Hasil Pencarian

150 item ditemukan

  • Tips Liburan #2 Pentingnya Liburan Ala Orang Lokal

    Seringkali kita temukan tips liburan soal tempat-tempat yang harus dikunjungi, makanan yang wajib dicicipi, sampai oleh-oleh yang bisa dibeli. Tapi apa kamu yakin tips-tips tersebut dibuat sesuai kacamata penduduk lokal? Kenapa sih ini jadi persoalan penting? Saat kita merencanakan liburan, tentunya kita mau benar-benar mengenal tempat yang kita tuju. Kamu yang mau ke Korea Selatan, tentunya ingin mencicipi masakan yang setiap hari dimasak oleh para umma untuk anak-anaknya, bukan masakan di restoran ala turis yang harganya mahal dan rasanya juga tidak otentik, karena sudah disesuaikan dengan lidah para pendatang. Bayangkan pergi ke Bandung tanpa pernah mencoba bakso yang benar-benar khas Kota Kembang, atau ke Bali tanpa tahu soal betutu. Sama halnya kalau kamu liburan ke Vietnam tanpa mencoba Bun Cha, karena kamu cuma tahu hidangan yang terkenal di kalangan turis, Pho. Padahal Bun Cha jauh lebih enak dan murah. Banyak yang berpikir, "Ah, biarin. Yang penting sama-sama hidangan Vietnam dan layak tampil di Instagram", tapi coba lihat contoh jalan-jalan ke Bandung tanpa bakso. Apa ini liburan yang kamu mau? Makanan, tempat, dan oleh-oleh yang didesain untuk turis, umumnya tidak mencerminkan tempat itu sendiri. Coba lihat kota tempat tinggalmu sendiri. Tempat-tempat yang ramai dikunjungi turis, apa populer juga di kalangan penduduk lokal? Sementara turis lokal dan internasional berbondong-bondong ke Pantai Kuta, mana ada orang Bali asli yang memilih untuk "liburan" ke Kuta? Mereka lebih memilih tempat-tempat di utara atau timur pulau Bali. Mereka justru menghindari Kuta karena kawasan ini bisa dibilang terlalu komersil, sama halnya dengan kawasan turis di tempat dan negara lain. Liburan ke kawasan-kawasan turis sudah biasa. Sudah banyak teman-teman dan anggota keluargamu yang pernah ke sana. Foto-foto dengan pose sama, angle sama, berjibun di media sosial. Kenapa pilih liburan yang itu-itu saja kalau kamu bisa dapat pengalaman liburan dari kacamata lokal alias bukan liburan biasa? How to bukan liburan biasa? Wajar sih kalau banyak yang memilih liburan yang itu-itu saja, karena lebih mudah dan tidak perlu banyak planning sebelumnya. Tapi, dengan sedikit usaha tambahan, kamu bisa dapat pengalaman yang lebih berharga. Ga ribet kok! Simak tipsnya berikut ini: Baca tips dari website lokal, bukan website khusus traveling. Waktu kamu cari info soal kegiatan liburan via internet, coba cari search result dari website lokal, bukan website traveling umum yang umumnya cari duit dari judul-judul clickbait. Cari saran dari penduduk lokal. Idealnya, kamu tanya langsung ke orang lokal. Bagusnya sih kalau kamu punya teman atau kenalan di sana. Atau, tanya ke orang-orang yang pernah menetap atau liburan lama di sana, seperti tim BuLiBi yang tinggal di satu kota minimal 3 (tiga) bulan. Cari tahu tim BuLiBi sudah pernah bukan liburan biasa kemana saja di halaman Kemana? Cari penginapan yang tidak biasa, seperti hostel dan homestay. Jenis penginapan ini biasanya dikelola oleh orang lokal yang siap membantu dengan tips liburan. Jangan tanya tempat wisata yang terkenal, tapi tanya tempat-tempat yang mereka sendiri sering kunjungi. Telusuri kota dan jangan takut untuk mengunjungi tempat baru. Saat sudah berada di kota atau negara tujuan, kamu bisa telusuri kota sendiri sambil lihat langsung tempat-tempat yang ramai dikunjungi orang-orang lokal. Jangan takut bertanya dan masuk ke tempat-tempat baru. Asal kita sopan dan menghargai budaya lokal, mereka juga pasti menghargai usaha kita untuk mengenal cara hidup orang lokal. Siapa tahu, mereka juga ingin tahu soal cara hidup kita di Indonesia. Siap bukan liburan biasa? Kalau waktu liburan kamu singkat, jangan dijadikan alasan untuk tidak mencoba mengenal budaya setempat. Justru karena waktu yang singkat itulah, kamu harus memaksimalkan pengalaman liburan yang berhak kamu dapatkan. Kapan lagi bisa ke tempat itu? Misalnya kalau kamu cuma punya 2 (dua) hari di Bali, daripada ngubek-ngubek Kuta yang penuh turis atau Canggu yang sedang nge-hits, coba melipir sedikit ke Pantai Batubelig di antara Kuta dan Canggu. Pantainya sama-sama cantik, beach bar juga ada, tapi nuansanya lebih lokal dan asri. Jangan keukeuh mengunjungi tempat-tempat ramai turis yang dikenal banyak orang demi like dan share di media sosial. Yang paling penting adalah pengalaman liburan itu sendiri, apalagi kalau kamu liburan bareng orang-orang yang kamu sayang. You deserve better! Baca juga: Tips Liburan #1: Ke Negara Bebas Visa OK! SAYA SIAP COBA BUKAN LIBURAN BIASA! Cek tarif hotel dan harga tiket pesawat di sini: (c) BuLiBI

