• Facebook

©2019 by Bulibi

Jejak Langkah Tim BuLiBi: Bukan Liburan Biasa

Mana saja kota dan negara yang pernah tim BuLiBi singgahi untuk pengalaman bukan liburan biasa? Berikut ini jejak langkah tim bolang BuLiBi!

Pertama Kali Keluar Dari Indonesia

Bersama rekan sekantornya, tukang ngebolang BuLiBi menyebrang ke Singapura dari Batam. Ia naik kapal cepat untuk meninggalkan Indonesia. Hari itu, akhirnya paspor yang dibuatnya beberapa tahun yang sebelumnya, mendapatkan cap pertama.

Karena sudah antisipasi bakal ditanya oleh petugas imigrasi dalam bahasa Inggris, si bolang bingung saat si petugas bertanya, "Lama?" dalam bahasa Indonesia tetapi aksen Melayu. Pengalaman yang bisa dibilang sedikit memalukan karena sempet berdiam diri sejenak karena bingung.

Setelah lewat proses imigrasi, bolang BuLiBi langsung menuju stasiun MRT. Karena ini bukan liburan biasa, ia tidak berencana menginap di hotel ataupun naik taksi kesana-kemari. Tapi ia hanya menjelajah Singapura selama kurang dari 24 jam, berangkat pagi pulang malam. Berikut itinerary-nya:

Itinerary Bukan Liburan Biasa ke Singapura:

Kapan?

Februari, 2013

Berapa lama?

Satu hari

Dari mana?

Batam, Indonesi

Naik apa?

Kapal laut

Harga tiket?

Rp. 200.000 (pulang-pergi Kapal ferry Batam Center - Harbourfront)

Makan?

  • Pagi: sarapan roti di Indonesia

  • Siang: 1 porsi nasi. ayam kecap, dan tumis sayur (Rp. 14.000) di kantin lantai bawah gedung perkantoran dekat Harbourfront

  • Malam: McDonald's Burger + kentang goreng + soda total Rp. 110.000 (tiga kali lipat lebih mahal dari McD Indonesia)

Destinasi?

  • Dari satu stasiun MRT ke stasiun berikutnya (dulu, tiket beli via mesin di stasiun)

  • Little India: berhenti sejenak untuk cicip jajanan India

  • Marina Bay: turun di stasiun MRT Marina Bay, masuk ke mall, foto-foto, jalan kaki ke patung Merlion

  • Chinatown: turun di stasiun MRT Chinatown, belanja oleh-oleh

Total budget?

Tiket PP + Makan:

Rp. 200.000 + Rp. 124.000 = Rp. 324.000 per hari untuk satu orang (belum termasuk jajan dan oleh-oleh)

Catatan BuLiBi

  • Singapura termasuk negara bebas visa. Setiap pemegang paspor Indonesia berhak liburan di Singapura selama 30 hari 

  • Transit di Singapura? Lihat Jewel di bandaranya, jalan kaki di kawasan Marina Bay

Petualangan Bukan Liburan Biasa pun berlanjut...

Sebelum dan sesudah kunjungan singkat ke Singapura saat itu, bolang BuLiBi mengunjungi beberapa kota besar di Indonesia dalam rangka pekerjaan, sampai akhirnya memutuskan untuk menetap di Bali. Setelah resign dari pekerjaan kantorannya, ia mulai kerja freelance sebagai penulis dan penerjemah. Dua tahun kemudian, sambil tetap bekerja freelance, ia pun mulai memenuhi paspornya dengan visa dan cap keluar-masuk dari negara-negara lain.

 

Kenapa dua tahun kemudian? Si bolang bukan orang kaya dan tidak disuguhi warisan yang melimpah. Semua aksi bukan liburan biasa ini dia biayai sendiri dari hasil keringatnya kerja freelance. Karenanya, sebelum "nekad" ke negeri orang, ia membutuhkan waktu dua tahun untuk memastikan proyek-proyek freelance-nya tidak akan hilang begitu saja. Bisa rempong!

