang baru diresmikan 2018 lalu. Bandara ini memang lebih dekat ke Gangtok, hanya sekitar 30km. Namun, karena letaknya di dataran tinggi, bandara ini sering tidak beroperasi karena faktor cuaca. Getting Around Sikkim Dari Bagdogra Airport, tersedia pilihan taxi atau shared jeep menuju ke Darjeeling, Gangtok, Siliguri, dan lainnya. Jadwal terakhir shared jeep menuju Gangtok dan Darjeeling sekitar jam 6-7 malam. Jika tiba di Bagdogra lewat dari waktu ini, kamu bisa menuju ke Siliguri terlebih dahulu dan berganti kendaraan untuk lanjut ke Gangtok. Secara garis besar, Sikkim dibagi menjadi beberapa area, yaitu East, West, North, dan South Sikkim. Tersedia beberapa pilihan transportasi untuk eksplor Sikkim. Mulai dari, taksi, shared jeep, dan sewa kendaraan. Jarak antara satu tempat ke tempat lain di Sikkim cukup jauh. Sangat disarankan untuk sewa kendaraan jika kamu pergi dengan beberapa teman. Atau kamu bisa ambil paket tur dari local agency. Akomodasi Sudah pasti, selama traveling kamu juga akan menghabiskan biaya untuk penginapan. Kembali lagi ke tempat tujuan, akomodasi juga bisa bermacam-macam pilihannya. Sikkim menawarkan berbagai macam opsi penginapan dengan pemandangan kota atau pegunungan. Tentu saja, Gangtok sebagai ibukota menjadi tempat favorit. Tersedia berbagai macam pilihan akomodasi, mulai dari hotel berbintang hingga homestay. Untuk di beberapa tempat seperti Lachung - North Sikkim, lebih banyak tersedia homestay. Mencoba tinggal di homestay tentu akan jadi pengalaman tersendiri, karena kamu bisa ikut merasakan kehidupan masyarakat lokal sehari-hari. Sekaligus bisa jadi ajang promosi tentang Indonesia lho! Teman BuLiBi bisa sesekali menyelipkan informasi tentang Indonesia saat ngobrol dengan pemilik rumah. Makanan Himalaya membentang di negara-negara Asia dengan budaya yang berbeda-beda, termasuk makanannya. Biaya ke Himalaya yang perlu kamu keluarkan untuk makanan juga tentu akan bervariasi, terutama pengaruh kurs. Harga makanan di China tentu akan jauh lebih mahal dibandingkan makanan di India atau Nepal. Bahkan makanan di kota besar India seperti Delhi tentu akan berbeda dengan harga makanan di Sikkim. Budaya Sikkim dipengaruhi perpaduan budaya Tibet, India, dan Nepal. Begitu juga dengan makanannya. Umumnya masakan India bisa ditemukan dengan mudah, namun untuk bumbu dan rempah makanan India di Sikkim tidak telalu kuat seperti di wilayah India barat. Kamu bisa mencoba makanan ala Tibet/Nepal, seperti dal bhat atau momo. Momo/dumplings semacam pangsit dengan isi sayuran atau daging cincang. Biasanya momo tersedia dalam dua pilihan, fried dan steam momo. Ada juga Thukpa, mie dengan kuah sup berisi daging dan sayuran. Selain itu kamu juga bisa menemukan western, Chinese food, dan makanan halal (terutama di Gangtok). Tempat wisata Berada di lembah Himalaya, Sikkim menawarkan pemandangan indah pegunungan, lembah, dan sungai-sungai. Tidak ketinggalan keramaian kota seperti Gangtok. Berikut beberapa tempat wisata di Sikkim yang bisa jadi pilihan teman BuLiBi untuk kunjungi. East Sikkim Sebagian besar wilayah East Sikkim sangat mudah diakses. Ibukota Gangtok menjadi penghubung transportasi di wilayah ini, termasuk Bandara Pakyong. Tempat yang bisa dikunjungi diantaraya MG Marg, Rumtek Monastery, Tsomgo Lake (Changu Lake), Nathu La, dan Harbhajan Singh Temple. North Sikkim Menjadi area yang paling terpencil di Sikkim, North Sikkim menawarkan keindahan alam dengan jalur yang menantang. Jangan lewatkan untuk berkunjung ke Yumthang Valley, Yumesamdong (dikenal dengan Zero Point, di ketinggian 4.664m), Thangu Valley, Gurudongmar Lake di ketinggian 5.425m, Lachung, dan Lachen. South Sikkim Area yang paling nyaman dengan akses transportasi yang mudah untuk ke beberapa wilayah lainnya. Pusat kota terletak di Namchi yang juga menjadi penghubung transportasi. Di South Sikkim terdapat beberapa tempat wisata, seperti Temi Tea Garden, Ralang Monastery, Namchi, Samudraptse, dan lainnya. West Sikkim Merupakan area yang paling populer untuk para petualang, West Sikkim menawarkan keindahan pemandangan alam, seperti Pelling (Beautiful Hill Station), Rimbi Waterfall, Kanchenjunga Falls, dan Kirateshwar Mahadev Temple. Di West Sikkim juga terdapat Yuksom, base camp untuk jalur trekking di SIkkim, diantaranya Dzongri La Trek dan Goecha La Trek. Itinerary Berikut contoh itinerary saat tim BuLiBi melakukan perjalanan ke Sikkim dan Darjeeling. H1 : Jakarta – Kolkata H2 : Kolkata – Bagdogra – Gangtok H3 : Gangtok – Tsomgo Lake H4 : Gangtok – Lachen H5 : Lachen – Lachung H6 : Lachung – Yumthang Valley - Gangtok H7 : Gangtok – Darjeeling H8 : Eksplor Darjeeling H9 : Darjeeling – Bagdogra – Kolkata - Jakarta Estimasi Biaya Untuk biaya perjalanan ke Sikkim bisa berbeda-beda bagi setiap orang, tergantung dari berbagai faktor, seperti tempat tujuan, transportasi, dan lainnya. Berikut estimasi untuk perjalanan tim BuLiBi ke Sikkim (plus Darjeeling) beberapa waktu lalu: Tiket Jakarta – Kolkata pp (low cost, tanpa bagasi) Rp. 3.800.000 Tiket domestik Kolkata – Bagdogra pp (incl 15kg bagasi) Rp. 2.000.000 Sikkim Tour + Darjeeling 8H/7M (incl akomodasi, sarapan, dinner, transportasi, dan ILP) INR 50.000/Rp. 10.500.000 Konsumsi (makanan & jajan) Rp. 500.000 Tiket masuk tempat wisata Rp. 200.000 Biaya lain-lain 200.000 Note: Berdasarkan peraturan dari otoritas Sikkim, mewajibkan warga negara asing yang berkunjung ke Sikkim sebanyak minimal dua orang Dengan adanya perbatasan internasional, semua wisatawan asing wajib memiliki Restricted Area Permit/Inner Line Permit (ILP) untuk berkunjung ke Sikkim ILP bisa diurus di Delhi, Kolkata, Siliguri, atau melalui local agency Beberapa tempat wisata seperti Gurudongmar Lake dan Nathula Pass tidak dapat dikunjungi oleh warga negara asing Antar wilayah Sikkim letaknya cukup jauh dan infrastruktur masih terbatas, sangat disarankan untuk menggunakan tour lokal atau menyewa kendaraan Kamu bisa menyiapkan bekal seperti camilan atau buah untuk di perjalanan Biaya sewa kendaraan dari Bagdogra Airport ke Gangtok sekitar INR 3000-3500 Jika kamu mengambil opsi tour dari local agency, kamu bisa memilih untuk sewa kendaraan saja atau lengkap dengan akomodasi dan makan Wisatawan asing wajib ditemani local guide untuk masuk beberapa tempat, seperti Tsomgo Lake Buat kamu pecinta Himalaya dan senang dengan petualangan, bisa berada sedekat dan sesering mungkin dengan Himalaya tentu sangat menyenangkan. Untuk melihat gugusan Himalaya, teman BuLiBi harus menyiapkan budget yang cukup. Untuk perhitungan budget sangat bergantung dari beberap hal, seperti tujuan, transportasi, aktivitas, akomodasi, dan lainnya. Kamu bisa berkunjung ke Sikkim, salah satu tujuan untuk melihat Himalaya. Transportasi menuju tempat ini cukup mudah. Memang, untuk sampai tujuan, perjalanannya cukup jauh. Namun semua akan terbayar dengan pemandangan indah di Sikkim. Udara yang sejuk, pemandangan gunung dengan puncak saljunya, air terjun yang bisa ditemui sepanjang jalan akan memberikan kesan tak terlupakan. Jangan lupa, untuk mengurus Inner Line Permit sebagai syarat masuk Sikkim yah traveler! Tersedia opsi penginapan mulai dari hotel, dan satu yang tidak bisa dilewatkan, tinggal di homestay! Berinteraksi dengan pemilik rumah dan merasakan langsung kehidupan masyarakat Sikkim tentunya akan jadi pengalaman tersendiri. Atau mencoba langsung dan ikut serta menyiapkan sarapan dan makan malam khas Sikkim? Kemanapun tujuan kamu untuk melihat Himalaya, pergi dengan siapa, dan aktivitas seperti apa yang dipilih, lakukan riset yang cermat. Dengan begini, kamu bisa memperhitungkan biaya ke Himalaya dengan tepat. Jika sudah mendapatkan estimasi budget, mulai menabung yuk traveler! (c) BuLiBi Baca juga: Kantongin Tips Hiking Untuk Pemula Berikut, Yuk! Liburan ke Patagonia Chili Itu Wajib! Tips Liburan #5: Tips Backpacker Untuk Para Ladies #bulibi #bukanliburanbiasa #biayakehimalaya #traveling #himalaya #sikkim #india

  • Ada 5 Tips Liburan ke Korea Selatan Buat Kamu!