  • Cerita Tahun Baru di Santiago, Chile

    Happy New Year, Teman BuLiBi! Setiap tahun kita merayakan datangnya tahun baru. Kali ini, di tahun 2020, kita juga merayakan dekade baru. Bagaimana kilas balik 10 tahun ke belakang? Biasa-biasa saja? Rasanya seperti baru kemarin? Atau justru sudah banyak yang kamu tempuh? Tim BuLiBi merayakan dekade baru ini di Santiago, Chile. Beribu-ribu kilometer dari tanah air. Karena Chile adalah salah satu negara bebas visa untuk pemegang paspor Indonesia, kami bisa tinggal di sini sampai 6 bulan (baca info selengkapnya di artikel Tips Liburan #1). Bagaimana nuansa tahun baru di Santiago, Chile? Simak cerita bukan liburan biasa kami berikut ini! Seperti hari libur pada umumnya, orang-orang di Santiago, Chile merayakan malam tahun baru bersama keluarga. Pagi hari tanggal 31 Desember, suasana kota begitu sepi. Meskipun tim BuLiBi tinggal di pusat kota metropolitan Santiago, tepat di samping stasiun kereta bawah tanah (metro), kami melihat tidak banyak kendaraan berlalu-lalang. Kebanyakan orang menghabiskan waktu di rumah, mempersiapkan makan malam besar-besaran bersama keluarga. Jadi, mereka yang keluar rumah umumnya pergi berbelanja bahan masakan di pasar dan supermarket terdekat. Apakah ini the calm before the storm, nuansa damai sebelum hiruk-pikuk dimulai di malam hari? Jawabannya: TIDAK. Secara umum di Chile, malam Tahun Baru adalah waktunya bersama keluarga, begitu juga dengan mbak-mbak dan mas-mas yang bekerja di sektor bisnis dan jasa. Semua diliburkan agar bisa menghabiskan waktu bersama keluarga. Alhasil, semua toko, restoran, bar, bahkan mall pusat perbelanjaan pun tutup jam 6 sore. Bahkan ada yang tutup satu jam lebih awal. Jalanan perkotaan Santiago, Chile berubah jadi sepi. Percaya atau tidak, foto di atas diambil beberapa saat menjelang tahun 2020. Ini di salah satu kawasan pusat kota, tapi lihat jalanan yang kosong melompong. Bahkan taman yang sekaligus merupakan stasiun kereta bawah tanah pun sepi. Saat jam berdentang menunjukkan pukul 12 malam dan dekade berganti, sayup-sayup terdengar letusan kembang api di kejauhan, tapi tidak ada yang semarak dan menjulang tinggi di atas gedung-gedung apartemen kota Santiago. Orang-orang berdiri di luar balkon dan berseru "¡Feliz Año Nuevo!", tetapi jalanan tetap sepi. Aneh memang. Selidik punya selidik, biasanya pemerintah Chile mengadakan pesta kembang api resmi di salah satu menara di kota Santiago, di Entel Tower tepatnya. Menara ini cukup tinggi dan penduduk bisa menyaksikan pesta kembang api dari rumah masing-masing. Atas alasan tertentu (kemungkinan karena banyaknya demo dan protes yang mewarnai negara ini beberapa bulan belakangan), pesta kembang api resmi ini dibatalkan. Jadi, kalau teman BuLiBi kebetulan sedang bukan liburan biasa di Santiago, Chile di malam tahun baru, jangan harap bisa merayakan pesta di jalanan. Beberapa bar hotel tetap buka untuk perayaan malam tahun baru di Santiago, Chile, tapi bar-bar tersebut tergolong mahal dan kamu harus reservasi jauh-jauh hari. Kalau kamu keukeuh mau cari pesta tahun baru di Santiago, Chile, kamu bisa tunggu tengah malam datang dan telusuri jalanan perkotaan Santiago untuk cari bar lokal yang sengaja buka tengah malam sampai pagi. Sebaiknya bawa kendaraan sendiri ya, karena stasiun kereta di sini tutup jam 10:30 malam. Keesokan harinya, tanggal 1 Januari, jalanan perkotaan Santiago semakin sepi. Sepertinya orang-orang memanfaatkan waktu libur ini untuk beristirahat di rumah masing-masing. Kesimpulannya, tidak ada yang begitu spesial di malam tahun baru Santiago, Chile tahun ini. Tapi buat penggila pesta, kamu bisa ikutan cara unik penduduk lokal yang nongkrong di bar dari tengah malam sampai pagi. "¡Feliz Año Nuevo!" - (Bahasa Spanyol)