Penasaran soal kerja freelance ini? Silakan baca artikel khusus: Tips Liburan #3: Kerja Freelance Biar Bisa Liburan Kapan Saja. Di situ BuLiBi jelaskan secara rinci bagaimana cara memulai serta tips dan trik dapat kerjaan freelance. Dan kalau kamu mau tahu daftar negara yang bisa kamu singgahi tanpa visa, baca di sini: Tips Liburan #1: Ke Negara Bebas Visa.

Kawasan pertama yang BuLiBi jambangi adalah Asia Tenggara. Dan negara yang pertama dipilih adalah Vietnam, tempatnya makanan enak, mulai dari spring roll sampai pho

Itinerary Bukan Liburan Biasa ke Vietnam:

Kapan?

September, 2018

Berapa lama?

4 (empat) bulan

Dari mana?

Bali, Indonesia

Naik apa?

Pesawat Jetstar

Harga tiket?

Rp. 1.400.000 via Traveloka (One way Denpasar, Indonesia - Da Nang, Vietnam)

Penginapan?

  • Untuk hotel bintang 3 seperti Brilliant Majestic Hotel Da Nang, tarif per malamnya sekitar Rp. 500.000. Berikut ini artikel BuLiBi tentang beberapa penginapan di Da Nang, Vietnam:

  • Cari Hotel Di Hoi An? Pilih Le Pavillon Hoi An Luxury Resort & Spa

  • Accommodation in Central Vietnam (tulisan Bule BuLiBi)

  • Sewa apartemen dua kamar (tempat tidur tipe double bed) di daerah Son Tra, Da Nang, Vietnam 8.000.000 VND (sekitar Rp. 5.500.000) per bulan. Sudah termasuk furnitur lengkap, air, parkir, petugas keamanan, dan housekeeping plus laundry mingguan. Untuk listrik terpisah. Tim BuLiBi kebanyakan di rumah, AC nyala hampir 24 jam, lampu, laptop seharian, masak dengan kompor listrik tiap hari, tagihan listriknya di bawah 800.000 VND (tidak sampai Rp. 600.000). Dapat apartemen ini via postingan grup di Facebook.

Makan?

  • Ada banyak supermarket besar di kota Da Nang. Semuanya terjangkau. Bahkan harga daging dan ikan lebih murah dibandingkan dengan di Bandung dan Denpasar, Bali. BuLiBi langganan ke MM Mega Market. Ada juga pasar lokal yang jauh lebih murah. Tapi karena keterbatasan bahasa, BuLiBi lebih memilih supermarket. Harap dicatat, tidak banyak orang lokal yang bisa berbahasa Inggris. Jadi, kalau kamu mau coba pengalaman otentik belanja di pasar, sebaiknya ditemani penduduk lokal atau nekad pakai Google Translate.

  • Untuk makanan jadi, ada banyak warung. Beberapa tempat makan yang sering BuLiBi singgahi bisa kamu baca "Wisata Kuliner Vietnam di 5 Restoran di Da Nang Yang Terbaik". Satu porsi makanan lengkap biasanya dijual di kisaran harga 20.000 VND (sekitar Rp. 14.000). Minum air putih atau teh hangat disediakan gratis dan biasanya tinggal ambil sendiri. Mirip seperti di Indonesia, ya?

  • Ada juga restoran-restoran menengah ke atas dengan kisaran harga mulai dari 50.000 VND (sekitar Rp. 34.000) belum termasuk minum dan pajak. Karena Da Nang banyak dikunjungi turis Korea Selatan, jangan kaget dengan banyaknya restoran yang khusus memanjakan warga negara yang satu ini.

  • Untuk makanan halal, kamu bisa ambil opsi restoran vegetarian atau vegan. Dijamin bebas bahan hewani!

Destinasi?

Da Nang termasuk kota yang paling modern di Vietnam. Karena lokasinya di tengah-tengah, kamu bisa singgah di sini sebelum menuju ke Hanoi di Utara atau Ho Chi Minh di Selatan. Berikut ini tempat-tempat yang wajib kamu singgahi saat menikmati bukan liburan biasa di kota Da Nang, Vietnam: 

  • Monkey Mountain. Terletak di kawasan utara Da Nang. Di atas bukit, tepi laut, berdiri patung besar Dewi Kwan Im dan Pagodanya. Sesuai namanya, kawasan perbukitan ini dihuni banyak monyet liar.