    Annyeong! Sebelum berangkat, yuk simak 5 tips liburan ke Korea Selatan untuk jalan-jalan yang lebih seru dan aman! Teman BuLiBi ada yang sudah pernah ke Korea? Atau sudah pernah dan kamu mau liburan ke sana lagi? Beragam tempat wisata, ide kuliner, dan pengalaman liburan memang bikin kita pengen ke sana terus. Nggak heran kalau ada di antara kamu yang sudah beberapa kali ke Korea Selatan. Buat kamu yang berencana ke Korea Selatan, baik itu kunjungan pertama maupun kunjungan ke sekian kali, Tim BuLiBi punya beberapa tips buat kamu. Sejak berangkat sampai kembali lagi ke Tanah Air, kamu pasti mengharapkan liburan yang aman dan nyaman. Apa aja sih tipsnya? Simak artikel ini ya! 1. Buat itinerary terlebih dahulu Liburan dadakan bisa bikin kamu cukup ketar-ketir karena ada perasaan khawatir yang somewhat mengikuti. Sedangkan liburan terencana, bagi sebagian orang bisa bikin mereka merasa in control dan tenang. Liburan impromptu atau liburan dadakan memang nggak kalah menyenangkan kok dengan liburan yang terencana. Masing-masing punya plus minusnya sendiri. Namun, alangkah baiknya kamu menyempatkan membuat itinerary liburan yang sesuai dengan keinginanmu sendiri. Tips liburan ke Korea yang pertama adalah dengan membuat daftar kegiatan yang akan kamu lakukan dan tempat-tempat yang akan kamu kunjungi di Korea. Keinginan liburan pasti didorong oleh banyak hal. Mengunjungi negeri asal idol atau aktor dan artis favorit, merasakan sensasi makanan khas Korea di negaranya langsung, atau pengen merasakan dinginnya salju. Apapun alasan Teman BuLiBi ke Korea, membuat list tempat-tempat yang akan dikunjungi bisa membuat liburanmu lebih teratur. Itinerary ini nggak berfungsi sebagai agenda wajib ya, you can always have a little tweak here and there on your plan. 2. Jangan bikin aggaran yang pas-pasan Selain menyusun itinerary, anggaran liburan kamu juga perlu ditakar. Jangan sampai kamu menyiapkan anggaran pas-pasan saat liburan. Selain agar liburanmu nyaman secara finansial, kamu jadi nggak perlu khawatir akan kekurangan dana karena sudah dipersiapkan dengan matang sebelumnya. Disamping itu, namanya liburan, pasti akan selalu ada kemungkinan kamu butuh dana darurat. Hal ini dipersiapkan untuk mengantisipasi keadaan-keadaan yang mungkin terjadi di luar rencana dan kendali kita. Not trying to manifest bad thoughts to the universe, tapi untuk benar-benar mempertimbangkan alokasi dana selama liburan itu juga penting. Lebih baik mencegah daripada mengobati! 3. Sesuaikan mood liburanmu dengan musim Korea Selatan merupakan salah satu negara di Asia yang mengalami 4 musim yaitu musim salju, musim panas, musim gugur, dan musim semi. Di setiap musim yang berbeda, kamu akan merasakan pengalaman dan kesan yang berbeda pula. Contohnya, saat liburan di musim panas, kamu bisa mix & match pakaian yang cocok dikenakan saat musim panas. Time to sport that celana gemes you’ve been trying to put on! Nah, buat Teman BuLiBi yang ingin merasakan cuaca dingin yang pas (alias nggak terlalu dingin tapi juga nggak gerah-gerah banget) kamu bisa menyesuaikan waktu liburan saat musim semi. Musim semi di Korea berlangsung antara bulan Maret hingga awal Mei. Setiap musim juga menawarkan pemandangan alam yang berbeda. Keempatnya sama-sama indah, tapi kalau kamu mau merasakan sensasi cuaca yang benar-benar berbeda dengan cuaca Indonesia, kunjungi Korea saat musim gugur (bulan September hingga November). Kamu juga bisa berkunjung pada saat musim dingin yang jatuh pada bulan Desember hingga akhir Februari. 4. Gunakan smartphone-mu untuk proteksi diri! Baru-baru ini di Korea Selatan mencuat isu penggunaan kamera yang disembunyikan di kamar hotel, toilet umum, dan beberapa ruang pribadi khusus perempuan. Hal ini merupakan salah satu bentuk pelecehan seksual yang sayangnya sangat umum terjadi di Korea Selatan. Korban tidak sadar bahwa aktivitas pribadinya sengaja direkam oleh para penjahat kemudian disebarluaskan secara online ke situs-situs tertentu di internet. Pada tahun 2018, puluhan ribu perempuan turun ke jalan dan menuntut penelusuran lebih lanjut tentang tindak kriminal ini. Teman BuLiBi yang mau ke Korea nggak perlu khawatir. Kamu selalu punya acara untuk memproteksi diri sendiri. Kamu bisa menggunakan smartphone yang kamu punya untuk menemukan hidden camera ini. Cara yang paling mudah adalah dengan menyalakan flash/lampu senter dari smartphone kamu dan mengecek pantulan cahaya dari lensa kamera. Sekecil apapun kameranya, pasti memakai lensa dan pantulannya bisa membantu kita mendeteksi keberadaan hidden camera tersebut. Cara lain yang bisa kamu lakukan adalah dengan download aplikasi yang bisa mendeteksi sinyal dari sebuah perangkat. Kamu bisa download aplikasi ini lewat iPhone atau Androidmu. We really hate to say this but… the world isn't really a safe space for women. Jadi, selalu berhati-hati ya! 5. Pelajari 3 Magic Words dalam Bahasa Korea Beberapa dari kamu yang sudah merencanakan kunjungan ke Korea mungkin ada yang sudah tahu beberapa kalimat sederhana dalam Bahasa Korea. Tips liburan ke Korea yang terakhir dari Tim BuLiBi adalah untuk mempelajari beberapa kata sederhana yang pasti akan berguna selama kamu liburan di Korea. Pernah dengar tentang three magic words? Nah, tiga kata ajaib ini bisa selalu kamu gunakan, terutama saat berada di tempat-tempat umum. Three magic words dalam Bahasa Korea adalah: “Permisi” dalam bahasa Korea formal adalah 실례합니다 yang dibaca sil-ye-ham-ni-da. Saat kamu berada di restoran, kamu bisa menggunakan 여기요/저기요 yang dibaca yeo-gi-yo / jeo-gi yo untuk memanggil pramusaji. “Terima kasih” dalam bahasa Korea formal adalah 감사합니다 yang dibaca kam-sa-ham-ni-da. Variasi lain untuk “terima kasih” adalah 고맙습니다 yang dibaca go-map-seum-ni-da. Terakhir, untuk kata “maaf” dalam bahasa Korea formal adalah 죄송합니다 yang dibaca joe-sung-ham-ni-da. Liburan ke Negeri Ginseng ini mungkin sudah menjadi salah satu wishlist dari banyak Teman BuLiBi. Buat kamu yang liburan ke Koreanya harus tertunda karena Pandemi COVID-19, kami harap kamu bisa bersabar ya! Tenang aja, Koreanya nggak akan pindah ke mana-mana kok! Mulai dari menyusun itinerary dan menyiapkan budget yang cukup, belajar Bahasa Korea sederhana, menyesuaikan mood dengan musim liburan hingga mengetahui cara proteksi diri dari bahaya, semuanya penting untuk kamu perhatikan saat mau menghabiskan waktu liburan di Korea Selatan. Sekarang sudah baca 5 tips liburan ke Korea dari Tim BuLiBi kan? You’re ready to go! (c) BuLiBi Suka dengan artikel ini? Silakan share ke media sosialmu! Baca juga artikel lainnya: 11 Fakta Unik Korea Selatan yang Harus Traveler Tahu Belum Liburan ke Korea Selatan Tanpa Foto di 5 Tempat Ini! Tips Liburan #5: Tips Backpacker Untuk Para Ladies #bulibi #bukanliburanbiasa #tipsliburankekorea #tipsliburan #korea #koreaselatan Cari tiket murah ke Korea Selatan:

  • Tips Liburan Naik Sepeda di Bandung