  • Tips Liburan #1: Ke Negara Bebas Visa

    Ayo, ngaku. Banyak di antara kita yang enggan liburan gara-gara mahkluk yang satu ini: Visa. Mendengar kata itu saja, kadang buat kita merasa minder, bingung, takut, semua campur aduk. Salah satu alasannya adalah seringkali kita dengar cerita "Visa Ditolak". Sudah keluar uang untuk bayar, ternyata gagal. Siapa sih yang mau? Ada banyak solusi "ngakalin" urusan visa. Tenang, semua solusi yang BuLiBi tampilkan di website ini halal di mata hukum, alias legal. Jadi teman BuLiBi tidak usah takut soal kena blacklist gara-gara coba lewat belakang. Kita bahas dulu soal visa yuk! Apa itu visa? Berhubung kita penduduk sekedar sewa tempat di suatu negara, setiap kepala perlu dicatat. Karenanya kita punya KTP. Dan untuk penduduk luar negeri: paspor. Nah, buat penduduk tukang ngebolang kaya tim BuLiBi, perlu diawasi gerak-geriknya lewat izin keluar-masuk suatu negara. Inilah fungsi visa. Mayoritas bule-bule yang banyak berlalu-lalang di negara kita juga perlu visa untuk masuk ke sini. Ada negara yang mengharuskan setiap pebolang wajib lapor, ada yang ketat, ada yang susah dimasukin (lho?), ada yang cukup mudah dan bahkan senang kita sambangi. Umumnya, kalau kita apply visa atau mengajukan visa, setelah disetujui, paspor kita akan ditempel stiker khusus dari negara tersebut. Ada yang melalui kedutaan, ada yang memberlakukan visa on arrival alias langsung didapat di bandara saat kedatangan. Ada juga yang bisa didapat online. Semua tergantung negaranya. Jadi, sebelum liburan, teman BuLiBi sebaiknya cari tahu betul-betul kebijakan visa negara yang mau dikunjungi. Berhubung kami sudah "bukan liburan biasa" ke beberapa negara, tim BuLiBi siap kasih tips apply visa masing-masing negara tersebut. Berapa lama proses pengajuan visa? Yang ini juga tergantung negaranya. Tapi umumnya, prosesnya tidak sampai 1 (satu) bulan lebih. Untuk Visa Amerika Serikat, yang lama itu proses dapat jadwal interview-nya sendiri. Maklum, destinasi populer. Selain itu, kamu baru bisa mengajukan visa rata-rata maksimal 6 (enam) bulan sebelum keberangkatan. Tim BuLiBi sendiri suka mengajukan jauh-jauh hari, jadi masih bisa dapat tiket pesawat yang lebih murah setelah dapat visa. Mau tahu proses pengajuan visa negara tertentu? Cari artikel tim BuLiBi yang membahas visa negara-negara tersebut secara lebih mendalam! Bisa ga liburan tanpa visa? Nah, ini yang mau tim BuLiBi bahas kali ini. Ada kok negara-negara di dunia yang membebaskan warga negara Indonesia masuk tanpa harus mengajukan visa. Jangan salah, bukan cuma negara ASEAN! Dan bukan hanya 10 atau 20 negara, lebih! Penasaran? Yuk lihat daftar negara bebas visa untuk pebolang Indonesia! Belarusia Bermuda Brasil Brunei Cambodia Chile (tim BuLiBi sudah pernah bukan liburan biasa ke sini. Bahkan artikel ini ditulis saat kami sedang di sini!) Dominica Ekuador Fiji Filipina Gambia Guyana Haiti Hong Kong (SAR China) Kepulauan Cook Kolombia (tim BuLiBi sudah pernah bukan liburan biasa ke sini juga!) Laos (tim BuLiBi pernah lewat sini) Makao (SAR China) Malaysia (tim BuLiBi mampir sebentar) Mali Maroko Micronesia Myanmar Namibia Niue Peru Qatar Rwanda Serbia Singapura (sudah pernah disambangi tim BuLiBi) St. Vincent and the Grenadines Thailand (ya, tim BuLiBi sudah pernah bukan liburan biasa ke sini!) Uzbekistan Vietnam (lagi, tim BuLiBi sudah pernah bukan liburan biasa ke sini!) Banyak, ya? Beberapa negara sudah BuLiBi coba sambangi dan proses masuk imigrasinya benar-benar ga bikin repot. Cukup jawab beberapa pertanyaan singkat, langsung deh dapat cap di paspor! Harap dicatat, bebas visa bukan berarti bebas melakukan apa saja. Izin berkunjung yang diberikan hanya untuk liburan, bukan tinggal secara permanen. Meskipun negara-negara tersebut bebas visa untuk pebolang yang mau liburan, visa kerja tetap berlaku. Setiap negara juga punya peraturan yang harus kamu patuhi selama berkunjung. Umumnya, saat liburan bebas visa, kamu dilarang untuk kerja di negara tersebut dan tidak boleh tinggal melebihi batas waktu yang ditentukan (tergantung negara mana, bisa dua minggu atau bahkan tiga bulan). Kalau kamu berniat kerja di salah satu negara tersebut, harap mengajukan visa kerja yang legal, ya! Selain 34 negara ini, ada beberapa negara lainnya yang memperbolehkan warga negara Indonesia masuk dengan visa on arrival. Visa jenis ini umumnya bisa langsung didapatkan di bandara, tapi tetap melalui proses pengisian formulir, wawancara (kalau perlu), dan kemungkinan besar pemeriksaan berkas-berkas. Bagaimana proses masuk tanpa visa? Meskipun bebas visa, bukan berarti kamu bisa seenaknya nyelonong masuk. Tetap ada tata tertibnya. Baik lewat udara maupun darat, saat kedatangan, kamu harus lewat pengecekan imigrasi terlebih dahulu. Ini tips masuk negara bebas visa lancar makmur jaya: Siapkan tiket pulang. Beberapa negara cukup ketat soal memastikan pengunjungnya tidak tinggal terlalu lama dan pasti pulang ke negaranya masing-masing. Caranya adalah dengan mengecek tiket pulang ke negara asal. Tim BuLiBi biasanya mencetak lembaran booking tiket dan membawanya bersama berkas-berkas lain di dalam tas yang dibawa ke kabin. Ingat, ini penting, karena kamu tidak bisa mengakses tempat pengambilan bagasi sebelum melalui pengecekan imigrasi. Siapkan juga bukti pembelian tiket di handphone, jaga-jaga kalau diminta untuk menunjukkan format aslinya sebelum dicetak. Siapkan informasi lengkap penginapan yang dituju. Dari pengalaman tim Bukan Liburan Biasa sendiri, ada negara (seperti Thailand) yang mewajibkan setiap pengunjungnya mencantumkan alamat dan keterangan di mana akan tinggal selama liburan. Bahkan kadang petugas imigrasi meminta kita menunjukkan bukti booking hotel. Jadi, siapkan informasi ini juga. Baiknya, cetak bukti tersebut dan bawa bersama berkas-berkas penting seperti tiket pulang. Isi formulir imigrasi dengan teliti. Saat masuk Chile, Thailand, dan Singapura, tim BuLiBi diharuskan mengisi formulir imigrasi sebelum masuk. Kemungkinan besar, di negara lain juga begitu. Biasanya, formulir ini dibagikan oleh pramugari saat masih di pesawat. Isi formulir ini dengan huruf cetak kapital, dan jangan sampai salah. Kalau bingung, bisa tanya mbak pramugarinya atau petugas imigrasi saat mendarat. Jangan ragu untuk bertanya. Malu bertanya, sesat di...suruh balik ke Indonesia! Jawab pertanyaan dengan jujur. Saat mengecek paspor kamu, petugas imigrasi biasanya akan menanyakan beberapa hal. Pertanyaan yang umum di antaranya "How long are you staying?". "Tourism or business?", "Where are you staying?", "Where are you from?", dan "Are you traveling alone?". Sebelum liburan, sebaiknya pelajari pertanyaan-pertanyaan ini. Ga ngerti? Wah, cek Google Translate dulu yuk sambil belajar! Untuk negara-negara berbahasa Spanyol seperti Chile dan Colombia, umumnya petugas imigrasi akan bertanya dalam bahasa Spanyol. Nah loh! Hehe, jangan takut, teman BuLiBi. Kita bisa kok belajar sepatah dua patah kata. Dan kalau pertanyaannya susah dimengerti, bisa bilang baik-baik kalau kita tidak fasih berbahasa asing. Untuk bahasa Spanyol, baca beberapa kalimat berguna di sini. Perhatikan peraturan bagian imigrasi baik-baik. Saat mau melewati pengecekan imigrasi, perhatikan beberapa peraturan yang dipampang. Biasanya, setiap orang dilarang makan-minum dan menggunakan handphone. Jangan sampai dilanggar, ya! Sekarang teman BuLiBi sudah mengantongi beberapa jurus liburan ke negara bebas visa. Sudah siap untuk petualangan bukan liburan biasa selanjutnya? Ada pertanyaan, unek-unek, atau sekedar say hi, silakan komen di bawah ini. Atau bisa langsung follow IG BuLiBi di @bu.li.bi! Terima kasih sudah berkunjung. See you next time! OK! SAYA SIAP COBA BUKAN LIBURAN BIASA! Cek tarif hotel dan harga tiket pesawat di sini:

  • Baru mendarat langsung dites Bahasa Spanyol!