  • Dragon Bridge. Salah satu dari 5 jembatan utama di kota Da Nang, Vietnam. Kerangka jembatan ini dibentuk menyerupai tubuh seekor naga, dari ekor sampai kepala. Setiap akhir pekan, jam 9 malam waktu setempat, ada Fire Show di mana sang naga menyemburkan api. Salah satu tempat favorit BuLiBi buat nongkrong sambil nonton Fire Show: atap bar 7 Bridges.

  • Hoi An. Kota di sebelah Da Nang yang dulunya merupakan kawasan jual beli internasional. Kamu bisa jalan kaki menelusuri kota tua, jahit baju tradisional Vietnam, atau cicipi salah satu hidangan mie khasnya: Kao Lao.

Total budget?

Tiket One Way + Penginapan per orang selama 4 bulan + Makan 3x sehari:

Rp. 1.400.000 + (4 x Rp. 6.000.000 : 2) + (30 x 4 x Rp. 14.000 X 3) = Rp. 18.440.000 per orang

atau Rp. 4.610.000 per bulan

atau Rp. 1.152.500 per minggu

Biaya hidup di luar tiket: Rp. 255.000 per hari

Catatan BuLiBi

  • Vietnam merupakan salah satu negara bebas visa. Setiap pemegang paspor Indonesia berhak liburan di Vietnam selama 30 hari

  • Tim BuLiBi yang mengusung pengalaman bukan liburan biasa, tinggal di Vietnam menggunakan visa turis 3 bulan yang bisa kamu apply via online. Biayanya 35 USD per orang. Tunggu bahasan lengkapnya dalam bahasa Indonesia dari tim BuLiBi. Untuk sementara, baca ulasannya dalam bahasa Inggris di Central Vietnam - How to Prepare. Ayo subscribe dulu biar tidak ketinggalan infonya. Atau pantengin halaman Visa BuLiBi.

  • Lihat kumpulan foto BuLiBi di Vietnam: Foto

  • Baca cerita nomaden BuLiBi di Vietnam: Cerita

  • Dari Da Nang, Vietnam, tim BuLiBi lanjut ke Thailand...

Itinerary Bukan Liburan Biasa ke Thailand:

Kapan?

January, 2019

Berapa lama?

90 hari

Dari mana?

Da Nang, Vietnam

Naik apa?

Pesawat VietJet

Harga tiket?

986.400 VND (Da Nang - Ho Chi Minh, Vietnam) 2.174.000 VND (Ho Chi Minh, Vietnam - Chiang Mai, Thailand)

Total 3.160.400 VND (sekitar Rp. 2.200.000) via VietJet

Penginapan?

​Makan?

  • Sama seperti di Indonesia, ada banyak supermarket dan pasar di Chiang Mai, Thailand. Harga sembako di sini tidak jauh beda dengan di Indonesia. BuLiBi memilih supermarket Big C karena lengkap dan dekat dari pusat kota.

  • Untuk makanan jadi, ada banyak pilihan tempat makan, mulai dari warung sampai restoran. Di warung-warung penduduk lokal, semangkuk Kao Soi, hidangan mie dengan kuah santan, potongan ayam dan telur, dibandrol dengan harga 50 THB (sekitar Rp. 25.000). Sedikit lebih mahal dari warung-warung Indonesia, tetapi porsinya lebih besar. Maklum, orang Thailand memang rata-rata berbadan besar dan suka makan. Nantikan bahasan ekslusif BuLiBi tentang beberapa tempat makan di Chiang Mai, Thailand. Subscri website kami dan pantengin halaman Kuliner BuLiBi.

Destinasi?

Chiang Mai memang tidak menawarkan pantai eksotis seperti Phuket. Tapi karena ini bukan liburan biasa, BuLiBi memilih Chiang Mai karena keramahtamahan penduduk lokalnya dan kelezatan kulinernya. Selain itu, Chiang Mai jauh lebih aman dibanding kawasan turis lain di Thailand.