    Sekitar 1 dekade belakangan ini, naik sepeda bukan cuma jadi salah satu alternatif untuk berolahraga, tapi juga menjadi transportasi alternatif yang ramah lingkungan. Banyaknya manfaat yang didapatkan dari naik sepeda menjadi daya tarik tersendiri. Kali ini, Team BuLiBi akan membagikan tips liburan naik sepeda di Bandung buat Teman BuLiBi sekalian~ Selain sebagai sarana olahraga, bersepeda juga dilakukan oleh beberapa orang sebagai bentuk aksi, baik itu aksi protes seperti yang dilakukan warga Banyuwangi terhadap Gubernur Jawa Timur dengan bersepeda dari Banyuwangi ke Surabaya terkait izin usaha pertambangan emas, maupun aksi penggalangan dana seperti yang dilakukan oleh Diego dan Marlies dengan bersepeda dari Belanda ke Indonesia dan sempat ramai di media sosial beberapa waktu lalu. Pemerintah Kota Bandung sejak tahun 2016 bahkan sudah memiliki BOSEH, sebuah sistem bikesharing yang bisa digunakan oleh siapapun yang berada di wilayah Kota Bandung. Hal ini dicanangkan oleh Pemkota Bandung untuk mendorong masyarakat lebih aktif menggunakan transportasi yang lebih ramah lingkungan. Nah, bagi Teman BuLiBi yang suka bersepeda, artikel BuLiBi kali ini akan menguraikan tips yang bisa kamu perhatikan saat mau naik sepeda di Bandung. Yuk, disimak! Pilih tipe sepeda dan perlengkapan yang pas Sejak marak menjadi hobi, berbagai macam tipe sepeda juga diperkenalkan di Indonesia. Kalau dulu kita hanya kenal dengan sepeda gunung, saat ini minimal kita tau 3 macam sepeda; sepeda gunung, sepeda fixie, dan sepeda lipat. Tentunya masing-masing sepeda ini punya keunggulan, kalau kamu menikmati bersepeda ke kantor atau bike to work, sepeda lipat mungkin salah satu pilihan yang nyaman karena sifatnya yang portable. Kamu bisa langsung melipat sepedamu kalau sudah lelah dan mau berganti moda transportasi lain. Untuk sepeda gunung dan sepeda fixie memang merupakan tipe yang paling umum digunakan oleh banyak orang, khususnya yang menjadikan naik sepeda adalah bagian dari gaya hidup sehat, atau justru sekedar hobi memiliki barang unik. Sifat sepeda gunung dan fixie yang cocok untuk masyarakat perkotaan menjadi alasan mengapa tipe sepeda yang satu ini banyak dimiliki orang. Kalau Teman BuLiBi suka bersepeda untuk olahraga sehari-hari ataupun untuk pergi ke Car Free Day, sepeda ini adalah sepeda yang cocok buat kamu. Perlengkapan yang wajib kamu miliki adalah helm sepeda dan sarung tangan. Kalau memang kamu hobi naik sepeda di trek yang lebih menantang seperti trek downhill, perlengkapan kamu harus lebih memadai. Helm full face, pelindung tangan dan kaki, serta sepatu yang cocok nggak boleh ketinggalan! Mulai di pagi atau sore hari Waktu yang pas untuk naik sepeda di Bandung adalah pagi atau sore hari. Udara yang segar dan sinar matahari yang cukup akan menjadi modal untuk kegiatan bersepeda yang sehat dan aman. Bersepeda saat sore hari mungkin lebih cocok untuk Teman BuLiBi yang waktu luang untuk aktivitas lainnya baru tersedia di sore hari. Bersepeda saat malam hari pun sebenarnya bukan waktu yang buruk, bahkan bisa menjadi pengalaman yang cukup seru, hanya saja keamanan diri sendiri menjadi hal yang lebih harus diperhatikan. Jalur gowes harus sesuai dengan kemampuan Buat Teman BuLiBi yang juga pengendara sepeda pemula, kamu bisa memilih jalur gowes yang aman, cenderung pendek, dan familiar dengan tempatnya. Di kota besar seperti Bandung, biasanya jalur sepeda di jalan raya sudah cukup terpadu dan bisa diikuti oleh siapa saja. Jalur ini pun bisa kamu temukan di jalan-jalan besar seperti Jalan Merdeka, Jalan Braga, dan Jalan Dago. Tahun ini pun Pemkota Kota Bandung siap menambah jalur sepeda di area kota sebagai respon melonjaknya pesepeda paska peraturan PSBB diberlakukan. Kamu hanya perlu memastikan diri untuk patuh terhadap peraturan lalu lintas. Buat kamu yang sudah di level intermediate dalam bersepeda, kamu bisa coba Trek Warban atau Warung Bandrek yang menanjak bukit. Trek ini bermula di Taman Hutan Ir. H. Juanda dan menanjak ke area perbukitan yang masih asri dan hijau sejauh mata memandang. Trek yang satu ini medannya beraspal sehingga cukup aman dilintasi. Namun, topografinya yang menukik cukup tajam bisa membuat siapapun yang mau menyambanginya patah semangat di tengah jalan. Tapi sesampainya di atas, kamu akan mendapatkan pemandangan yang cantik dari Kota Bandung sebagai hadiahnya. Nah, khusus buat Teman BuLiBi yang mau memacu adrenalin dengan bersepeda di trek downhill/offroad, kamu bisa coba Trek Palintang yang terletak di Kecamatan Cilengkrang, Bandung Timur atau Trek Jayagiri yang ada di Lembang. Trek all-mountain Oray Tapa yang berada di Desa Mekar Manik, Kecamatan Cimenyan bisa menjadi referensi bagi para Teman BuLiBi yang sudah pro dalam bersepeda! Selalu perhatikan keamanan dan keselamatan Trek manapun dan waktu kapanpun yang kamu pilih, satu hal yang wajib kamu ingat adalah keamanan dan keselamatan diri sendiri saat bersepeda. Meskipun kelihatannya harmless, bersepeda juga memerlukan ketangkasan, apalagi kalau berada di jalan raya yang juga ramai dengan kendaraan lain. Mau bagaimanapun dan apapun tujuanmu dalam bersepeda, kamu berada di ruang publik yang kamu bagi bersama orang lain. Jadi, tidak boleh seenaknya dan sudah sepatutnya saling menghormati pengguna jalan dan patuh akan peraturan lalu lintas, ya! Pastikan gadget dalam keadaan full-battery Kalau kamu berencana untuk me time dengan bersepeda dan menjelajahi kota Bandung, pastikan gadget kamu dalam keadaan baterai penuh. Kenapa hal ini penting? Pertama karena kalau kamu bersepeda aimlessly alias tidak bertujuan—yang penting gowes!—kamu tidak menyusahkan diri sendiri dengan nyasar. Gadget kamu bisa berguna untuk menentukan arah jalan pulang, supaya nggak jadi butiran debu. Alasan kedua adalah karena kadang kalau kita sudah keasyikan wandering sendirian, kita suka lupa waktu. Gadget yang masih dalam keadaan aktif tidak hanya berguna bagi diri sendiri tapi juga berguna untuk tidak membuat orang tersayang di sekitar kita kebingungan mencarimu. Selain itu, gadget dengan daya penuh juga bisa menjadi hiburan selama kamu bersepeda. Biar nggak begah dengerin lalu lalang mobil dan motor yang bisa bikin pusing, kamu bisa rehat sejenak dari polusi suara ini dan mendengarkan lagu-lagu seru yang ada di playlist-mu. Hal ini juga tentunya berlaku buat Teman BuLiBi yang mau bersepeda off-road. Apalagi dengan kegiatannya yang jauh lebih beresiko dan berlangsung di tempat yang tidak semua orang tahu. Semakin banyaknya orang yang senang bersepeda dan menjadikan bersepeda sebagai aktivitas olahraga rutin, tentu perlu disambut baik. Bukan hanya akan menyehatkan diri sendiri, penggunaan sepeda sebagai sarana transportasi sekaligus media untuk liburan sejenak dari hiruk pikuk Kota Bandung juga akan berpengaruh secara langsung dalam menjaga lingkungan kita. Ingat, bumi dan badan kita hanya satu! Jadi sudah sepatutnya kita lebih bijak dalam menjaganya. Pastikan agenda naik sepeda di Bandung menjadi pilihan liburanmu ya, Teman BuLiBi! (c) BuLiBi Suka dengan artikel ini? Silakan share ke media sosialmu! Baca juga artikel lainnya: 11 Fakta Unik Bandung yang Harus Traveler Tahu Mau Liburan ke Bandung? Harus ke Sini! Tips Liburan #2 Pentingnya Liburan Ala Orang Lokal #bulibi #bukanliburanbiasa #tipsliburan #naiksepedadibandung #bandung

  • 6 Negara Asia Yang Aman Untuk Solo Traveling Setelah Pandemi