    Hampir semua orang yang liburan ke Kolombia, bisa Bahasa Spanyol. Dan ga banyak yang bisa Bahasa Inggris. Semua tulisan juga dalam Bahasa Spanyol. Jadi, coba belajar sedikit kalimat yang bakal sering kamu pakai. Nih yang paling mujarab: "Disculpa, no hablo Espanyol." alias "Mon map kaga ngarti!" Scroll down untuk baca tips liburan ke Kolombia ala Bukan Liburan Biasa! Beragam etnis dan budaya Kalau muka kamu seperti saya, yang termasuk netral dan ga terlalu menampilkan ciri khas etnis dan negara tertentu, kemungkinan besar orang-orang di Kolombia akan mengira kamu adalah orang lokal, atau setidaknya dari sekitaran Amerika Latin. Jadi, saat berpapasan di jalan, tanya alamat, pesan makan di restoran, atau bayar belanjaan di kasir, kemungkinan besar kamu akan diajak berbicara bahasa Spanyol. Wah, bagaimana solusinya? Ada dua hal yang bisa kamu lakukan. Satu, cukup bilang kamu tidak bisa berbahasa Spanyol. Dua, coba belajar sedikit bahasa Spanyol. Solusi yang pertama adalah yang tercepat, tapi karena kebanyakan penduduk lokal Kolombia tidak bisa berbahasa Inggris, alhasil kamu harus mengandalkan bahasa tubuh. Atau kamu juga bisa gunakan Google Translate di smartphone. Meskipun kesannya praktis, ini bukan cara yang tepat untuk berkomunikasi. Apalagi aplikasi ini bergantung pada koneksi internet dan kualitas smartphone-mu. Gunakan saat darurat saja ya! Secara pribadi, saya sarankan solusi yang kedua. Dibandingkan dengan bahasa Inggris, bahasa Spanyol lebih mudah diucapkan oleh lidah orang Indonesia, apalagi dari kecil kita sudah terekspos telenovela seperti Maria Mercedez. Kamu bisa coba belajar online atau menggunakan aplikasi seperti Duolingo. Gratis, kok! Meskipun kamu masih belepotan dan butuh waktu lama untuk mengatakan sesuatu, penduduk setempat akan menghargai usahamu mencoba belajar bahasa mereka. Dengan begitu, kamu bisa jadi lebih akrab dan mengenal budaya lokal. Ini baru namanya bukan liburan biasa! Kata-kata berguna dalam Bahasa Spanyol - "Ayuda" (baca: ayuda): Tolong - "Disculpe, no hablo Español" (baca: diskulpe, no ablo espanyol): Maaf, saya tidak bisa bahasa Spanyol - "¿Donde Está...?" (baca: dondesta): Di mana...? - "¿Cuánto cuesta...?" (baca: kwanto kwesta): Berapa harga...? - "Gracias" (baca: graasias): Terima kasih - "Con gusto" (baca: kon gusto): Dengan senang hati/Sama-sama - "Mucho gusto" (baca: mucyo gusto): Senang bertemu denganmu Siap liburan ke Kolombia? ❤✈ Tonton juga video tips liburan ke Kolombia di channel YouTube BuLiBi Indonesia. Kapan kamu traveling? . . . #bukanliburanbiasa #liburan #traveling #travel #piknik #jalanjalan #backpacking #liburanmurah #kartun #cerita #gambar #ceritaliburan #komik #hitamputih #nomaden #travelnomad #remoteworking #indonesia #kolombia #bogota #amerikalatin #spanyol #bahasaspanyol #bahasa #espanol #disculpa