Saat liburan di Chiang Mai, Thailand, kamu wajib jelajahi Old City atau kota tua yang dikelilingi parit besar. Dulunya, kawasan ini sepenuhnya dibentengi. Saat ini, kamu masih bisa lihat reruntuhan benteng dan gerbang megah yang mengawal setiap pintu masuk. Ada banyak Wat atau kuil di dalam dan sekitar Old City Chiang Mai. Berikut adalah beberapa yang wajib kamu singgahi:

  • Wat Phra Singh di Old City Chiang Mai

  • Wat Lok Molee di Old City Chiang Mai

  • Wat Phra That Doi Suthep di kawasan pegunungan Chiang Mai utara

Total budget?

Tiket One Way + Penginapan per orang selama 3 bulan + Makan 3x sehari:

Rp. 2.200.000 + (3 x Rp. 6.000.000 : 4) + (30 x 3 x Rp. 25.000 X 3) = Rp. 13.450.000 per orang

atau Rp. 4.484.000 per bulan

atau Rp. 1.121.000 per minggu

Biaya hidup di luar tiket: Rp. 125.000 per hari

Catatan BuLiBi

  • Kalau kamu berencana sewa motor, jangan lupa bawa sim. Karena seing ada pengecekan oleh polisi setempat, terutama di kawasan Old City. Sim internasional lebih bagus, tetapi sim Indonesia dan negara ASEAN lainnya juga berlaku. Kalau kamu tidak bawa sim, bisa didenda ratusan Baht dan wajib bayar di tempat.

  • Thailand merupakan salah satu negara bebas visa. Setiap pemegang paspor Indonesia berhak liburan di Thailand selama 30 hari

  • Tim BuLiBi yang mengusung pengalaman bukan liburan biasa, tinggal di Thailand menggunakan visa turis 2 bulan yang bisa kamu apply di kedutaan Thailand. Biayanya 45 USD per orang. Kemudian, visa ini BuLiBi perpanjang 30 hari. Cara lengkapnya bisa kamu baca di: Apply Visa Thailand: Bukan Liburan Biasa Ke Negeri Gajah Putih

  • Lihat kumpulan foto BuLiBi di Thailand: Foto

  • Baca cerita nomaden BuLiBi di Thailand: Cerita

  • Dari Chiang Mai, Thailand tim BuLiBi istirahat sejenak di tanah air sebelum lanjut bukan liburan biasa ke benua Amerika.

Itinerary Bukan Liburan Biasa ke Colombia:

Kapan?

September 2019

Berapa lama?

90 hari

Dari mana?

Bandung, Indonesia

Naik apa?

Pesawat Garuda Indonesia dan Turkish Airlines

Harga tiket?

  • Kereta Bandung-Jakarta Rp. 150.000

  • Jakarta-Singapura Rp. 1.600.000 (BuLiBi pilih Garuda Indonesia karena sudah termasuk bagasi 30kg. Maklum, bukan liburan biasa, jadi bawa perlengkapan perang sampai 20kg lebih. Pesawat budget airlines yang lebih murah belum termasuk bagasi dan extra charge-nya bisa lebih mahal dari harga tiket.)

  • Singapura-Medellin via Istanbul 1.150 USD (sekitar Rp. 16.000.000). Sebenarnya kalau via US jauh lebih murah, bisa hampir setengahnya, tapi pemegang paspor Indonesia harus apply visa transit dulu dengan biaya 160 USD (dan belum tentu di-approve.)

  • Total tiket one way Bandung, Indonesia ke Medellin, Colombia... jangan kaget... Rp. 17.750.000

Penginapan?

  • Di Medellin, Colombia ada banyak pilihan apartemen di Airbnb. BuLiBi pilih kawasan Laureles di bulan pertama karena aman dan dekat dari beberapa destinasi utama Medellin. Sewa apartemen satu kamar dengan dapur dan ruang tamu 550 USD (sekitar Rp. 7.700.000). Sudah termasuk air, listrik, Wi-Fi, dan TV kabel. Perabotan lengkap.

  • Bulan ke-2 dan ke-3, BuLiBi pindah ke kawasan Pilarica. Sewa apartemen dengan model yang sama, tetapi lebih murah. Per bulannya 500 USD (sekitar Rp. 7.000.000). Tarif ini memang cukup mahal dan sebenarnya ada banyak pilihan yang lebih murah. Tapi BuLiBi sengaja memilih kawasan yang sedikit menengah ke atas karena alasan keamanan.

​Makan?