    Solo traveling ke negara-negara Asia setelah pandemi, negara mana sajakah yang aman dikunjungi? Sudah beberapa lama PSBB di Indonesia dan lockdown di beberapa negara sudah mulai dilonggarkan memasuki new normal. Di Indonesia, penerbangan domestik dan internasional sudah mulai beroperasi kembali. Beberapa tempat publik, seperti perkantoran, mall, dan tempat wisata sudah mulai dibuka kembali. Tentu dengan penerapan protokol kesehatan. Beberapa negara juga sudah mulai membuka perbatasan dengan negara tetangga. Walaupun status pandemi belum berakhir dan vaksin belum ditemukan, berita ini tentu menggembirakan untuk traveler. Saat Covid-19 ditetapkan sebagai pandemi global beberapa waktu lalu, banyak rencana traveling yang harus dibatalkan. Bahkan mungkin ada beberapa dari kamu yang sedang traveling harus terkena lockdown di tempat tujuan. Kalau traveling, lebih suka pergi dengan beberapa teman, sendiri, atau bersama group? Beberapa negara Asia seperti Singapura, Malaysia, Jepang, Korea, dan China termasuk negara-negara tujuan favorit solo traveler. Selain negara-negara tersebut, ada beberapa negara Asia lain yang bisa jadi tujuan nih teman BuLiBi. Negara-negara ini memiliki angka penyebaran Covid-19 yang cukup rendah, sehingga aman untuk dikunjungi setelah pandemi. Kalau memang keadaan sudah memungkinkan, solo traveling ke sini sepertinya seru yah. Negara apa saja kira-kira? Vietnam Sebagai salah satu negara yang angka positif Covid-19 cukup rendah, Vietnam aman untuk dikunjungi setelah pandemi. Selain itu, negara ini juga aman untuk solo traveler. Enaknya lagi, kamu tidak perlu visa untuk masuk ke Vietnam. Banyak penerbangan dari Indonesia menuju kota-kota besar di Vietnam, seperti Ho Chi Minh, Hanoi, atau Da Nang. Baik dengan maskapai full service ataupun low cost, jadi kamu bisa pilih sesuai jadwal dan budget kamu. Terdapat beberapa opsi transportasi di Vietnam, mulai dari sewa kendaraan, taxi, fasilitas online, dan kereta. Untuk berpindah kota di Vietnam, tersedia banyak bus yang sangat nyaman, mulai dari sleeper bus dan standard seat. Untuk eksplor seluruh Vietnam, diperlukan waktu yang cukup lama. Jadi kalau mau solo traveling ke sini, kamu tentukan dulu mau ke Vietnam bagian utara, tengah, atau selatan. Untuk Vietnam utara, Hanoi akan menjadi tujuan pertama. Dari Hanoi, kamu bisa ke kota-kota lain seperti Halong Bay untuk mencoba cruise tour. Atau ke Sapa, menjejakkan kaki di Gunung Fansipan (ketinggian 3.143m) tanpa trekking! Jika memilih Vietnam selatan, pilihlah penerbangan awal ke Ho Chi Minh. Di ibukota Vietnam ini, kamu bisa berkunjung dan menikmati arsitektur khas Eropa di pusat kota. Atau mau merasakan langsung Cu Chi Tunnels, terowongan bawah tanah yang digunakan saat perang Vietnam? Nah, kalau ingin mencoba sensasi naik jeep di padang pasir, teman BuLiBi bisa ke Hue di Vietnam tengah. Jangan lewatkan juga berkunjung ke Da Nang untuk menikmati Golden Bridge, yah! Buat yang ingin berkunjung ke Vietnam, banyak tersedia pilihan akomodasi. Mulai dari hostel hingga hotel berbintang. Untuk makanan, kamu bisa menemukan berbagai macam jenis makanan, mulai dari makanan tradisional, Chinese food, western, dan India. Di beberapa kota besar seperti Hanoi dan Ho Chi Minh pun cukup mudah menemukan restoran halal. Kamboja Bagi kamu penggemar sejarah, berkunjung ke Kamboja bisa menjadi salah satu tujuan setelah pandemi. Siem Reap dan Pnom Penh merupakan dua kota yang menjadi tujuan utama wisatawan Indonesia. Di Siem Reap terdapat Angkor Wat, situs warisan dunia UNESCO. Awalnya, tempat ini merupakan tempat ibadah umat Hindu. Kemudian di abad ke-12 tempat ini berubah menjadi tempat ibadah umat Buddha. Selain Siem Reap, kamu bisa lanjutkan perjalanan ke kota Phnom Penh. Di sini kamu bisa eksplor Silver Pagoda dan Imperial Palace. Untuk berpindah-pindah kota seperti ke Sihanoukville, kamu bisa menggunakan bus atau van. Nikmati pasir putih dan laut biru di pantai-pantai di Sihanoukville, seperti Sokha Beach, Long Beach, dan Independent Beach. Untuk menuju ke Kamboja, tersedia beberapa alternatif maskapai low cost dan full service. Laos Destinasi solo traveling lainnya yang aman dikunjungi setelah pandemi adalah Laos. Negara ini berbatasan dengan Thailand dan Vietnam. Teman BuLiBi bisa berkunjung di waktu terbaik, mulai November hingga Januari. Beberapa kota yang menjadi tujuan utama traveler diantaranya Luang Prabang dan Viantiane. Nikmati keindahan alam di Kung Si Waterfalls atau wisata budaya ke Wat Mai dan Royal Temple Museum. Jangan lewatkan untuk eksplor Vat That Khao, patung reclining Buddha yang panjangnya 40m! Atau nikmati keindahan arsitektur Pha That Luang, stupa suci dari emas. Kedua tempat ini bisa kamu kunjungi selama di Viantiane. Selain kedua kota tersebut, ada beberapa tempat lain yang bisa jadi tujuan. Diantaranya Vang Vieng, Si Phan Don Islands, dan Bokeo Nature Reserve. Untuk akomodasi di Laos cukup murah, mulai dari Rp. 100.000 untuk dormitory atau shared room. Tersedia juga berbagai macam tipe hotel berbintang. Jika kamu berada di Luang Prabang, jangan lewatkan mencoba makan ala ‘all you can eat’ di night market. Dengan hanya membayar sekitar Rp. 30.000, kamu bisa makan sepuasnya! Myanmar Beberapa waktu belakangan, Myanmar menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan Indonesia. Disebut-sebut sebagai negeri 1000 pagoda, kamu bisa menemukan pagoda di seluruh penjuru Myanmar, terutama di kota-kota besar seperti Yangon, Bagan, dan Mandalay. Walaupun temple dan pagodanya mirip, dijamin kamu tidak akan bosan temple hopping di sini. Jangan lewatkan berkunjung ke Shwedagon Pagoda di malam hari untuk sekedar duduk dan menikmati suasana malam bersama-sama masyarakat Myanmar. Satu yang tidak boleh dilewatkan jika berkunjung di musim dingin yaitu melihat Hot Air Balloon di Bagan. Nikmati suasana magis saat menunggu sunrise dengan latar belakang pagoda dan balon udara selama di sini. Bisa dibilang, Bagan merupakan ‘open museum’ dengan beribu pagoda dan temple yang tersebar di seluruh kota. Berpindah dari satu kota ke kota lainnya di Myanmar sangat mudah dan nyaman. Walaupun tidak ada sleeper bus, tersedia banyak pilihan bus yang nyaman dengan jadwal pagi dan malam. Selain kedua kota tersebut, kota-kota lain bisa dimasukkan ke dalam itinerary solo traveling kamu. Mandalay dan Inle Lake adalah dua kota populer lainnya yang tidak boleh dilewatkan. Jangan khawatir soal makanan dan penginapan, traveler! Kamu bisa menyesuaikan dengan budget dan kebutuhan. Bagi kamu yang muslim, makanan halal juga cukup mudah didapatkan di beberapa kota besar seperti Yangon dan Mandalay. Bhutan Dikenal dengan nama ‘Land of the Thunder Dragon’, negara kerajaan di Himalaya ini disebut sebagai negara dengan masyarakat yang paling bahagia. Termasuk mahal sebagai negara tujuan di Asia, semua traveler yang berkunjung ke Bhutan harus menggunakan local agency. Biaya wisata yang ditetapkan oleh pemerintah sudah termasuk akomodasi, transportasi selama di Bhutan, guide, dan makanan. Walaupun wisata ke Bhutan tidak murah, namun bisa menjadi salah satu tempat yang wajib dikunjungi sekali dalam hidup. Bhutan menawarkan pemandangan spektakular gugusan Himalaya, berbagai