  • Wisata Kuliner Vietnam di 5 Restoran di Da Nang Yang Terbaik

    Menjelajahi dunia kuliner satu tempat adalah cara terbaik untuk mengenal budaya, tradisi, orang-orang, dan tentu saja, citarasa kawasan tersebut. Tentunya, kamu harus mencicipi beberapa (kalau tidak semua) sajian lokal terbaik selama liburan. Vietnam tidak terkecuali. Negara Asia Tenggara yang satu ini memang kurang populer dibandingkan dengan negara-negara di sekitarnya, tetapi kuliner Vietnam tidak akan mengecewakan. Tentu saja, ada banyak restoran Vietnam di Vietnam, tetapi untuk menemukan yang terbaik bisa jadi tantangan terutama dengan adanya kendala bahasa. Jangan khawatir! Dalam artikel ini, kami mengumpulkan lima restoran Vietnam terbaik di Da Nang, Vietnam. Selamat menikmati! 1. Bep Hen Restaurant Kamu mungkin sudah mengenal beberapa sajian kuliner di negara bebas visa ini, seperti Pho dan Vietnam Spring Roll. Ya, keduanya merupakan beberapa masakan Vietnam yang paling populer, tetapi jujur ​​saja, ada hidangan yang lebih baik dalam hal mewakili citarasa Vietnam. Tidak ada tempat yang lebih baik untuk mencicipinya selain di tempat makan dengan dapur rumahan Vietnam. Bep Hen Restaurant menawarkan hal itu. Ben Hen menyajikan makanan langsung dari dapur rumahannya. Mungkin kamu pikir tempat seperti ini hanya menyajikan beberapa hidangan, tetapi Bep Hen menawarkan berbagai macam. Mulai dari ayam sampai babi (buat umat Muslim, tinggal skip menu “Pork” atau “Thit Heo”), dari kukus sampai goreng, pedas sampai manis, semuanya ada di sini. Semuanya disajikan dalam hot pot masing-masing, bersama semangkuk besar nasi untuk dimakan bersama. Kalau kamu tidak masalah dengan makan babi, saya rekomendasikan untuk pesan “Caramelized Pork Belly and Eggs”, hidangan yang sangat dekaden! Bep Hen terletak di 47 Lê Hồng Phong, Phước Ninh, Hải Châu of Da Nang. Tidak sulit untuk menemukannya menggunakan Google Maps. Tapi kamu harus sedikit teliti untuk menemukannya karena meskipun terletak tepat di pinggir jalan besar, restoran ini agak tersembunyi di balik pohon-pohon dan tanaman, yang merupakan bagian dari konsep taman restoran itu sendiri. Ben Hen buka untuk makan siang dan makan malam dengan jam istirahat singkat dari jam 2:30 siang sampai jam 5 sore. Bep Hen Restaurant Ulasan BuLiBi: Tempat terbaik untuk menikmati kuliner Vietnam ala rumahan Address: 47 Lê Hồng Phong, Phước Ninh, Hải Châu, Đà Nẵng 550000, Vietnam Hours: 10AM–2:30PM, 5–9:30PM (every day) Phone: +84 93 533 77 05 2. Hai San Ba ​​Ro Tanya siapa saja yang tinggal di Da Nang, apa makanan favorit mereka untuk pesta kuliner, jawabannya pasti seafood. Hidangan ini adalah salah satu kuliner Vietnam favorit paling populer di kawasan ini. Dan saat berkunjung ke sini, kamu akan menemukan banyak restoran seafood di sekitar. Jadi, mana yang harus kamu pilih? Saya pribadi merekomendasikan Hai San Ba ​​Ro. Ini adalah restoran seafood lokal yang tidak “touristy” dan selalu penuh sesak saat makan siang dan makan malam, meskipun terletak di sebelah restoran seafood lainnya (yang setiap kali saya lihat selalu kosong, oops!). Kamu akan dikelilingi kerumunan orang sambil menikmati makanan ditemani obrolan bahasa Vietnam sebagai nuansa latar belakang. Harap dicatat, pelayanan di sini memerlukan waktu yang agak lama, tetapi dijamin sepadan! Selain itu, ada penjual makanan ringan di sekitar, jadi kamu yang sudah tidak tahan lapar bisa menikmati irisan buah-buahan dan kacang rebus sambil menunggu. Sebagian besar hidangannya merupakan sajian seafood standar, tetapi ada satu yang pasti bikin kamu ketagihan. Hidangan ini disebut “Hao Nuong” dalam menu. Pada dasarnya, hidangan ini merupakan tiram bakar tetapi ditaburi dengan bawang merah goreng, daun bawang, kacang goreng, dan saus krim pedas. Wenak tenan! Hai San Ba ​​Ro terletak di 115 Ly Tu Tan, Tho Quang, Son Tra, di bagian utara Da Nang, dekat dari Monkey Mountain. Hai San Ba Ro Ulasan BuLiBi: Tempatnya berkesan tidak nyaman, tapi makanannya tidak mengecewakan. Kuliner Vietnam seafood terbaik di kawasan ini. Address: 115 Lý Tử Tấn, Thọ Quang, Sơn Trà, Đà Nẵng, Vietnam Hours: 10AM–10PM (every day) Phone: +84 787 659 363 3. Mi Quang Ba Mua Kalau kamu suka Pho, kamu harus mencoba Mi Quang, yang merupakan hidangan mie yang lebih gurih dan lebih kental dibandingkan dengan Pho. Kalau Pho umumnya disajikan dengan daging sapi, Mi Quang menawarkan lebih banyak variasi. Kamu bisa pilih daging babi, sapi, udang, telur, ikan, dan bahkan katak sebagai topping. Semangkuk Mi Quang biasanya disajikan dengan sepiring sayuran hijau dan kerupuk nasi renyah. Jelas, kuliner Vietnam yang satu ini jauh lebih mengenyangkan dibanding Pho. Temukan restoran di dekat salah satu kawasan paling ramai turis di Da Nang (tepatnya di 95A Nguyễn Tri Phương, Thạc Gián, Thanh Khê) yang khusus menyajikan hidangan ini: Mi Quang Ba Mua. Pekerja lokal berduyun-duyun mendatangi restoran ini selama jam makan siang, jadi sebaiknya kamu datang sebelum jam makan siang untuk mendapatkan tempat duduk. Tapi, kalau kamu kurang beruntung dan datang saat restoran ini penuh sesak, tunggu sebentar saja. Dari pengalaman saya pribadi, saya hanya perlu menunggu beberapa menit karena kebanyakan orang langsung pergi setelah selesai makan. Mi Quang Ba Mua Ulasan BuLiBi: Tidak jauh dari tempat-tempat wisata kota Da Nang, cocok untuk wisata kuliner Vietnam sambil jalan-jalan. Address: 19-21 Trần Bình Trọng, Phước Ninh, Hải Châu, Đà Nẵng 550000, Vietnam Hours: 6AM–10PM (every day) Phone: +84 98 500 00 75 4. Banh Xeo Ba Duong Oke, penggemar Spring Roll khas kuliner Vietnam, sekarang giliran kamu. Tapi jangan salahkan kami kalau setelah kamu mencicipi yang asli, spring roll ala-ala di restoran Vietnam di dekat rumah kamu tidak lagi memuaskan seleramu. Kalau kamu datang ke Banh Xeo Ba Duong, yang terletak di 23 Ho Di Diu, Phước Ninh, Ho Chi, kamu hanya perlu duduk dan beberapa piring makanan akan langsung diantar ke meja: “kertas” nasi, acar sayuran, sepiring sayuran hijau, sate daging babi panggang, dan semangkuk saus. Jangan membuat kesalahan yang sama seperti kebanyakan turis. Jangan makan bahan-bahan tersebut secara terpisah. Kamu harus mencampur semuanya dalam satu gulungan. Ini caranya: 1. Letakkan kertas nasi di tangan 2. Tambahkan beberapa sayuran di atasnya 3. Tambahkan sedikit acar sayuran (tambah sambal kalau kamu suka pedas) 4. Ambil sate daging, letakkan di atasnya, genggam roll dengan tangan dan tarik tusuk sate dengan tangan lainnya. Hasilnya: daging tanpa tusuk di bagian atas 5. Gulung semuanya, celupkan ke dalam saus, dan nikmati dengan lahap! Siap mencoba? Ban Xeo Ba Duong Ulasan BuLiBi: Tempat asik makan sajian khas kuliner Vietnam bersama penduduk lokal. Address: 23 Hoàng Diệu, Phước Ninh, Hải Châu, Đà Nẵng 550000, Vietnam Hours: 9AM–9:30PM (every day) Phone: +84 236 3873 168 5. Restoran lokal lainnya Selain empat restoran ini, ada banyak restoran kuliner Vietnam lain di sepanjang jalanan kota Da Nang. Di kawasan mana pun kamu menginap, kemungkinan besar kamu akan menemukan satu restoran yang kamu suka dan kemudian sering kamu kunjungi. Harap diingat, kebanyakan orang di sini tidak bisa berbahasa Inggris, jadi cari tahu dulu sebelum mengunjungi tempat makan dan siapkan selalu Google Translate. Makanan Vietnam yang terbaik Pengaruh Prancis terasa di sebagian besar hidangan Vietnam, dan kita semua tahu Prancis terkenal dalam hal kuliner dan gastronomi. Bayangkan kualitas bahan yang tumbuh Vietnam bertemu dengan kualitas hidangan ala Prancis. Itulah yang akan kamu dapatkan saat wisata kuliner Vietnam di Da Nang, Vietnam. Jadi tunggu apa lagi? Siapkan paspor, booking hotel murah di Vietnam, dan jelajahi rasa otentik Vietnam!