  • Orang Indonesia pasti betah di Colombia karena nasi! Ya, nasi juga merupakan salah satu makanan pokok orang Colombia. Hampir di setiap restoran lokal, selalu ada tiga hal: nasi putih, sayur kacang merah, dan pisang goreng. Apa pun lauknya, tiga hal ini biasanya menemani.

  • Sama seperti di Indonesia, ada supermarket dan pasar yang menjual bahan-bahan makanan. Banyak yang mirip dengan di Indonesia, karena iklimnya tidak jauh beda. Harganya pun tidak jauh beda. BuLiBi sendiri sering belanja sembako di supermarket Euro dan Exito. Keduanya ada di dalam pusat perbelanjaan dan mall. Jadi, bisa cuci mata sebelum belanja!

  • Untuk buah-buahan dan sayur -mayur, sebaiknya pergi ke pasar. Selain lebih segar, harganya juga lebih murah. Pasar di Medellin cukup bersih dan tertata. Tawar-menawar tidak dianjurkan karena rata-rata harganya sudah standar.

  • Untuk makanan jadi, biasanya setiap restoran menawarkan Menu del Dia atau "Menu Hari Ini". Isinya tergantung apa yang dimasak hari itu. Tapi Menu del Dia ini jauh lebih murah dari menu biasa, dan sudah termasuk minum, makanan pembuka, hidangan sampingan, dan kadang makanan penutup juga. Seporsinya dijual di kisaran 15.000 COP (sekitar Rp. 60.000). Lebih mahal dari warung Indonesia memang, tapi porsinya luar biasa besar. Lauk-pauknya bisa untuk 3x makan! Saran BuLiBi, untuk makan murah, bungkus Menu del Dia untuk dimakan di penginapan, tambah masak nasi sendiri biar kenyang!

Destinasi?

​Medellin, Colombia merupakan kota di lembah dan kawasan perbukitan. Dari teras apartemen saja, pemandangannya sudah luar biasa cantik. Jalan kaki keliling kota, kamu akan disambut berbagai kreasi seni jalanan grafiti. Berikut ini tempat-tempat dan kegiatan yang wajib saat liburan ke Medellin, Colombia:

Total budget?

Tiket One Way + Penginapan per orang selama 4 bulan + Makan 1 porsi untuk 3x tambah nasi:

Rp. 17.750.000 + (3 x Rp. 7.000.000 : 2) + (30 x 3 x Rp. 70.000) = Rp. 34.550.000 per orang

atau Rp. 11.517.000 per bulan

atau Rp. 2.879.167 per minggu

Biaya hidup di luar tiket: Rp. 186.667 per hari

Catatan BuLiBi

  • Lihat kumpulan foto BuLiBi di Colombia: Foto

  • Baca cerita nomaden BuLiBi di Colombia: Cerita

  • Dari Medellin, Colombia, tim BuLiBi lanjut ke Chile...

Itinerary Bukan Liburan Biasa ke Chile:

Kapan?

November 2019

Berapa lama?

90 hari + 90 hari (sekiatr 6 bulan)

Dari mana?

Medellin, Colombia

Naik apa?

Pesawat LATAM

Harga tiket?

Tiket pesawat pulang-pergi Medellin, Colombia - Santiago, Chile via Bogota 484 USD (sekitar Rp. 6.700.000)

Penginapan?

  • Sewa apartemen satu kamar, dapur, ruang tamu, di pusat kota Santiago 700 USD (sekitar Rp. 9.800.000). Listrik, air, dan Wi-Fi sudah termasuk. Perabotan lengkap. Unit apartemen di gedung bertingkat, modern, dengan resepsionis, satpam, dan sistem keamanan yang baik. Kemana-mana tinggal jalan kaki.

  • Sewa kabin tradisional satu kamar, dua tingkat, dengan dapur dan ruang tamu di Achao, Chiloe 400 USD (sekitar Rp. 6.000.000) per bulannya. Listrik, air, dan Wi-Fi sudah termasuk. Kabin berada tebat di bukit pinggir laut. Pemandangan dari teras luar biasa cantiknya!

  • Kedua properti BuLiBi dapat dari Airbnb.

​Makan?