macam temple mulai dari Paro Taktsang, Gangteng Monastery, hingga Punakha Dzong. Nikmati pemandangan indah bunga rhododendron di Gangtey Valley saat musim semi atau ratusan stupa di Dochula Pass. Oktober hingga Mei menjadi waktu terbaik berkunjung ke sini. Oh iya, penerbangan ke Bhutan sangat terbatas. Bhutan bisa dicapai melalui India, Thailand, Nepal, Singapura, dan Bangladesh. Nepal Walaupun confirmed cases Covid-19 di Nepal masih lebih tinggi dari 5 negara lainnya yang sudah disebutkan di atas, negara ini masih terbilang cukup aman untuk menjadi tujuan solo traveling setelah pandemi. Negara ini cocok bagi semua tipe traveler, mulai dari outdoor enthusiast, pecinta budaya dan sejarah, foodie lovers, hingga mereka yang suka berbelanja. Tidak seperti negara-negara Asia lainnya yang bebas visa, untuk masuk ke Nepal memerlukan Visa on Arrival (VoA). Kamu bisa langsung mengurus di Tribhuvan International Airport saat kedatangan. Tersedia 3 pilihan jangka waktu: 15 hari (30 USD), 30 hari (50 USD), dan 90 hari (125 USD). Sebagian besar wisatawan asing yang datang ke Nepal akan memilih Kathmandu untuk tinggal, terutama di Thamel. Di sini kamu bisa menemukan berbagai macam jenis akomodasi, restaurant dengan menu lokal hingga western, toko buku, toko souvenir, toko peralatan outdoor, dan banyak lagi. Menjadi pintu awal untuk semua aktivitas seperti trekking, hiking, climbing, dan sightseeing, Thamel menjadi kawasan yang sangat ramai. Nepal menjadi tujuan utama wisatawan dari seluruh dunia untuk melihat langsung Himalaya. Tersedia banyak jalur trek di negara ini, seperti Everest Base Camp, Annapurna Base Camp , Manaslu, dan lainnya. Buat yang tidak ingin trekking atau climbing, jangan khawatir! Banyak ragam aktivitas di Nepal yang bisa kamu pilih. Ingin mencoba paragliding dengan view Himalaya dan rafting di danau di Pokhara? Atau merasakan sensasi safari di hutan tropis di Chitwan National Park? Buat pecinta film Dr. Strange, bisa lho coba napak tilas lokasi syutingnya di Patan Durbar Square atau Pashupatinath Temple. Selain kedua tempat ini, kamu bisa berkunjung ke situs sejarah lainnya di sekitar Kathmandu seperti Swayambhunath dan Boudhanath Stupa. Mau wisata religi? Teman BuLiBi bisa pergi ke kota Lumbini, kota kelahiran Buddha. Atau mencoba yoga dengan latar belakang belakang gugusan Himalaya di Nagarkot? Gardens of Dream bisa jadi tempat menyepi di tengah hiruk pikuk Kathmandu. Untuk eksplor negara ini, tersedia beragam macam transportasi, mulai dari bus, taxi, van, hingga sewa kendaraan. Di Pokhara, kamu bisa eskplor kota dengan bersepeda. Jangan lupa belanja oleh-oleh souvenir di Thamel yah! Kamu bisa memilih aksesoris, baju, scarf, syal, hingga selimut dari bulu yak. Traveling memiliki manfaat bagi diri kita, seperti mengurangi stress dan menambah wawasan akan budaya baru. Pergi bersama-sama dengan keluarga, teman, atau pasangan tentu sangat menyenangkan. Namun bagi beberapa orang, mereka lebih menyukai solo traveling. Ternyata, manfaat yang didapat juga banyak loh! Diantaranya melatih diri sendiri lebih mandiri, belajar mengatasi keadaan dan menghargai hal kecil, menambah teman, dan lebih percaya diri. Dengan adanya pandemi di seluruh dunia, tentu saja kita masih belum bisa traveling seperti keadaan sebelumnya. Namun, buat kamu yang ingin solo traveling setelah pandemi, negara-negara Asia bisa menjadi pilihan. Negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura tentu akan menjadi favorit karena dekat. Selain kedua negara tersebut, ada negara-negara lain yang aman untuk dikunjungi, diantaranya enam negara Asia yang disebutkan di atas. Boleh loh negara-negara tersebut dimasukan ke bucket list, traveler! Yang mana yang jadi incaran teman BuLiBi untuk traveling berikutnya? Kalau sekarang ini, masih lebih baik untuk tetap di rumah dulu aja, yah. Tetap waspada dan jalankan protokol kesehatan dimanapun kamu berada. Dan semoga pandemi ini segera berakhir, sehingga kita semua bisa traveling kembali. (c) BuLiBi Baca juga: Kantongin Tips Hiking Untuk Pemula Berikut, Yuk! Liburan ke Patagonia Chili Itu Wajib! Tips Liburan #5: Tips Backpacker Untuk Para Ladies #bulibi #bukanliburanbiasa #negaraasia #solotraveling #solotraveler Cari tiket murah:

  • Rekomendasi Tempat Camping di Pantai Gunung Kidul

    Ada rencana ke Pantai Gunung Kidul? Berikut rekomendasi tempat camping yang terbaik! Gunungkidul merupakan salah satu kabupaten di Yogyakarta yang terkenal karena menawarkan banyak wisata bernuansa alam, mulai dari pantai, bukit, hingga embung. Bagi sebagian besar orang Yogya, hal yang paling populer dari Kabupaten Gunungkidul adalah jajaran pantainya. Gunungkidul memiliki area pesisir pantai terpanjang dibandingkan dengan daerah lainnya di Yogyakarta sehingga memiliki banyak pantai. Tak hanya banyak, Pantai Gunung Kidul juga memiliki pemandangan yang indah, tak berlebihan jika dibandingkan dengan pantai yang ada di Bali. Menikmati Pantai Gunung Kidul seakan tidak ada puasnya, karena itulah biasanya banyak yang memanfaatkan pantai di sini untuk camping. Untuk itu, berikut ini Tim BuLiBi rekomendasikan Pantai Gunung Kidul yang memberikan nuansa yang berbeda dari pantai lainnya di Yogyakarta. 1. Pantai Siung Bagi kamu yang suka mendaki dan ingin merasakan suasana pantai yang di saat yang bersamaan, pantai ini cocok sekali. Pantai Siung benar-benar menawarkan nuansa yang berbeda, dapat dikatakan sebagai salah satu pantai di Gunung Kidul yang unik. Bagaimana tidak, pantai ini menawarkan perpaduan nuansa pantai dengan bentangan bukit karang yang tinggi. Bentangan batu karang inilah yang menjadi ciri khas Pantai Siung. Pantai ini menjadi pusat pendakian utama bagi para komunitas panjat tebing. Terdapat kurang lebih 250 jalur pendakian yang bisa dilalui. Tidak hanya itu, Pantai Siung juga sering menjadi Tuan Rumah ASEAN Climbing Gathering. Pesona lainnya yang ditawarkan di pantai Siung adalah Bukit Pengilon. Terletak di sisi timur dan tak jauh dari pantai, Teman BuLiBi tinggal berjalan ke arah timur dan cukup mengikuti jalur yang sudah disediakan untuk naik ke atas bukit. Di puncak bukit, kamu akan disuguhi pemandangan hamparan rumput hijau dan pepohonan. Pemandangan deburan ombak yang bertabrakan dengan batuan karang juga tidak akan terelakkan. Puncak bukit Pantai Siung ini menjadi tempat favorit untuk camping, tak heran jika saat libur panjang atau akhir pekan pantai ini cukup ramai. Pantai Siung lokasinya berdekatan dengan Pantai Wediombo dan Nglambor. Letaknya yang dekat dengan dua pantai populer tersebut membuat lokasinya mudah ditemukan. 