  • Kenali Keramahan Negara Thailand di Sawasdee Resort Sukhothai

    Jelajahi sisi lain Thailand di kota bersejarah Sukhothai. Sawasdee Resort Sukhothai bisa jadi pilihanmu untuk beristirahat di sini! Ulasan BuLiBi (Bukan Liburan Biasa): Positif: Suasananya sepi, tidur dijamin nyenyak; Ada jarak antar kamar, jadi tidak mengganggu satu sama lain; Staf ramah dan lancar berbahasa Inggris, siap membantu mulai saat menginjakkan kaki pertama kali di resort; Tersedia kursi dan meja untuk laptop; Dekat dari halte bus Sukhothai; Fasilitas kamar lengkap (TV, AC, peralatan mandi, bahan dan alat buat teh/kopi, dll.) Negatif: Tidak ada lemari, hanya ada tempat menggantung baju; Cari makan lumayan jauh. Alasan Tim BuLiBi pilih akomodasi ini: Dibandingkan akomodasi serupa lainnya di kawasan yang sama, ini yang paling murah dan menawarkan fasilitas terlengkap (plus banyak spot Instagramable!). Bandingkan tarif hotel dan booking yang termurah di sini! Bicara soal Thailand, Bangkok dan Pattaya kemungkinan besar merupakan hal yang pertama muncul di benak kita. Namun, negara di mana Kerajaan Siam dulunya pernah memerintah ini menawarkan lebih dari sekadar kehidupan kota dan pantainya. Bagaimana dengan mengunjungi Sukhothai, ibukota Kerajaan itu sendiri? Sebagai sebuah negara yang besar, tidak heran kalau Thailand menawarkan beragam jenis wisata. Sukhothai tidak seperti Bangkok dan Pattaya. Tidak ada kerumunan orang beramai-ramai minum bir atau berjemur di pantai bermodalkan bikini baru. Di Sukhothai, semuanya bernuansa damai. Di sini, kamu bisa terhubung kembali dengan alam dan masa lalu saat menjelajahi kompleks reruntuhan tua di Taman Bersejarah Sukhothai. Nah, karena Sukhothai bukan kawasan ramai turis, mencari akomodasi yang tepat bisa jadi cukup sulit. Jangan khawatir, saya menemukan Sawasdee Resort Sukhothai yang berjarak hanya 10 menit dari taman tersebut. Yuk, kita intip resort ini! Terletak di kawasan bernuansa tenang dan damai Sebagian besar kawasan Sukhothai memang bernuansa tenang dan damai, tetapi area tempat Sawasdee Resort Sukhothai berada jauh lebih sepi. Setelah keluar dari jalan utama Sukhothai Highway dan terus masuk ke arah resort, yang terdengar hanyalah suara alam dan penduduk sekitar. Inilah nuansa yang kamu butuhkan untuk istirahat setelah seharian bertualang di taman bersejarahnya. Tempat tidur besar dan nyaman di kamar yang luas Sawasdee Resort Sukhothai menawarkan kamar-kamar bergaya cottage atau pondok. Saat masuk ke kawasan resort ini, kamu tidak akan merasa seperti masuk ke area hotel, justru suasananya terasa seperti di perumahan asri. Saat check-in, staf hotel akan membantu membawa koper dan barang bawaan lainnya. Setiap kamar menawarkan dekorasi bernuansa pedesaan dengan perabotan kayu, tetapi bukan berarti tempat ini tidak dilengkapi fasilitas modern. Tempat tidurnya besar dan nyaman serta dilengkapi kelambu untuk melindungimu tidur nyenyakmu dari gigitan serangga. Lengkap dengan fasilitas modern Setiap kamarnya menawarkan fasilitas seperti AC, TV layar datar dengan channel internasional, lampu baca, meja dan kursi untuk kerja, kursi goyang, dan semua yang kamu butuhkan untuk membuat teh dan kopi sendiri. Di sini memang tidak disediakan lemari, tetapi ada pojok khusus untuk menggantung baju-bajumu. Selain itu, kamarnya cukup luas untuk menaruh koper-koper besar. Kamar mandi kecil tetapi nyaman Menginap di Sawasdee Resort Sukhothai, kamu tidak perlu repot-repot bawa peralatan mandi karena semuanya sudah disiapkan dan bisa kamu gunakan secara gratis. Desain kamar mandinya juga bernuansa pedesaan. Kolam renang untuk menyejukkan diri di hari yang panas Di musim panas, matahari Sukhothai cukup menyengat. Manfaatkan fasilitas kolam renang resort yang terletak di antara taman-taman cantik. Pelampung dan bola disediakan sehingga anak-anak bisa menikmati aktivitas selain berenang. Kamu juga bisa duduk santai di kursi pantai sekitar kolam renang. Sewa sepeda juga tersedia Belum liburan ke Sukhothai namanya kalau belum mengunjungi Taman Bersejarah Sukhothai. Taman yang luas ini dipenuhi reruntuhan dari zaman Kerajaan Siam. Kamu bisa menjangkaunya dengan naik taksi atau tuk-tuk, tinggal minta staf resepsionis untuk memesannya. Kamu tidak perlu membayar biaya tambahan selain tarif yang dikenakan pak supir. Sesampainya di sana, kamu bisa menjelajahi taman dengan jalan kaki. Tetapi, saya rekomendasikan untuk naik sepeda, jadi kamu bisa menghabiskan sebagian besar waktu kunjunganmu mengagumi setiap reruntuhan di kawasan ini. Sawasdee Resort Sukhothai menawarkan beragam pilihan sepeda untuk disewa. Biayanya cukup murah, hanya 50 Baht untuk 24 jam. Keramahtamahan dari awal sampai akhir Dari pengalaman pribadi saya, semua staf di Sawasdee Resort Sukhothai, termasuk anjing peliharaan resort yang bernama "Booking", begitu ramah bahkan sejak saya turun dari tuk-tuk. Setiap pagi sebelum menikmati sarapan prasmanan, mereka selalu ramah menyapa setiap tamunya. Kawasan ini terkenal dengan produksi buah-buahannya, jadi pastikan untuk mencicipi aneka buah yang disediakan saat sarapan. Ada banyak tempat wisata selain Taman Bersejarah Sukhothai yang bisa kamu jelajahi selama menginap di sini. Silakan tanya staf resepsionis atau baca booklet yang disediakan di setiap kamar. Selamat menjelajahi sisi lain dari Thailand! Arti "Sawasdee" Kamu pasti sudah cukup familiar dengan kata "Sawasdee". Kata ini merupakan bentuk sapaan di Thailand, atau dikenal juga dengan nama wai. Sesuai namanya, semua staf di Sawasdee Resort Sukhothai menjunjung tinggi bentuk keramahtamahan ini. Siap-siap membalas dengan "Sawasdee kha" kalau kamu perempuan dan "Sawasdee khrap" untuk kamu yang laki-laki. Jangan lupa tambahkan sapaan ini dengan senyum manis, ya! Sawasdee kha! (c) BuLiBi Cek tarif hotel di sini: Cari hotel lainnya: Read this article in English on Trip101.

  • Kesan pertama di Bogota: DINGIN!

    Jangan sampe salah kostum pas liburan! Cari tau dulu suhu udara di tempat yang kamu tuju. Bogota, Kolombia contohnya, rata-rata 15 Derajat Celsius bahkan di siang bolong. Udah pake jaket aja masih dingin! Bahkan di negara yang sama pun, suhu udara setiap kota bisa jauh berbeda. Ambil contoh Denpasar, Bali dengan Bandung, Jawa Barat. Kalau kamu keliling Kota Kembang pakai baju pantai ala Bali, jelas kamu bakal kedinginan. Kelembaban udara juga berpengaruh besar. Semakin kering suatu tempat, semakin terasa perbedaan suhunya. Misalnya, Bandung dan Medellin, Kolombia rata-rata suhunya sama, tapi di Medellin bisa terasa lebih dingin karena udara di sana lebih kering. Sama halnya dengan cuaca panas, dengan suhu yang sama, bisa terasa lebih panas karena udara yang kering. #TodayILearned? Apa yang Harus Dipersiapkan Nah, sebelum Teman BuLiBi liburan, cari tahu dulu suhu udara rata-rata di waktu rencana berkunjung. Musim apa di sana? Panas? Dingin? Gugur? Semi? Di bulan itu, sering hujan atau tidak? Jangan sampai datang ke hotel basah kuyup kaya bebek kecebur di sawah. Gagal deh auto selfie cantik! "Saya mau liburan ke Jepang pas musim dingin. Kalau terbang dari Jakarta kan panas, Masa harus sudah siap pakai baju tebal?" Untuk mengatasi masalah yang satu ini, sebaiknya pakai t-shirt yang nyaman dari Jakarta, tapi bawa kemeja, sweater, atau jaket sebagai extra layer, ke kabin pesawat. Kenakan pas kamu landing, jadi kamu tetap nyaman di dua cuaca yang berbeda. Tips dari Pengalaman Pribadi Sudah pakai overall berbahan jeans, t-shirt yang lumayan tebal, ditambah jaket hoodie, masih saja kedinginan pas landing di Bogota. Kota yang satu ini memang hampir tidak pernah panas. Padahal saya besar di Bandung dan sudah terbiasa dengan cuaca dingin. Tetap saja, brrrr, dingin! Akhirnya, kedua kalinya saya ke bandara di Bogota, saya pakai jaket yang lebih tebal. Masih dingin, sih, tapi yang penting tidak sampai menggigil pas ditanya bapak petugas imigrasi. Ikuti cerita orang Indonesia nomaden di berbagai negara di dunia di BuLiBi.com. Tonton juga videonya di channel YouTube BuLiBi Indonesia. Kapan kamu traveling? . . . #bukanliburanbiasa #liburan #traveling #travel #piknik #jalanjalan #backpacking #liburanmurah #kartun #cerita #gambar #ceritaliburan #komik #hitamputih #nomaden #travelnomad #remoteworking #indonesia #kolombia #bogota #amerikalatin #dingin #naikpesawat

  • Cara Nonton Bola di Medellin, Kolombia

    Pernahkah kamu mendengar istilah "Football is a new religion"? Kalau kamu pernah ke Amerika Latin, istilah tersebut terasa cukup wajar. Seperti di tanah air, sepak bola di sini dicintai begitu banyak pengikut setia yang siap bersorak, bernyanyi, menangis, dan melakukan apa saja untuk tim kesayangan mereka. Kamu yang berpikir "Ah masa, sih?", berarti belum merasakan euforia itu sendiri secara langsung. Bergabunglah dengan pendukung klub setempat dan habiskan sepanjang hari dalam petualangan otentik ini. Inilah panduan cara menonton pertandingan sepak bola di Medellin, Kolombia yang ditulis oleh gadis pecinta sepakbola dari Bandung. Pertandingan mana yang harus ditonton? Seperti setiap pertandingan olahraga pada umumnya, siapa yang main menentukan tingkat keseruan pertandingan itu sendiri, terutama kalau ini merupakan pertandingan pertamamu dan kamu tidak tahu tahu banyak soal pemainya. Ada dua klub di Medellin (Atletico Nacional dan Independiente Medellin) dan pertandingan terbaik untuk ditonton adalah Derby, pertandingan klasik antara dua rival terdekat. Akrab dengan La Liga Spanyol? Menurut penduduk setempat, persaingan antara kedua klub Medellin ini mirip dengan Real Madrid dan Barcelona. Atletico (dengan warna jersey hijau-putih) merupakan tim yang lebih kaya, mampu membeli pemain-pemain bagus. Independiente (dengan warna merah dan biru, mirip dengan Barcelona) merupakan tim yang lebih merakyat. Anehnya, persaingan di lapangan tidak mengganggu acara santai sore hari sebelum kick-off. Pendukung dari kedua belah pihak duduk bersama di sekitar Stadion Atanasio Girardot menikmati empanada sebagai bahan bakar untuk pertandingan nanti. Bahkan, ada satu keluarga dengan empat anak yang masing-masing mendukung setiap klub. Meskipun Amerika Latin dikenal cukup agresif soal sepak bola, kedua belah pihak bisa duduk bersama dan berbagi tawa. Tetapi begitu mereka masuk ke dalam stadion, persaingan mulai terasa. Perang genderang di antara dua tribun dimulai bahkan jauh sebelum kick-off. Perang genderang antara dua kubu Saat menyaksikan pertandingan penting, seperti Derby, el Classico, atau putaran final, memilih tempat duduk bukan hanya sekedar memilih sudut terbaik atau tempat yang aman dari panas dan hujan. Tempat duduk di stadion sepak bola merepresentasikan tim mana yang kamu dukung. Meskipun kamu tidak mendukung salah satu, saya disarankan untuk mendukung tim lokal. Kalau pertandingan tersebut merupakan derby, seperti pertandingan antara Atletico dan Independiente yang saya tonton, dukung tim yang bertindak sebagai tuan rumah. Di Stadion Atanasio Girardot Medellin, tim tuan rumah menguasai tribun selatan. Tempat duduk terbaik adalah sektor 14 di area barat daya karena akan membuat kamu tetap dekat dengan tim tuan rumah jadi kamu bisa ikut bersorak seru tetapi cukup jauh kalau kamu ingin sekedar duduk dan menikmati pertandingan. Selain itu, kamu akan terlindung dari panas matahari. Raungan tidak berhenti bahkan saat tertinggal tiga gol Pengalaman otentik ini tidak akan kamu dapatkan dari kegiatan lain selama liburan di Kolombia. Kamu tidak hanya berkesempatan untuk bercengkrama dengan penduduk setempat, tetapi juga melihat langsung reaksi mereka saat tim mereka kalah atau menang. Tidak jauh beda dengan supporter sepak bola tanah air, beberapa dari mereka mungkin menunjukkan sikap buruk seperti menghina atau melempar sesuatu karena kecewa, tetapi kamu tidak perlu khawatir soal keselamatan kamu di stadion ini karena seluruh tempat dijaga dengan baik. Kamu bisa melihat petugas polisi berjaga-jaga di setiap sektor. Bahkan, setiap penonton akan digeledah saat memasuki area stadion dan siapa pun yang dianggap sebagai ancaman terhadap keselamatan orang lain akan segera diamankan. Kembali ke euforia sepakbola. Independiente tertinggal 0-3, tetapi para penggemarnya tidak berhenti melantunkan yel-yel yang dalam bahasa lokal disebut chazas. Kamu bisa ikut bersorak atau sekedar bertepuk tangan. Cara ke sana Pertama-tama, kamu harus cek jadwal pertandingan. Berkat Google, caranya sangat mudah. Cukup ketik "Colombia league football fixture" dan kamu bisa melihat daftar pertandingan yang akan datang. Saat berada di Medellin, cari Independiente Medellin atau Atletico Nacional dalam daftar tersebut. Cari tahu di mana pertandingan akan berlangsung. Estadio Atanasio Girardot adalah stadion yang kamu tuju. Ada stasiun metro yang sangat dekat dari stadion. Bahkan, stasiun ini disebut Estadio jadi cukup mudah untuk menemukannya di peta metro. Di kawasan mana pun tempat tinggalmu di Medellin, kamu hanya perlu membayar sekitar 2.500 COP (sekitar Rp. 10.000) untuk masuk ke stasiun metro dan naik kereta ke Estadio. Kamu bisa mendapatkan kartu metro Civica secara gratis di beberapa stasiun besar atau beli tiket di loket stasiun mana pun. Sesampainya di stasiun Estadio, kamu tinggal berjalan ke arah stadion yang berada di dekatnya. Untuk duduk di area barat daya, langsung saja ke area barat stadion dan cari petugas dengan papan bertuliskan "May I help you?" atau spanduk oranye besar di area tersebut. Ini adalah satu-satunya stan yang menjual tiket untuk turis. Harga tiket? Meskipun loket tiket tersebut diperuntukkan bagi wisatawan, jangan khawatir kena tipu. Harga tiketnya sama seperti harga tiket yang dijual ke penduduk setempat. Tiket tribun barat daya, tepatnya di sektor 14, dijual dengan harga 75.000 COP (sekitar Rp. 300.000). Harga resminya tercetak di tiket, seperti yang bisa kamu lihat dalam foto di atas. Jangan khawatir harus membeli tiket jauh-jauh hari. Saya beli tiket satu jam sebelum pertandingan dengan harga normal. Setiap kursi diberi nomor, jadi kamu tidak perlu datang lebih awal hanya untuk mendapatkan kursi terbaik. Ada banyak restoran lokal di sekitar stadion. Tetapi kebanyakan hanya menyajikan makanan ringan seperti empanada. Meskipun begitu, jajanan ini cukup mengenyangkan. Di dalam stadion, banyak pedagang asongan berkeliaran di sepanjang permainan. Kamu tinggal duduk cantik dan menunggu popcorn, keripik, dan bir datang. Pengalaman yang tak terlupakan Mengingat betapa setianya pendukung sepakbola di negara-negara Amerika Latin seperti Kolombia, menonton pertandingan sepak bola di sini lebih dari sekadar menyaksikan gocekan cantik dan gol fantastis. Yang lebih penting adalah mengenal budaya lokal dan tradisi penting negara ini. Hanya dengan Rp. 300.000, kamu bisa membawa pulang banyak cerita. Meskipun Independiente kalah 1-4, drum dan chazas terus berlanjt. Kamu bisa terlibat lebih jauh dengan mengenakan kaus tim lokal dan duduk di antara para supporter-nya. Sebagian besar penduduk setempat di sini tidak bisa berbahasa Inggris, jadi sebaiknya kamu memperkaya kosakata bahasa Spanyol-mu terlebih dahulu. Hasta luego!

  • Kumpulan Foto Pemandangan Diiringi Musik Instrumental Santai

    Bukan Liburan Biasa Liburan ga butuh duit banyak, ga perlu nabung lama. Gimana caranya? Ikuti cerita BuLiBi! Video ini berisi kumpulan foto pemandangan cantik diiringi musik instrumental santai selama 1 (satu) jam. Bisa kamu putar sebagai background musik sambil belajar, meeting, nyetir, baca buku, dan lain-lain. Lokasi foto (secara berurutan) 1. Yogyakarta, Indonesia (Tugu dan Gunung Merapi) 2. Jakarta, Indonesia 3. Bandung, Indonesia (Tahura Taman Hutan Raya Juanda Dago) 4. Medellin, Kolombia, Amerika Latin Follow IG BuLiBi ya! @bu.li.bi Disclaimer: Semua konten yang digunakan dalam akun media sosial BuLiBi merupakan foto, ilustrasi, dan video original hasil jepretan dan garapan tim BuLiBi. Kamu bisa beli konten BuLiBi dengan menghubungi kami di bulibi.indonesia@gmail.com. Terima kasih dan selamat liburan!

  • Siapa Saya

    Dulu, saya makan nasi lauk Indomie. Saya hanya tamatan SMA. Sekarang, saya "keliling dunia". Untuk sebagian besar orang Indonesia (mungkin termasuk kamu juga), konsep "keliling dunia" masih erat kaitannya dengan "punya banyak uang". Ya, kalau kamu maunya keliling dunia ke tempat-tempat upper-class seperti Paris, Perancis, terus menginap di hotel super nyaman, ditambah lagi makan di restoran setiap hari. "Keliling dunia" versi saya ga perlu muluk-muluk tapi ya ga super "ngoyo" juga. Saya sewa kamar di permukiman lokal. Saya makan di warung lokal. Saya naik transportasi seperti orang lokal. Mereka bisa hidup dari UMR. Kenapa kita ga? Ini "keliling dunia" versi saya. Ini "keliling dunia" ala nomaden. Nomaden versi modern Ingat waktu SD dulu, kita pernah belajar soal cara hidup manusia purbakala yang pindah dari satu tempat ke tempat lain, mengikuti sumber makanan mereka. Cara hidup saya sekarang bisa dibilang sama, bedanya saya mengikuti keinginan hati (dan dompet). Saya pindah dari satu negara ke negara lain setelah menetap minimal 3 bulan di masing-masing tempat (di kategori "Visa", saya ceritakan detailnya). Selain untuk lebih tahu rasanya tinggal di negara tersebut, ini salah satu cara saya ngirit karena beli tiket 3 bulan sekali saja. Gimana saya bisa "liburan" 3 bulan lebih? Ini nih asal muasal saya memulai website ini. "Kamu liburan di Thailand?" "Pindah ke Vietnam sekarang?" "Kerja apa di sana?" Sebenarnya, jawabannya sederhana: saya bisa kerja dari mana saja. Saya tidak dipekerjakan oleh negara-negara tempat saya berkunjung. Kerjaan saya sama seperti saat saya di Indonesia (detailnya bisa kamu baca di kategori "Kerja"). Ya, saya kerja dari rumah. Bedanya, rumah saya pindah-pindah dari satu atap ke atap lain. Dari satu negara ke negara lain.