  • DI ibukota Chile, Santiago, biaya hidup memang mahal. Begitu juga dengan makanannya. Makanan jadi dijual dengan harga mulai dari 5.000 CLP (sekitar Rp. 95.000) per porsinya. Tetapi kualitas dan rasanya bisa dipertanggungjawabkan. Maklum, bisnis di sini cukup bersaing. Ada juga makanan Asia, dan bahkan Indonesia. BuLiBi sendiri langganan Yunny's Catering., orang asli Indonesia.

  • Di Chiloe, kawasan Patagonia Chile, biaya hidup dan makan jauh lebih murah, seperti yang bisa kamu lihat dari tarif sewa penginapannya. Makanan seporsi lengkap masih ada yang dijual sekitar 3.000 CLP (sekitar Rp. 50.000).

  • Untuk restoran, memang cukup mahal dibandingkan dengan Indonesia. Jangan kaget liat seporsi bebek panggang bisa sampai Rp. 200.000! Tapi kualitas produk, rasa, dan gizi dijamin!

Destinasi?

​Santiago, Chile merupakan kota metropolitan. Di kotanya sendiri, tidak banyak tempat wisata kecuali museum dan bangunan kota. Tetapi dari sini, kamu bisa mengunjungi banyak tempat menarik. Berikut inin tempat-tempat yang BuLiBi kunjungi di Chile:

  • Santa Cruz, kawasan yang terkenal dengan perkebunan anggurnya. BuLiBi perdana wine tasting di sini!

  • Pucon, kawasan di tepi danau besar. Keindahan alamnya masih asri. Ada gunung bersaljunya juga. BuLiBi naik kuda ke gunung di sini.

  • Frutillar, kawasan di selatan Chile yang kaya akan karya seni, terutama musik.

  • Achao, Chiloe. Berada di pulau kecil yag terpisah dari benua Amerika. Cocok untuk slow living ala pedesaan.

Total budget?

Di Santiago, Chile:

Tiket pulang-pergi + Penginapan per orang selama 6 bulan + Makan 3x sehari:

Rp. 6.700.000 + (6 x Rp. 8.400.000 : 2) + (30 x 6 x Rp. 95.000 X 3) = Rp. 83.200.000 per orang

atau Rp. 13.867.000 per bulan

atau Rp. 3.467.000 per minggu

Biaya hidup di luar tiket: Rp. 425.000 per hari

Di Chiloe, Chile:

Tiket pulang-pergi + Penginapan per orang selama 6 bulan + Makan 3x sehari:

Rp. 6.700.000 + (6 x Rp. 6.000.000 : 2) + (30 x 6 x Rp. 50.000 X 3) = Rp. 51.700.000 per orang

atau Rp. 8.617.000 per bulan

atau Rp. 2.154.000 per minggu

Biaya hidup di luar tiket: Rp. 250.000 per hari

Catatan BuLiBi

  • Chile merupakan salah satu negara bebas visa. Setiap pemegang paspor Indonesia berhak liburan di Chile selama 90 hari

  • Tim BuLiBi yang mengusung pengalaman bukan liburan biasa, tinggal di Chile selama 90 hari tanpa dikenakan biaya apa pun. Kemudian, izin 90 hari ini BuLiBi perpanjang 90 hari lagi, jadi total 180 hari. Tunggu bahasan lengkapnya dari tim BuLiBi. Ayo subscribe dulu biar tidak ketinggalan infonya. Atau pantengin halaman Visa BuLiBi

  • Lihat kumpulan foto BuLiBi di Chile: Foto

  • Baca cerita nomaden BuLiBi di Chile: Cerita

  • Saat ini tim BuLiBi masih di Santiago, Chile. Pengalaman bukan liburan biasa kali ini diwarnai karantina virus corona...

Terus ikuti pengalaman bukan liburan biasa BuLiBi dengan subscribe website ini!

Tertarik untuk mendapatkan pengalaman bukan liburan biasa yang sama? Kamu bisa konsultasi gratis di Forum Teman BuLiBi!

Mau dibuatkan khusus rincian itinerary lengkap sampai arrange liburan sesuai keinginan kamu? Subscribe sekarang juga atau hubungi BuLiBi di media sosial!

  • Facebook
  • YouTube
  • Instagram