2. Pantai Kesirat Pantai Kesirat merupakan pantai yang masih sepi pengunjung karena belum banyak orang yang tahu mengenai pantai ini. Tidak seperti Pantai Gunung Kidul lainnya, Pantai Kesirat tidak memiliki pasir yang landai. Di sini kamu tidak akan menemukan pinggir pantai. Teman BuLiBi hanya akan disambut dengan tebing setinggi 15 - 30 meter yang bertemu dengan bibir laut. Kamu tidak bisa bermain pasir atau bermain-main dengan deburan ombak di pantai ini. Sebagai gantinya Pantai Kesirat menawarkan panorama sunset di pantai yang sangat indah. Bagi kalian para pemburu senja yang ingin menambah koleksi foto atau menghias feeds Instagram, Pantai Kesirat sangat cocok untuk dijadikan spot foto. Di akhir pekan dan libur panjang, Pantai Kesirat menjadi tempat langganan untuk camping. Kamu bisa camping di hamparan rumput yang cukup luas dan menghadap langsung ke laut. Waktu yang paling pas untuk tiba di pantai ini adalah saat siang hari sekitar jam 2 atau 3 sore. Setibanya di sana, kamu bisa langsung mendirikan tenda untuk menikmati sunset. Saat malam tiba dan langit sedang cerah, kamu bisa beruntung melihat bintang-bintang yang gemerlap. Selagi camping kamu juga bisa mencoba untuk melakukan rock fishing. Garis pantai berupa tebing yang berbatasan langsung dengan laut menjadikan Pantai Kesirat tempat yang ideal untuk memancing hewan laut seperti lobster dan ikan. Untuk mengakomodasi ini, sebuah pondok dibangun di pojok Pantai Kesirat untuk spot memancing. Lokasi pantai Kesirat berada di Duwun Wiloso, Desa Girikarto, Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunungkidul dan terletak dekat dengan Pantai Wohkudu. 3. Pantai Sedahan Ingin merasakan sensai berada di private Beach? Gunungkidul mempunyai banyak pantai yang masih tersembunyi dan belum terjamah oleh orang banyak, salah satunya adalah Pantai Sedahan. Pantai Gunung Kidul yang satu ini menawarkan hamparan pasir putih yang luas dan terdapat dua tebing yang menjorok ke tengah laut. Pada mulanya, pantai ini hanya digunakan sebagai lokasi untuk memancing, lama-kelamaan Pantai Sedahan juga menjadi tempat untuk camping. Pantai yang sepi dan hamparan pasir yang luas cukup untuk menjadi daya tarik Pantai Sedahan sebagai destinasi favorit untuk camping. Lokasi pantai ini dekat dengan Pantai Wediombo dan Pantai Jungwook. Jika berangkat dari Jogja, Teman BuLiBi bisa langsung mengarah ke Pantai Wediombo. Setelah menempuh perjalanan sekitar 2,5 jam, kamu akan sampai di kompleks pantai. Perjalanan dilanjutkan dengan jalan kaki sekitar 20 menit untuk sampai ke Pantai Sedahan. Pantai ini menawarkan panorama sunset dan sunrise yang memukau. Kamu hanya perlu naik ke bukit karang yang berada di sekitar pantai untuk menikmati sunset atau sunrise. Lokasi ini juga kerap dijadikan sebagai spot memancing baik oleh warga lokal maupun pengunjung pantai. Teman BuLiBi harap berhati-hati di sini, terlebih saat hujan. Karangnya bisa menjadi licin dan ombak sewatku-waktu bisa menjadi besar. Daya tarik lain dari Pantai Sedahan adalah pantai ini sering dijadikan tempat bertelur bagi para penyu. Kalau kamu beruntung saat camping di sini, kamu bisa melihat penyu yang sedang bertelur. 4. Pantai Wohkudu Pantai Gunung Kidul lainnya yang asyik dijadikan tempat camping adalah Pantai Wohkudu. Masih belum banyak diketahui oleh orang-orang sehingga sangat cocok bagi kalian yang ingin camping tapi tidak terlalu ramai. Letaknya tersembunyi diapit dua tebing. Teman BuLiBi akan melihat pemandangan rumput hijau di sini. Daya tarik utama dari pantai ini adalah suasana hening yang membuat kita seperti dapat menyatu dengan alam. Pantai Wohkudu terletak dekat dengan Pantai Kesirat, hanya saja lebih tersembunyi. Kamu haus berjalan kaki dan trekking menuruni bukit untuk sampai ke pantai. Selama perjalanan kamu bisa menikmati tanaman indah, berbagai satwa seperti keran dan burung, hingga anjing yang berlalu lalang. Suasana pantai yang tenang dan asri benar-benar memberikan sensasi berada di pivate beach! Kawasan Pantai Gunung Kidul mana yang mau kamu kunjungi? Itu dia rekomendasi pantai-pantai Gunung Kidul yang patut dikunjungi untuk melakukan camping. Setiap tempat tentunya menawarkan sensasi dan rasa yang berbeda dari pantai-pantai lainnya. Jadi bagaimana? Semakin mantap merencanakan camping di Pantai Gunung Kidul? (c) BuLiBi - [Kontributor: Ricko | Editor: Karina Ovelia] Suka dengan artikel ini? Silakan share ke media sosialmu! Baca juga artikel lainnya: Kantongin Tips Hiking Untuk Pemula Berikut, Yuk! Liburan ke Patagonia Chili Itu Wajib! Tips Liburan #3: Kerja Freelance Biar Bisa Liburan Kapan Saja #bulibi #bukanliburanbiasa #pantaigunungkidul #gunungkidul #jogjakarta #jogja Cari tiket liburan murah:

  • 5 Candi Terindah di Indonesia yang Penuh dengan Sejarah!

    Tak hanya sebagai situs peninggalan sejarah atau tempat keagamaan, candi juga berfungsi sebagai destinasi wisata. Hal ini membuat banyak Candi terindah di Indonesia dapat ditemukan. Beberapa candi pun memiliki alam sekitar yang membuat wisatawan semakin tertarik untuk berkunjung. Pernah menjadi rumah bagi berbagai kerajaan Hindu dan Buddha membuat Indonesia memiliki banyak peninggalan sejarah berupa candi. Hal ini karena candi identik dengan kegiatan keagamaan Hindu dan Buddha. Candi sendiri memiliki berbagai jenis dan fungsi. Candi dapat digunakan sebagai tempat beribadah, penyimpanan abu jenazah, atau tempat penyebaran agama. Di Indonesia, candi lebih banyak ditemukan di Pulau Jawa. Meskipun begitu, beberapa candi juga bisa ditemukan di Pulau Sumatera, Bali, dan Kalimantan. Berkunjung ke candi juga dapat menjadi cara belajar sejarah sambil liburan yang menyenangkan, loh! Dari sekian banyak candi, apa saja ya, candi terindah di Indonesia yang menyimpan banyak sejarah? Berikut lima candi terindah di Indonesia yang perlu Teman BuLiBi tahu! Berkunjung ke Salah Satu Candi di Sumatera, yaitu Candi Muara Takus di Riau! Candi terindah di Indonesia pertama berada di Pulau Sumatera nih, Teman BuLiBi! Meskipun tidak memiliki candi sebanyak di Pulau Jawa, candi di Pulau Sumatera tidak kalah cantik. Salah satunya pada candi yang berlokasi di Riau, yang bernama Candi Muara Takus. Candi ini berlokasi di Desa Muara Takus, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Salah satu candi yang wajib dikunjungi apabila Teman BuLiBi berkunjung ke Riau! Nama Muara Takus memiliki berbagai sumber. Ada yang mengatakan nama Muara Takus didapat dari sebuah anak sungai bernama Takus. Sungai ini bermuara ke Sungai Kampar Kanan. Ada pula yang mengatakan Takus berasal dari bahasa Mandarin. Ta berarti besar dan ku berarti tua, dan se berarti candi atau kuil. Secara singkat, ini berarti bahwa Muara Takus adalah candi tua besar yang bermuara di sungai. Candi Muara Takus sendiri merupakan candi agama Buddha, terlihat dari adanya stupa lambang Siddhartha Gautama. Biaya untuk berkunjung ke Candi Muara Takus sangat terjangkau, pengunjung hanya dikenakan biaya masuk sebesar Rp15.000. Candi ini sendiri buka setiap hari dari pukul 08.00 hingga 18.00 WIB. Menelusuri Candi Terindah di Indonesia yang Berada di Blitar, Candi Penataran! Candi Penataran terletak di lereng barat daya Gunung Kelud. Lokasi ini berada kurang lebih 12 kilometer dari pusat Kota Blitar, Jawa Timur. Candi Penataran ternyata juga merupakan salah satu candi selain Borobudur yang ditemukan kembali saat Indonesia dikuasai Inggris. Candi ini ditemukan tepatnya pada kepemimpinan Thomas Stamford Raffles sekitar 1815. Candi terindah di Indonesia ini diperkirakan dibangun pada awal abad ke-12 masehi. Candi Penataran merupakan candi agama Hindu. Candi Penataran disebut sebagai Candi Palah dalam Kitab Negarakertagama. Candi ini sendiri dibangun pada masa Kerajaan Kediri dan digunakan sampai Kerajaan Majapahit. Raja Hayam Wuruk dari Majapahit dikabarkan sering berkunjung ke Palah untuk memuja Hyang Acalapati. Hyang Acalapati juga dikenal dengan nama Girindra atau raja gunung. Hal ini yang membuat posisi Candi Penataran berada di daerah Gunung Kelud. Apabila Teman BuLiBi tertarik untuk berkunjung ke sini, biaya masuknya sangat terjangkau. Pengunjung hanya dikenakan biaya sebesar Rp3.000 saja. Candi Penataran buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. Mengenal Lebih Jauh Candi Ijo, Candi yang Berada di Atas Kota Jogja! Teman BuLiBi pernah mendengar tentang Candi Ijo di Jogja? Salah satu candi terindah di Indonesia ini berada di ketinggian lebih dari 400 mdpl, lho! Hal ini membuat posisi candi berada di dataran tertinggi di Kota Jogja. Dari ketinggiannya, pengunjung dapat menikmati panorama Kota Jogja yang indah. Tak jarang, beberapa pesawat yang hendak landing di Bandara Adisutjipto dapat dilihat dari lokasi Candi Ijo. Salah satu candi terindah di Indonesia ini terletak di Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman. Candi ini diperkirakan dibangun sekitar abad ke-10 sampai ke-11. Candi ini berlatar belakang agama Hindu. Masih banyak misteri seputar Candi Ijo yang belum dapat ditemukan. Namun, dalam sebuah batu, terdapat tulisan mantra yang diduga merupakan sebuah mantra kutukan. Mantra ini tertulis berulang-ulang hingga 16 kali. Di balik indahnya pemandangan di Candi Ijo, pengunjung memang perlu melewati akses yang lumayan menguras tenaga. Hal ini karena posisi candi yang berada di atas bukit. Namun, jangan khawatir karena sesampainya di Candi Ijo, pemandangan yang diberikan sangatlah juara! Biaya masuk candi sendiri sangat terjangkau. Wisatawan lokal hanya dikenakan biaya Rp5.000 dan wisatawan asing dikenakan biaya Rp10.000. Pengunjung juga hanya perlu membayar parkir sebesar Rp2.000 untuk motor dan Rp5.000 untuk mobil. Berkunjung ke Candi Prambanan, Candi yang Populer di Kalangan Wisatawan Candi Prambanan merupakan candi Hindu terbesar di Indonesia. Terdapat sebuah legenda dibalik berdirinya Candi Prambanan. Legenda bermula saat Bandung Bondowoso melamar Roro Jonggrang. Tak sampai hati untuk menolak, Roro Jonggrang memerintah Bandung Bondowoso untuk membuat 1000 candi dalam waktu semalam. Roro Jonggrang kemudian berbuat curang sehingga hanya terdapat 999 candi ketika matahari terbit. Mengetahui kecurangan Roro Jonggrang, Bandung Bondowoso kemudian mengutuk Roro Jonggrang menjadi candi. Hal ini dikatakan untuk menggenapi 999 candi yang telah dibangun menjadi 1000 candi. Berbicara seputar sejarah sesungguhnya yang ditemukan dalam Prasasti Siwagrha, Candi Prambanan dibangun sekitar tahun 850 masehi. Candi ini dibangun pada masa Dinasti Sanjaya, tepatnya oleh Rakai Pikatan. Tujuan dibangunnya candi sendiri untuk menghormati tiga dewa dalam agama hindu: Brahmana, Siwa, dan Wisnu. Salah satu candi terindah di Indonesia ini dibuka dari pukul 06.00 hingga 17.00 setiap harinya. Tiket masuk Candi Prambanan terbaru adalah Rp40.000 untuk wisatawan lokal dewasa dan Rp10.000 untuk anak-anak. Pada malam hari, Teman BuLiBi dapat mengunjungi Sendratari Ramayana Ballet di belakang Candi Prambanan. Terdapat panggung terbuka bernama Trimurti dimana pentas biasa diadakan. Biaya untuk menonton pentas dibanderol Rp125.000 hingga Rp400.000, tergantung lokasi tempat duduk yang dipilih. Salah Satu Candi Terindah di Indonesia yang Juga Besar, Candi Borobudur Siapa yang tidak tahu Candi Borobudur? Berbicara candi terindah di Indonesia rasanya kurang apabila tidak memasuki Candi Borobudur ke dalam list. Pasalnya, candi yang berlokasi di Magelang, Jawa Tengah ini pernah menjadi satu dari tujuh keajaiban dunia. Saat ini, Candi Borobudur masuk dalam daftar warisan budaya dunia milik UNESCO. Candi Borobudur juga merupakan candi Buddha terbesar di dunia. Kita pun tak jarang menemukan materi sejarah Candi Borobudur ketika masih duduk di bangku sekolah. Candi Borobudur dibangun pada masa Dinasti Syailendra pada abad ke-8 dan dipimpin oleh Raja Samaratungga. Butuh waktu sekitar 75 sampai 100 tahun untuk membangun candi yang agung ini. Konon, Raja Samaratungga menunjuk arsitek bernama Gunadarma untuk membangun Candi Borobudur. Borobudur sendiri memiliki arti “vihara buddha uhr” yang berarti 'candi buddha yang berada di bukit' dalam Bahasa Sansekerta. Candi Borobudur sempat terbengkalai sangat lama. Candi ini sendiri baru ditemukan pada masa kepemimpinan Thomas Stamford Raffles, ketika Indonesia dikuasai Inggris pada tahun 1814. Hingga saat ini, Candi Borobudur masih aktif digunakan untuk berbagai acara keagamaan Buddha. Biaya masuk Candi Borobudur dikenakan tarif Rp50.000 untuk dewasa dan Rp25.000 untuk anak usia 3-10 tahun. Tiket tersebut berlaku untuk wisatawan lokal. Sedangkan, untuk tiket wisatawan mancanegara dikenakan tarif berbeda. Dikenakan tarif US$ 25 untuk wisatawan dewasa dan US$ 15 untuk wisatawan anak usia 3-10 tahun. Jam operasional Candi Borobudur sendiri mulai pukul 06.00 hingga 17.00 WIB. Menurut Teman BuLiBi, Manakah Candi Terindah di Indonesia? Ulasan di atas adalah lima candi terindah di Indonesia yang dapat Teman BuLiBi kunjungi! Tak hanya indah dalam segi arsitektur, ternyata berbagai candi punya fungsi dan kegunaannya masing-masing. Setiap candi pun memiliki sejarah yang panjang dari awal dibangun sampai kemudian ditemukan kembali. Saat hendak berkunjung ke salah satu candi, pastikan untuk selalu bersikap baik, ya. Hal ini dikarenakan beberapa candi masih bersifat sakral dan digunakan sebagai tempat beribadah. Dari lima candi terindah di Indonesia yang telah disebutkan, adakah yang pernah Teman BuLiBi kunjungi? Atau apakah Teman BuLiBi berniat untuk mendatangi salah satu candi yang belum pernah dikunjungi sebelumnya? Apapun itu, pastikan untuk menjaga kelestarian candi, ya! (c) BuLiBi - [Kontributor: Amanda Trinita | Editor: Karina Ovelia] Terima kasih telah mampir dan membaca! Jangan lupa untuk share di media sosialmu, ya! Baca juga: Tips Liburan #1: Ke Negara Bebas Visa 7 Keajaiban Dunia Yang Wajib Kamu Kunjungi Kenali Keramahan Negara Thailand di Sawasdee Resort Sukhothai #bulibi #bukanliburanbiasa #tipsliburan #canditerindahdiindonesia #candiindonesia Cari tiket liburan murah:

  • Info Seputar Bunker Kaliadem yang Harus Kamu Tahu

    Sebagian tempat wisata tak hanya sekadar tempat untuk rekreasi atau edukasi. Beberapa dibiarkan apa adanya, seolah berperan sebagai saksi bisu sebuah kejadian, baik menyenangkan ataupun menyedihkan. Bunker Kaliadem, misalnya, adalah tempat wisata yang juga merupakan bukti keganasan Gunung Merapi. Tak ada penduduk Indonesia yang tidak mengetahui ganasnya Gunung Merapi. Sejak dulu, Gunung Merapi dapat dikatakan sebagai salah satu gunung berapi yang cukup sering “beraktivitas”. Hal ini kemudian membuat Bunker Kaliadem dibangun guna menyelamatkan diri dari erupsi Gunung Merapi. Pasca Erupsi 2010 silam, penduduk sekitar Gunung Merapi memanfaatkan Bunker Kaliadem sebagai tempat wisata. Para wisatawan pun tertarik untuk menyaksikan langsung jejak kisah di Bunker Kaliadem. Hal ini membuat Bunker Kaliadem tetap ramai pengunjung meskipun menyimpan cerita pilu dan kelam. Teman BuLiBi terpikir untuk berwisata ke Bunker Kaliadem? Sebelum berkunjung, yuk, kenali Bunker Kaliadem lebih dalam lewat lima informasi berikut ini! Bunker Kaliadem Sekarang Berfungsi Sebagai Tempat Wisata Tak lama setelah ditemukan pada tahun 2013, Bunker Kaliadem akhirnya dimanfaatkan sebagai tempat wisata. Pengunjung bahkan diperbolehkan masuk ke dalam Bunker Kaliadem. Ruangan di dalam Bunker Kaliadem sendiri dibiarkan apa adanya. Bagian dalam Bunker Kaliadem terlihat gelap dan lembab. Lahar dan berbagai material gunung lain yang membeku, tertumpuk di tengah ruangan. Hal ini bertujuan agar tempat ini dapat menjadi saksi bagaimana ganasnya erupsi Gunung Merapi. Terutama erupsi Merapi tahun 2006. Meskipun menyimpan kenangan kelam, Bunker Kaliadem juga memiliki sisi yang indah. Pengunjung dapat merasakan suasana sejuk di sekitar Bunker Kaliadem. Pengunjung juga dapat melihat Gunung Merapi dari jarak yang lebih dekat apabila tidak tertutup awan. Bunker Kaliadem sendiri hanya berjarak kurang lebih 5 kilometer dari Gunung Merapi. Biasanya, beberapa pengunjung datang lebih pagi agar dapat menyaksikan langsung Gunung Merapi. Bangunan Bunker Kaliadem Tidak Berfungsi Secara Maksimal Penduduk sekitar yang sekiranya tidak dapat turun ketika terjadi erupsi Gunung Merapi, dapat berlindung di Bunker Kaliadem. Itulah sebenarnya tujuan Bunker Kaliadem dibangun: untuk alasan keselamatan dan sebagai tempat berlindung. Namun, tempat tersebut sayangnya tidak berfungsi secara maksimal. Hal ini dibuktikan dengan peristiwa erupsi Gunung Merapi pada tahun 2006 silam. Kejadian tersebut memakan dua orang korban yang berlindung di dalam Bunker Kaliadem. Dua orang korban adalah relawan bernama Warjono dan Sudarwanto. Mereka memilih untuk berlindung di Bunker Kaliadem dikarenakan kondisi yang tidak memungkinkan untuk turun. Sayangnya, Bunker Kaliadem yang sudah dibangun sedemikian rupa tidak dapat menyelamatkan nyawa keduanya. Kedua korban dinyatakan meninggal karena suhu yang sangat tinggi. Suhu diperkirakan lebih dari 200 derajat Celcius ketika kejadian berlangsung. Suhu panas tersebut juga bertahan selama berhari-hari sehingga sempat menyulitkan Tim SAR untuk melakukan evakuasi. Hal ini ditambah dengan pintu masuk kedua yang suhunya mencapai 500 derajat Celcius saat ditemukan. Selain itu, bagian tengah atap Bunker Kaliadem bocor sehingga berbagai material panas menerobos masuk ruangan. Sejak kejadian tahun 2006 tersebut, Bunker Kaliadem tidak lagi beroperasi. Bunker Kaliadem Sempat Tertimbun Material Gunung Merapi Selama Bertahun-Tahun Tiga tahun setelah erupsi Merapi pada tahun 2010, Bunker Kaliadem baru ditemukan keberadaannya. Badan Bunker Kaliadem sendiri tertimbun berbagai material Gunung Merapi dan timbunannya mencapai 4 meter. Sedangkan, jalan menuju Bunker Kaliadem tertutup material Gunung Merapi setebal 1.5 meter. Hal ini membuat para petugas sempat kesulitan untuk mencari tempat yang berlokasi di Kepuharjo tersebut. Dibutuhkan waktu selama dua hari untuk merekonstruksi jalan menuju Bunker Kaliadem. Tak hanya itu, dibutuhkan waktu selama 54 jam pengerukan menggunakan alat berat. Beberapa bagian Bunker Kaliadem pun akhirnya rusak akibat alat yang digunakan untuk mengeruk tanah. Namun, hal tersebut tak menghilangkan tanda bahwa bangunan tersebut adalah Bunker Kaliadem. Selain itu, kepala desa setempat juga mengaku, keinginan untuk mencari Bunker Kaliadem yang tertimbun adalah keinginan warga setempat. Hal ini membuat pemerintah dan warga setempat setuju untuk mengelola Bunker Kaliadem sebagai tempat wisata. Bunker Kaliadem Sudah Berdiri Sejak Lama Bunker Kaliadem sudah dibangun sejak jaman kolonial Belanda. Hal ini dapat terlihat dari bentuk bangunan yang bernuansa Eropa tempo dulu. Sebelum tragedi erupsi Merapi tahun 2006, Bunker Kaliadem memiliki eksterior yang indah. Pada bagian luar lokasi, bangunan tersebut memiliki campuran warna hitam putih untuk bagian dinding. Tumbuhan di sekitar bangunan juga tumbuh dengan asri. Bunker Kaliadem memiliki pintu yang dibuat dari baja setebal 15 cm. Terdapat penanda ruangan dengan tulisan “Ruang Lindung Darurat Kaliadem” pada bagian pintu. Terdapat ruangan seluas kurang lebih 12 x 8 meter persegi pada bagian dalam Bunker Kaliadem. Ruangan ini dapat menampung kurang lebih 100 orang. Atap Bunker Kaliadem sendiri berbentuk setengah lingkaran. Hingga saat ini, terdapat tumpukan lahar yang membeku di bagian tengah dan dibiarkan apa adanya. Terdapat dua ruangan kecil selain ruangan utama di bagian dalam. Salah satu ruangan merupakan kamar mandi. Sedangkan, ruangan yang lain merupakan ruang penyimpanan (storage room). Ruangan ini berisi beberapa peralatan yang sekiranya diperlukan dalam keadaan darurat. Transportasi Menuju Bunker Kaliadem Setelah mendengar beberapa cerita sebelumnya, apakah Teman BuLiBi jadi tertarik untuk berkunjung ke Bunker Kaliadem? Sayangnya, pengunjung tidak disarankan untuk menggunakan kendaraan roda empat pribadi ketika hendak mendatangi lokasi. Hal ini dikarenakan alasan keamanan. Dari Kinahrejo ke bunker masih terdapat jalan bebatuan dan akan riskan apabila menggunakan mobil pribadi. Namun, tak usah khawatir, Teman BuLiBi! Masih banyak cara lain yang dapat dilakukan untuk mencapai Bunker Kaliadem. Biasanya, pengunjung menggunakan jasa travel tertentu untuk berkunjung ke Bunker Kaliadem. Terdapat paket perjalanan dengan tempat wisata lain yang juga merupakan saksi bisu keganasan Gunung Merapi. Untuk menggunakan jasa tersebut, kami sarankan Teman BuLiBi untuk reservasi terlebih dahulu meskipun memungkinkan untuk langsung memesan on the spot. Pengunjung yang tidak terikat dengan jasa travel biasanya hanya menyewa mobil Jeep dan motor trail. Kapasitas satu jeep biasanya cukup untuk menampung tiga sampai enam orang. Kamu juga dapat bepergian menggunakan motor pribadi, loh. Pastikan motor berada dalam kondisi yang mumpuni untuk berada di jalan yang terjal dan menanjak. Di balik tempatnya yang sederhana dan dibiarkan apa adanya, ternyata Bunker Kaliadem menyimpan banyak cerita. Bangunan dibentuk sedemikian rupa agar siapapun dapat melindungi diri dari erupsi yang bisa datang kapan saja. Namun, sayangnya takdir berkata lain dan tidak dapat kita hindari. Masa lalu Bunker Kaliadem yang kelam, ternyata juga menimbulkan banyak cerita mistis. Namun, menurut masyarakat setempat, tidak akan ada yang “mengganggu” apabila pengunjung dapat menjaga diri. Jangan lupa juga siapkan energi yang prima sasat berkunjung dikarenakan cuaca dingin di wilayah pegunungan. Pastikan untuk mempersiapkan kamera baik smartphone atau professional camera untuk mengabadikan momen di Bunker Kaliadem. Semoga perjalanan Teman BuLiBi di Bunker Kaliadem menyenangkan, ya! © BuLiBi – [Kontributor: Amanda Trinita | Editor: Karina Ovelia] Terima kasih telah mampir dan membaca! Jangan lupa untuk share di media sosialmu, ya! Baca juga: Tips Liburan #2 Pentingnya Liburan Ala Orang Lokal Trava House, Penginapan Murah di Jogja yang Instagramable Liburan ke Jogja Wajib ke 5 Tempat Ini! #bulibi #bukanliburanbiasa #tipsliburan #bunkerkaliadem #jogja Rekomendasi hotel murah di Jogja: